mengusakan sistem pendidikan nasional, namun masih cukup dirasakan bahwa pembiayaan semakin mahal dan banyak warga negara yang masih kesulitanmendapatkan pendidikan.Demikian pula, mengenai jaminan tunjangan profesi guru dan dosen sebagaimanadiamanatkan dalam UU Guru dan Dosen, sampai saat ini pun masih belum dapatsegera terealisasi. Seringkali di negara ini UU disimpangi secara berjamaah hanyaargumentasi masih proses dan dana negara tidak cukup. Ini sekedar contoh.Ini tentu amat paradoks dengan kondisi bangsa yang boros, dihinggapi korupsidimana-mana. 20 tahun yang lalu, Sumitro Djojohadikusumo menyatakan bahwaanggaran negara 30% dikorup. Terbukti saat ini, dengan keberadaan KPK, makaternyata banyak oknum pejabat negara dan penegak hukum tersangkut korupsi.Padahal mereka juga banyak mendengungkan tentang pentingnya pendidikan.
Kembali ke Konstitusi
Untuk memperbaiki kondisi peraturan yang secara substantif tidak sesuai dengancita negara dan peraturan yang tumpang tindih. Tentu yang harus dilakukan adalahkembali kepada norma UUD 1945. Sebagai
zeit geist
bangsa semua aturan harusmenyesuaikan dengan UUD 1945. Termasuk implementasinya.UU Sisdiknas Pasal 2 telah menyatakan bahwa Pendidikan nasional berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.sedangkan mengenai fungsi pendidikan, Pasal 3 menyatakan Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuanuntuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Demikian pula, pengelolaan pendidikan harus dikembangkan melalui 10 prinsiputama penyelenggaraan pendidikan yakni: nirlaba, otonom, akuntabel, transparan, penjaminan mutu, layanan prima, akses yang berkeadilan, keberagaman,keberlanjutan, partisipasi atas tanggung jawab negara.Selain itu, konsep penyelenggaraan pendidikan yang berlaku global yakni L-RAISE, yang meliputi
Leadership, Relevance, Academic Atmosphere, Internal Management, Sustaniability, Efficiency, effectivity and Productivity
harus senantiasaditingkatkan untuk menuju keberhasilan daya saing dunia (
world class
).
Penutup
Pendidikan adalah arus utama dunia. Bilamana ada negara yang lebih unggul pendidikannya maka dipastikan ia akan menguasai dunia. Era Romawi dan Yunani pernah menguasai dunia, dengan ilmu. Islam pernah memimpin peradaban dunia,dengan ilmu. China pernah berkuasa, dengan ilmu. Maka kenapa kita tunda lagiwaktu untuk memperbaiki pendidikan kita?, tidak ada kata terlambat.
KOMPETENSI PEDAGOGIK
Oleh : Danang Hidayatullah
I. Pendahuluan
Mutu pendidikan yang baik dapat mendorong terciptanya masyarakat yang berkualitas, kreatif dan produktif. Salah satu ciri dari mutu pendidikan yang baik adalah terciptanya proses pembelajaran yang baik pula (mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi). Sebagai dampaknya Guru yang merupakan peransentral dalam proses pembelajaran sudah sewajarnya dituntut untuk lebih professionaldalam menjalankan fungsinya. Selain hal tersebut, perubahan dan perkembangan