Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
laporan praktikum makrobentos.docx

laporan praktikum makrobentos.docx

Ratings: (0)|Views: 170 |Likes:
Published by Dwi Wahyu Intani
Laporan praktikum
Laporan praktikum

More info:

Published by: Dwi Wahyu Intani on Sep 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
Laporan Praktikum Biologi Laut 1
Abstrak- 
Tujuan dari praktikum ini adalah
untuk mengetahui dan mampu melaksanakan metode standardsampling makrofauna bentik pada area padang lamun
,
untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragamanmakrofauna bentik, serta mengetahui kesamaan komunitasmakrofauna bentik pada lokasi yang berbeda di Pantai Bama,Baluran. Praktikum ini dilakukan pada hari jumat 12 April 2013di Pantai Bama, Baluran untuk pengambilan sampel dan padahari Kamis 18 April 2013 untuk identifikasi sampel. Metode yangdigunakan dalam pengamatan makfrofauna bentik ini adalahmetode belt-transect. Analisis data meliputi perhitungan nilaiindeks diversitas Shannon-
Wiener (H’), indeks Ric
hnessMargalef (d), indeks Evenness Pielou (j), dan indeks kesamaankomunitas Morisitahorn. Banyak ditemukan spesiesmakrobentos di Pantai Bama, Baluran, yaitu 59 spesies padazona lamun dan 25 spesies pada zona transisi. Makrobentos yangpaling mendominasi pada zona lamun dan transisi adalah spesies
Holothuria atra.Kata kunci 
 – 
belt-transect, dominansi, makrobentos, Pantai Bama.
 
I.
 
PENDAHULUANotensi Taman Nasional Baluran tidak hanya berupa potensi yang terdapat di daratan saja. Tetapi juga adayang berada di perairan. Perairan padang lamunmerupakan salah satu ekosistem yang penting pada daerah pesisir (Susetino 2004:4 dalam [1]). Peranan lain dari padanglamun adalah sebagai tempat hidup bagi berbagai kelompok hewan seperti plankton, nekton, bentos, detritus danmeiofauna [1].Hewan bentik merupakan hewan yang hidup di permukaanataupun didalam dasar perairan, dan karena biasanya dasar  perairan tertutup oleh sedimen, berarti hewan tersebut hidup di permukaan atau di dalam sedimen. Hewan bentik menurutukurannya dibagi menjadi empat yaitu, Megafauna (>20 cm),Makrofauna (>0.5 mm
 – 
20 cm), Meiofauna (>50
m
 – 
0,5mm), dan Mikrofauna ( 5
m
 – 
50
m)[2].Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui danmampu melaksanakan metode standard sampling makrofauna bentik pada area padang lamun, untuk mengetahui kelimpahandan keanekaragaman makrofauna bentik, serta mengetahuikesamaan komunitas makrofauna bentik pada lokasi yang berbeda.I.
 
M
ETODOLOGI
 
 A. Waktu dan Lokasi
Praktikum komunitas makrobentos, untuk pengambilanspesimen dilakukan pada hari jumat 12 April 2013 di PantaiBama, Baluran dan untuk identifikasi dilakukan pada hariKamis 18 April 2013 di Laboratorium Ekologi, JurusanBiologi ITS, Surabaya.
Gambar 1 : Lokasi pengambilan sampel makrobentos
 
 B. Pengambilan Sampel 
Sampling makrofauna bentik dikoleksi denganmenggunakan metode transek sabuk (
belt transect 
) denganlebar area 0,5 meter ke arah kanan dan kiri garis transek.Metode transek sabuk bertujuan untuk menggambarkankondisi populasi makrobentos yang bermacam-macam dan juga untuk mengetahui keberadaan makrobentos (jumlah, jenisdan lain-lain) sehingga pencatatan data jumlah individu yangditemukan lebih teliti. Transek yang digunakan adalah transek yang sama untuk analisis lamun. Dimana setiap transek dilakukan di tempat yang berbeda. Semua jenis makrofauna bentik yang terdapat dalam transek dikoleksi (dimasukkan kedalam plastik zip-lock yang telah diisi air laut). Spesimen hasilkoleksi dipindah ke dalam wadah plastik yang juga telah diisiair laut untuk mempermudah identifikasi.. Semua spesimendiidentifikasi hingga taksa spesies atau genus dan dihitungkelimpahannya. Setelah diidentifikasi, spesimen koleksidikembalikan ke habitat asalnya.
C. Analisis Data
Analisis data meliputi perhitungan nilai indeks diversitasShannon-
Wiener (H’), indeks Rishness Margalef (d), indeks
Evenness Pielou (j), dan indeks kesamaan komunitasMorisitahorn.-
 
