Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja

Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:
Published by Fikri Mauludi Ihsan

More info:

Published by: Fikri Mauludi Ihsan on Sep 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

 
Volume I, No 1, Desember 2010
Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja(Studi Pada Medical Representatif Di Kota Kudus)
15Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus
 
 Abstract 
With the growth of world trade in productswhere competition is accompanied by increasingly stringent targets are so high fromthe company to its marketing, as well as themarketing of drug company called Medical Representative is charged with a high enoughtarget. Therefore this study aims to determineWorkload Influence on Job Stress, Job Stressand Effect on Medical Representative JobSatisfaction in Kudus. From the results of hypothesis test showed that the adjusted R2 of -, 025 indicates that the effect of workload on jobstress at 2.5%. With a very small effect, may imply that no form of workload influence onwork stress. while for the Effect of Work Stresson Job Satisfaction gained 0,033 Adjusted R2 results show an effect of work stress on jobsatisfaction by 3.3%, With very little effect, may imply that no form of the effect of job stress on job satisfaction.
Keywords:
Job Stress, Workload, JobSatisfaction
PENGARUH STRES KERJA, BEBAN KERJATERHADAP KEPUASAN KERJA(STUDI PADA MEDICAL REPRESENTATIF DI KOTA KUDUS)
 Dhini Rama DhaniaUniversitas Muria Kudus
Kepala Badan Pengawasan Obat danMakanan Indonesia H Sampurno, 2005 (dalamRepublika) mengatakan, dalam tiga tahunmendatang ada masalah domestik yangmenyangkut nasib distribusi obat nasional,terutama yang berskala kecil. Akibatnya, lebihdari ribuan pedagang besar farmasi harusmemperebutkan pasar lokal yang tersisa,sekitar 20 % saja. Sedangkan 80 % sudahdikuasai distributor asing. Denganperkembangan dalam dunia perdagangan dimana persaingan produk semakin ketatdisertai dengan target-target yang begitu tinggidari perusahaan kepada para marketing.Dengan demikian para marketing ini sangatdiperlukan agar setiap produk yang dihasilkandapat dikenal dan tertanam dalam pikiran danhati masyarakat baik melalui penjelasan door to door, dan face to face.Dalam perusahaan farmasi para karyawanmarketing ini biasa disebut dengan medicalrepresentative. Terkait dengan produk yangditawarkan, sasaran pasarnya juga sangatspesifik, yakni kalangan dokter. Tugas seorangmedical representative tidak jauh berbedadengan sales, tugasnya antara lainmempresentasikan di depan dokter mengenaikeunggulan dan kelebihan obat yang merekatawarkan, menjelaskan kegunaan dari jenisobat baru, ia harus dapat menjelaskan secararinci segala informasi yang berkaitan denganproduk yang diwakilinya.Dengan demikian para medicalrepresentative dituntut oleh pihak perusahaanuntuk selalu dapat menutup target yang telahditetapkan perusahaan. Adanya target yangtelah dibebankan pada para medicalrepresentative tersebut, maka munculahsebuah permasalahan dalam pemasaranproduk obat khususnya di kota Kudus. Hal inidikarenakan minimnya unit pelayanankesehatan yang ada di kota Kudus, danbanyaknya cabang perusahaan farmasi yang
 
Volume I, No 1, Desember 2010
16Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus
Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja(Studi Pada Medical Representatif Di Kota Kudus)
berdiri di kota Kudus, ini membuat para medicalrepresentative mengalami kesulitan dalammenutup target yang ditetapkan perusahaankarena kurangnya tempat untuk memasarkanproduknya, dengan begitu para medicalrepresentatif saling berlomba-lomba satu samalain untuk segera dapat menutup target. Adanya ketergantungan perusahaan akansumber daya manusia (karyawan) dapat dilihatdalam bentuk keaktifan karyawan dalammenetapkan rencana, sistem, proses dantujuan yang ingin dicapai dalam suatuperusahaan (Hasibuan, 1994). Oleh karena itusangat perlu adanya perhatian khusus dalamkesejahteraan karyawan dalam suatuorganisasi. Kesejahteraan karyawan menjadisangat penting pada masa sekarang ini, karenaapabila kesejahteraan rendah akan munculakibat-akibat seperti banyak demonstrasi danaksi mogok kerja..Kepuasan kerja yang dirasa oleh medicalrepresentatif tidak terlepas dari suatu keadaanyang mengikuti seorang individu, salahsatunya yaitu stress. Sullivan & Bhagat (1992)menyebutkan bahwa banyak penelitianmengenai pengaruh stres kerja terhadapkepuasan kerja dalam suatu organisasi. Hasilpenelitian Alberto (1995), Praptini (2000)menunjukkan bahwa faktor-faktor yangmempengaruhi kepuasan kerja salah satunyaadalah stres kerja.Lebih lanjut penyebab stress dapat dibagimenjadi dua, yaitu internal dan eksternal, dimana salah satu penyebab stress yang berasaldari eksternal yaitu beban kerja yang dirasakanindividu sebagaimana diungkapkan olehCooper (dalam Rice, 1999). Beban kerja itusendiri misalnya target yang telah ditetapkanperusahaan merupakan suatu beban kerjayang harus ditanggung oleh para medicalrepresentative. Beban kerja yang dirasa cukupberat dapat berpengaruh pada kondisi fisik danpsikis seseorang.Menurut Menpan (1997), pengertian bebankerja adalah sekumpulan atau sejumlahkegiatan yang harus diselesaikan oleh suatuunit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Hart and Staveland(dalam Wikipedia, 2008) mendefinisikan bebankerja sebagai berikut :
“the perceived relationship between theamount of mental processing capability or resources and the amount required by thetask”.
Dari beberapa pengertian mengenai Bebankerja dapat ditarik kesimpulan beban kerjaadalah ” sejumlah kegiatan yangmembutuhkan proses mental ataukemampuan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, baik dalam bentuk fisikmaupun psikis.Stres merupakan suatu kondisi internalyang terjadi dengan ditandai gangguan fisik,lingkungan, dan situasi sosial yang berpotensipada kondisi yang tidak baik. Pendapattersebut diungkapkan oleh Morgan & King,(1986: 321) yang lebih jelasnya sebagaiberikut:
“…as an internal state which can be caused by physical demands on the body (diseaseconditions, exercise, extremes of temperature,and the like) or by environmental and social situations which are evaluated as potentially harmful, uncontrollable, or exceeding our resources for coping” 
  Ada beberapa definisi yang dikemukakanoleh para ahli tentang kepuasan kerjadiantaranya Wagner III & Hollenbeck (1995),mengutip ungkapan yang diberikan oleh Locke,yang menjelaskan kepuasan kerja adalahsuatu perasaan menyenangkan yang datangdari persepsi seseorang mengenaipekerjaannya atau yang lebih penting yaitu nilai
 
