P. 1
fisiologi

fisiologi

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 7,327 |Likes:
Published by Rian

More info:

Published by: Rian on Jun 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUM PSK DAN ERGONOMMODUL 2A: BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI 
BAB ITINJAUAN PUSTAKA
Aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya ditinjau secaraanatomi, fisiologi, psikologi, teknik, manajemen dan desain /perancangan yangberkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan, dankenyamanan manusia di tempat kerja, di rumah, dan tempat rekreasi. Dikenaldengan nama
Ergonomi 
yang berasal dari bahasa latin yaitu Ergon(kerja) danNomos(hukum alam). Di dalam ergonomi dibutuhkan studi tentang sistemdimana manusia, fasilitas kerja dan lingkungannya saling berinteraksi dengantujuan utama yaitu menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya.Ergonomi disebut juga
human factors.
Penerapan ergonomi pada umumnyamerupakan aktifitas rancang bangun.
(Eko Nurmianto. 1996)
Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian otot skeletal yangdirasakan oleh seseorang dari mulai keluhan ringan hingga keluhan yangterasa sangat sakit. Apabila otot statis menerima beban statis secara berulangdan dalam waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupakerusakan pada sendi, ligamen dan tendon. Hal inilah yang menyebabkan rasasakit, keluhan ini disebut keluhan
Musculoskeletal disorders 
(MSDs) ataucedera pada sistem
Musculoskeletal 
.
(grandjean, 1993, Lemasters,1996)
Secara garis besar keluhan otot dapat dibagi menjadi dua yaitu:1. Keluhan sementara (
reversible 
), yaitu keluhan otot yang terjadisaat otot menerima beban statis, namun demikian keluhantersebut akan segera hilang apabila pembebanan di hentikan.2. Keluhan menetap (
persistent 
) , yaitu keluhan otot yang bersifatmenetap, walaupun pembebanan kerja telah dihentikan, namunrasa sakit pada oto terus berlanjut.Keluhan otot skeletal pada umumnya terjadi karena kontraksi otoyang terlalu berlebihan akibat pembebanan kerja yang terlalu
 
LAPORAN PRAKTIKUM PSK DAN ERGONOMMODUL 2A: BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI 
panjang dengan durasi pembebanan yang panjang. Sebaliknya,keluhan otot kemungkinan tidak terjadi apabila kontraksi ototberkisar antara 15-20 % dari kekuatan otot maksimum. Namunapabila kontraksi otot melebihi 20% maka peredaran darah keotot berkurang menurut tingkat kontraksi yang dipengaruhi olehbesarnya tenaga yang diperlukan. Suplai oksigen ke ototmenurun, proses metabolisme karbohidrat terhambat dan sebagaiakibatnya terjadi penimbunan asam laktat yang menyebabkantimbulnya rasa nyeri otot.(
Suma’mur,1982,Grandjean,1993 
)
1.1 Biomekanika
Biomekanika merupakan studi tentang karakteristik- karakteristik tubuhmanusia dalam istilah mekanik. Biomekanika dioperasikan pada tubuh manusiabaik saat tubuh dalam keadaan statis ataupun dalam keadaan dinamis. Contohdari penerapan ilmu biomekanika adalah untuk menjelaskan efek getaran dandampak yang timbul akibat kerja, menyelidiki karakteristik kolom tulangbelakang, menguji penggunaan alat prosthetic, dll.(
Kroemer,2001
)Sebuah lembaga di Amerika yang bernama NIOSH (
National Institute Of Occopational Safety And Health 
) pada tahun 1981 melakukan analisa terhadapkekuatan manusia dalam mengangkat atau memindahkan beban,merekomendasikan batas beban yang dapat diangkat oleh manusia tanpamenimbulkan cedera meskipun pekerjaan tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang cukup lama.
1.2 Faktor penyebab terjadinya keluhan muskuloskeletal
Peter Vi(2000)
menjelaskan bahwa, terdapat beberapa faktor yang dapatmenyebabkan terjadinya keluhan otot skeletal .1. Peregangan otot yang berlebihanPeregangan otot yang berlebihan (
over exertion 
) biasanya dialamipekerja yang mengalami aktifitas kerja yang menuntut tenaga yang
 
LAPORAN PRAKTIKUM PSK DAN ERGONOMMODUL 2A: BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI 
besar. Apabila hal serupa sering dilakukan, maka akan mempertinggiresiko terjadinya keluhan otot, bahkan dapat menyebabkan terjadinyacidera otot skeletal.2. Aktifitas berulangAktifitas berulang adalah pekerjaan yang dilakukan secara terusmenerus. Keluhan otot terjadi karena otot menerima tekanan akibatbeban kerja secara terus menerus, tanpa memperoleh kesempatanuntuk melakukan relaksasi.3. Sikap kerja tidak alamiahSikap kerja tidak alamiah adalah sikap kerja yang menyebabkanposisi-posisi bagian tubuh bergerak menjauhi posisi alamiahnya.Semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat gravitasi, semakin tinggipula terjadi keluhan otot skeletal. Sikap kerja tidak alamiah ini padaumumnya karena karakteristik tuntutan kerja tidak sesuai dengankemmpuan dan keterbatasan pekerja.(
Grandjen, 1993; Manuaba, 2000 
)4. Faktor penyebab sekunder
 
TekananTerjadinya tekanan langsung pada jaringan otot lunak, sepertisaat tangan harus memegang alat dalam jangka waktu yanglama, akan dapat menyebabkan keluhan pada otot tersebutakibat tekanan langsung yang diterima. Apabila hal iniberlangsung terus menerus akan menyebabkan keluhan yangmenetap.
 
GetaranGetaran dengan frekuensi yang tinggi akan menyebabkankontraksi otot bertambah. Kontraksi statis ini akan menyebabkanperedaran darah tidak lancar, penimbunan asam laktat meningkatdan akibatnya menimbulkan rasa nyeri otot.
 
Mikroklimat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->