Indeks Diversitas Shannon-
Wiener (H’)
 (1)Dimana Pi = ni / N
 H’ 
: indeks diversitas Shannon-Wiener Pi : Porporsi jumlah individu spesies ke-i
ni
: jumlah individu spesies i dalam komunitas
KOMUNITAS MAKROBENTOS DI PANTAI BAMA, TAMAN NASIONALBALURAN
Layniyatul Umammi (1511100009), Lilis Wahyu Astutik (1511100033), Dwi Wahyu Intani(1511100063), Cholis Muchlisin (1511100067)Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
P
 
Laporan Praktikum Biologi Laut 2
 N 
: jumlah total individu semua spesies dalam komunitasDengan ketentuan :
H’<1 maka keanekaragaman spesies rendah
 
1<H’<3 maka keanekaragaman spesies sedang
 
H’>3 maka keanekaragaman spesies tinggi
 -
 
Indeks kekayaan Jenis (Richness) Margalef d=
(

)
(2)Dimanad : Indeks kekayaan jenisS : Jumlah taxon dalam satu sampel
 N 
: Jumlah total keseluruhan spesiesLalu untuk melihat kesamaan komunitas di empat lokasitersebut digunakan indeks Morisita-Horn untuk membuatdendogram kesamaan komunitas.
 MH 
= 2
∑(
ani
x
bni
) / (
da
+
db
)
aN 
x
bN 
(3)Dimana :
 MH 
:koefisien Morisita
 – 
Horn
ani
:jumlah total individu pada tiap-tiap spesies dikomunitas a
bni
:jumlah total individu pada tiap-tiap spesies dikomunitas b
aN 
:jumlah individu di komunitas a
bN 
:jumlah individu di komunitas b
da
=

dan db =

 
II.
 
H
ASIL DAN PEMBAHASAN
 Pada praktikum ini digunakan metode transek sabuk (
belt transect 
). Untuk mempelajari struktur komunitas atau polasebaran spesies antarzona di terumbu karang maka
belt transect 
yang sejajar garis pantai paling baik digunakan [3].Kelebihan dari metode belt transect dibandingkan denganmetde yang lainnya adalah pencatatan data jumlah individulebih teliti dan data yang diperoleh mempunyai akurasi yangcukup tinggi serta dapat menggambarkan struktur populasi.Sedangkan kekurangan metode ini membutuhkan keahlianuntuk mengidentifikasi secara langsung dan dibutuhkan penyelaman yang baik dan waktu yang dibutuhkan cukuplama [4]Pada zona lamun dan zona transisi Pantai Bama banyak ditemukan spesies makrobentos. Hasil kelimpahan dankeanekaragaman yang diperoleh pada setiap zona berbeda
 – 
  beda, yaitu dapat dilihat pada diagram dibawah ini :Gambar 2. Diagram kelimpahan makrobentos zona lamunGambar 3. Diagram kelimpahan makrobentos zona transisiBerdasarkan diagram diatas (gambar 2-3) diketahui tingkatkelimpahan dan keanekaragaman makrobentos pada zonalamun dan zona Transisi Pantai Bama, Baluran berbeda. Padazona lamun keanekaragaman spesies makrobentos lebih tinggidibandingkan dengan zona transisi, yaitu terdapat 59 spesies.Sedangkan pada zona transisi hanya terdapat 25 spesies..Menurut [5] Adanya pembagian yang jelas dari lamun tentangdaun, batang, rimpang dan akar menyebabkan meningkatnyakeragaman dari mikrohabitat sehingga hal ini membuatdukungan terhadap keragaman fauna yang cukup tinggi, dimana mereka tidak memakan lamun secara langsung Pada zona lamun dan zona transisi terdapat dominansimakrobentos. Pada zona lamun didominansi oleh spesies
 Holothuria atra
dengan prosentase 44%, begipula pada zonatransisi. Pada zona transisi juga didominansi oleh
 Holothuriaatra.
Tetapi jumlah spesies ini lebih banyak ditemukan di zonatransisi daripada di zona lamun yaitu
 