Volume I, No 1, Desember 2010
17Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus
Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja(Studi Pada Medical Representatif Di Kota Kudus)
kerja, untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
”a pleasurable feeling that results from the perception that one's job fulfills or allows for thefulfillment of one's important job values”.
Kerangka Berpikir 
 Dalam suatu kesempatan Smith (1981)mengemukakan bahwa konsep stres kerjadapat ditinjau dari beberapa sudut yaitu:pertama, stres kerja merupakan hasil darikeadaan tempat kerja. Kedua, stres kerjamerupakan hasil dari dua faktor organisasiyaitu keterlibatan dalam tugas dan dukunganorganisasi. Ketiga, stres karena ”work load”atau beban kerja. Keempat, akibat dari waktukerja yang berlebihan. Dan kelima, faktor tanggung jawab kerja. Kahn dan Quin (dalamIvanceviech et al, 1982) menambahkan bahwastres kerja merupakan faktor-faktor lingkungankerja yang negatif, salah satunya yaitu bebankerja yang berlebihan dalam pekerjaan. Halsenada juga diungkapkan oleh Keenan danNewton (1984) yang menyebutkan bahwastress kerja merupakan perwujudan darikekaburan peran dan beban kerja yangberlebihan.Hasil penelitian Kuan (1994), Bat (1995), Aun (1998) dan Yahya (1998) membuktikanbahwa beban kerja yang berlebih berpengaruhpada stres kerja. Selanjutnya, penelitianWidjaja (2006) menemukan bahwa bebanpekerjaan yang terialu sulit untuk dikerjakandan teknologi yang tidak menunjang untukmelaksanakan pekerjaan dengan baik seringmenjadi sumber stres bagi karyawan.Quick dan Quick (1984) mengkategorikan jenis stres menjadi dua, yaitu: Eustress, yaituhasil dari respon terhadap stres yang bersifatsehat, positif, dan konstruktif (bersifatmembangun), dan yang ke dua Distress, yaituhasil dari respon terhadap stres yang bersifattidak sehat, negatif, dan destruktif (bersifatmerusak). Lebih lanjut Eustress dapatmemunculkan suatu kondisi kepuasan dalampekerjaannya. Sebagaimana diungkapkanoleh Nilvia (2002) bahwa Kepuasan kerjakaryawan merupakan salah satu aspek pentingyang perlu diperhatikan dalam usahapeningkatan kemampuan sumber dayamanusia suatu organisasi, karena dengankepuasan kerja yang dirasakan maka seorangkaryawan mampu bekerja secara optimal.Sullivan & Bhagat (1992) menyebutkanbahwa banyak penelitian mengenai pengaruhstres kerja terhadap kepuasan kerja dalamsuatu organisasi. Hasil penelitian Lee (dalamGoogle.com, 2008) menunjukkan bahwafaktor-faktor yang mempengaruhi kepuasankerja salah satunya adalah stres kerja.Selanjutnya penelitian Alberto (1995),mengungkapkan bahwa stress kerjaberpengaruh terhadap kepuasan kerja staf audit. Penelitian yang senada juga ditemukanoleh Praptini (2000) yang menunjukkan bahwastress berpengaruh terhadap kepuasan kerjayang dirasakan oleh tenaga edukatif tetapUniversitas Airlangga.Namun hasil penelitian Lut (2008)menunjukkan bahwa pengaruh stres kerjaterhadap kepuasan kerja karyawan pada PTSHARP Electronics Indonesia adalah streskerja tidak memiliki pengaruh yang signifikanterhadap kepuasan kerja karyawan. Karenadengan stres, seseorang semakin terpacuuntuk mengerahkan segala kemampuan dansumberdaya-sumberdaya yang dimilikinyaagar dapat memenuhi persyaratan dankebutuhan kerja.Berdasarkan kerangka berpikir diatasmaka dapat dibuat suatu model sebagaikerangka pemikiran teoritis untuk menjawabmasalah penelitian sebagai berikut:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->