• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Korosi
adalah kerusakan atau degradasilogamakibat reaksi denganlingkunganyang korosif. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimiaatau elektrokimiadengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikandari prosesekstraksilogam darimaterial. Contohnya, logam besidi alam bebas dalam bentuk  senyawa   besi oksidaatau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk   pembuatan bajaatau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).Deret voltadanhukum Nernstakan membantu untuk dapat melihat terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksidadapat menghalangi beda potensialterhadapelektrodalainnya yang akan sangat berbeda bila masih  bersih dari oksida.
Dalam kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai pada bangunan-bangunan maupun peralatan yangmemakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi-baja dan sebagainya. Seng untuk atap dapat bocor karena termakan korosi. Jembatan dari baja maupun badan mobil juga dapat menjadi rapuh karena korosi.Selain pada perkakas logam ukuran besar, korosi ternyata juga dapat terjadi pada komponen-komponen renikperalatan elektronik yang terbuat dari logam.
 
Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam pada dasarnya merupakanreaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen.Salah satu penyebab ambruknya suatu infrastruktur seperti jembatan, jalan layang atau dermaga adalahterkorosinya besi dalam beton infrastruktur tersebut. Besi dalam beton sebenarnya tahan terhadap korosi karenasifat alkali dari beton (pH 12-13) sehingga terbentuk lapisan pasif di permukaan besi dalam beton. Besi baruterkorosi bila lapisan ini rusak. Proses karbonisasai (carbonation) dan intrusi ion-ion klorida dan gas CO2 kedalam beton merupakan faktor penyebab rusaknya lapisan tersebut yang berlanjut dengan terkorosinya besi didalam beton.Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung seperti pergantian peralatan industri,perawatan jembatan, konstruksi dan sebagainya, tetapi juga biaya tidak langsung seperti terganggunya prosesproduksi dalam industri serta kelancaran transportasi yang umumnya lebih besar dibandingkan biaya langsung.Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itusendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkunganmeliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dansebagainya.Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuksenyawa an-organik maupun organik. Flour, hidrogen fluorida beserta persenyawaan-persenyawaannya dikenalsebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik.Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri. Pada suhudan tekanan normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara. Ammoniak dalamkegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan organik, sebagai bahan anti beku di dalam alatpendingin, juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. Aneka partikel aerosol, debu serta gas-gas asamseperti NOx dan SOx dapat berubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) di udara. Olehsebab itu, udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas asam tersebut di dalamudara. Dalam lingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronikarenik sampai jembatan baja semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi.Korosi pada piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan sifat elektrik pada
 