dengan jumlah 69%.
 Holothuria atra
mendominasi lebih dari setengah kelimpahanmakrobentos di perairan Pantai Bama terutama pada zonatransisi. Menurut [6] beberapa jenis teripang, ada yang hidupdi daerah dengan habitat yang berbongkah karang (
boulders
),dan sekitar kelompok karang hidup. Pada zona lamun jugaditemukan beberapa
 Holothuria atra
yang mendominansi.Menurut [6], habitat dengan dasar pasir karang yang sebagianditumbuhi lamun (
 sea grass
) merupakan tempat hidupteripang. Di pantai bama banyak di temukan teripang jenis
 Holothuria atra
karena teripang keling,
 Holothuria atra,
merupakan jenis teripang yang sangat umum ditemukan didaerah tropika mempunyai densitas 5-35 individu/ m
3
(Bakus,1973 dalam [6]). Pada zona lamun dan transisi banyak dijumpai
 Holothurian
karena teripang (holothurians) adalahhewan bentik yang lambat geraknya, hidup pada dasar /
 
Laporan Praktikum Biologi Laut 3substrat pasir, lumpur maupun dalam lingkungan terumbu.Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan(
 food chain
) di daerah terumbu karang dengan asosiasiekosistemnya pada berbagai tingkat trofik (
trophic levels
), berperan penting sebagai pemakan deposit (
deposit feeder 
)dan pemakan suspensi (
 suspensi feeder 
) [6].Selain itu pada praktikum komunitas makrobentos ini jugamengidentifikasi kelimpahan jenis pada setiap transek denganmenggunakan indeks morisita-horn, Indeks ini tidak dipengaruhi oleh luas titik pengambilan sampel dan sangat baik untuk membandingkan pola pemencaran populasi [7]sehingga diketahui kesamaan komunitas tersebut pada beberapa tempat. Berikut adalah dendogram indeks morisita-horn :
T2 T5 T4 T1 T310,990750,9189750,68165
Gambar 4. Dendogram kesamaan komunitas makrobentosBerdasarkan indeks morisitahorn diatas diketahui tingkatkesamaan komunitas tertinggi yaitu pada transek 2 dan transek 5 yang mempunyai nilai sebesar 1. Ini berarti pada transek 2dan 5 komunitas makrobentos hampir sama. Kemudian tingkatkesamaan komunitas pada transek 2 dan 4 adalah 0.99075yang berarti terdapat sedikit perbedaan. Selanjutnya adalah pada transek 2 dan transek 1 nilai kesamaannya adalah0,9198975 yang berarti semakin banyak terdapat perbedaankomunitas makrobentos. Kemudian transek 2 dengan transek 3semakin terlihat lebih jauh perbedaan komunitasnya yaitudengan nilai 0,68165 karena menjauhi nilai 1.III.
 
KESIMPULANBerdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapatdiambil kesimpulan bahwa keanekaragaman dan kelimpahanmakrobentos di zona lamun lebih tinggi dibandingkan denganzona transisi. Spesies yang mendominansi pada zona lamundan zona transisi adalah spesies
 Holothuria atra.
 DAFTAR 
 
PUSTAKA
[1]
 
 Nur, Trisnawati. Struktur Komunitas Meiofauna Interstisial Di SubstratPadang Lamun Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Skripsi. FMIPAUI.Jakarta. 2012.[2]
 
P.S. Meadows and J.I. Campbell,. An Introduction to Marine Science.Blackie Academic and Professional Glasgow. 118
 – 
125 pp. 1990.[3]
 
Chair, Rani. Metode Pengukuran Dan Analisis Pola Spasial (Dispersi)Organisme Bentik.UNHAS : Makassar [4]
 
Ofri, Johan. Metode Survey Terumbu Karang Indonesia. UniversitasIndonesia : Jakarta. 2003.[5]
 
Indra, Aswandy dan M. Husni Azkab. Hubungan Fauna Dengan PadangLamun. Oseana, Volume XXV, Nomor 3, 2000 : 19- 24. 2000.[6]
 
Prapto, Darsono. Sumberdaya Teripang Dan Pengolahannya. Oseana,Volume XXVIII, Nomor 2, 2003: 1-9. 2003.[7]
 
Brower, J., J Zar and C. von Ende. Field and Laboratory Methods for General Ecology. Wm. C. Brown Publ. 1990.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->