komponen-komponen tersebut menjadi rusak karena terbentuknya lapisan non-konduktor. Dalam beberapakasus, hubungan pendek yang terjadi pada peralatan elektronik dapat menyebabkan terjadinya kebakaran yangmenimbulkan kerugian bukan hanya dalam bentuk kehilangan atau kerusakan materi, tetapi juga korban nyawa.(Gadis)
KOROSI PADA PERALATAN ELEKTRONIK Korosi atau secara awam lebih dikenal dengan istilah pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan. Penyelidikan tentang sistim elektrokimiatelah banyak membantu menjelaskan mengenai korosi ini, yaitu reaksi kimia antara logam dengan zat-zat yang ada di sekitarnya atau dengan partikel-partikel lain yang ada di dalam matrik logam itusendiri. Jadi dilihat dari sudut pandang kimia, korosi pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadiion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen.Pada umumnya suatu peralatan elektronik mengandung komponen logam yang mempunyai waktuhidup atau masa pakai tertentu. Korosi pada komponen-komponen tersebut dapat menimbulkankerugian ekonomi akibat berkurangnya masa produktif peralatan elektronik. Korosi bahkan dapatmenyebabkan terjadinya gangguan berupa terjadinya hubungan pendek (konsluiting) yang dapatmengarah kepada terjadinya kecelakaan. Masalah korosi peralatan elektronik merupakan salah satusumber yang dapat memicu kegagaan operasional serta keselamatan kerja pada suatu industri. Olehsebab itu, masalah ini sudah selayaknya mendapat perhatian yang serius dari berbagai kalangan.Dalam kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam. Bangunan- bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi- baja dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini. Seng untuk atap dapat bocor karenatermakan korosi. Demikian juga besi untuk pagar tidak dapat terbebas dari masalah korosi. Jembatandari baja maupun badan mobil dapat menjadi rapuh karena peristiwa alamiah yang disebut korosi.Selain pada perkakas logam ukuran besar, korosi ternyata juga mampu menyerang logam padakomponen-komponen renik peralatan elektronik, mulai dari jam digital hingga komputer, serta peralatan-peralatan canggih lainnya yang digunakan dalam berbagai aktivitas umat manusia, baik dalam kegiatan industri maupun di dalam rumah tangga.Korosi merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. Di negara-negara maju sekalipun, masalahini secara ilmiah belum tuntas terjawab hingga saat ini. Selain merupakan masalah ilmu permukaanyang merupakan kajian dan perlu ditangani secara fisika, korosi juga menyangkut kinetika reaksi yangmenjadi wilayah kajian para ahli kimia. Korosi juga menjadi masalah ekonomi karena menyangkutumur, penyusutan dan efisiensi pemakaian suatu bahan maupun peralatan dalam kegiatan industri.Milyaran Dolas AS telah dibelanjakan setiap tahunnya untuk merawat jembatan, peralatan perkantoran,kendaraan bermotor, mesin-mesin industri serta peralatan elektronik lainnya agar umur konstruksinyadapat bertahan lebih lama. Banyak negara telah berusaha menghitung biaya korosi nasional dengancara yang berbeda-beda, umumnya jatuh pada nilai yang berkisar antara 1,5 – 5,0 persen dari GNP.Para praktisi saat ini cenderung sepakat untuk menetapkan biaya korosi sekitar 3,5 persen dari GNP.Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung seperti pergantian peralatanindustri, perawatan jembatan, konstruksi dan sebagainya, tetapi juga biaya tidak langsung sepertiterganggunya proses produksi dalam industri serta kelancaran transportasi yang umumnya lebih besar dibandingkan biaya langsung.
 
Penyebab Korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahanitu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atasasam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik.Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi. Udaradalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yangada dalam ruangan tersebut. Flour, hidrogen fluorida beserta persenyawaan-persenyawaannya dikenalsebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik.Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri.Pada suhu dan tekanan normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara.Ammoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan organik, sebagai bahananti beku di dalam alat pendingin, juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. Bejana-bejana penyimpan ammoniak harus selalu diperiksa untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pelepasan bahan ini ke udara.Embun pagi saat ini umumnya mengandung aneka partikel aerosol, debu serta gas-gas asam seperti NOx dan SOx. Dalam batubara terdapat belerang atau sulfur (S) yang apabila dibakar berubah menjadioksida belerang. Masalah utama berkaitan dengan peningkatan penggunaan batubara adalahdilepaskannya gas-gas polutan seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx). Walaupunsebagian besar pusat tenaga listrik batubara telah menggunakan alat pembersih endapan (presipitator)untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap batubara, namun NOx dan SOx yang merupakansenyawa gas dengan bebasnya naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. Di dalam udara,kedua gas tersebut dapat berubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Oleh sebabitu, udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas asam tersebut di dalamudara. Udara yang asam ini tentu dapat berinteraksi dengan apa saja, termasuk komponen-komponenrenik di dalam peralatan elektronik. Jika hal itu terjadi, maka proses korosi tidak dapat dihindari lagi.Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatankerusakan bahkan kecelakaan. Karena korosi ini maka sifat elektrik komponen-komponen elektronikadalam komputer, televisi, video, kalkulator, jam digital dan sebagainya menjadi rusak. Korosi dapatmenyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada komponen elektronik. Oleh sebab itu, dalamlingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi. Dalam beberapa kasus,hubungan pendek yang terjadi pada peralatan elektronik dapat menyebabkan terjadinya kebakaran yangmenimbulkan kerugian bukan hanya dalam bentuk kehilangan atau kerusakan materi, tetapi jugakorban nyawa.
Pengendalian Korosi
Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambatmaupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya.Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik menjadi panjang sesuai dengan yangdirencanakan, bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional, sehingga berpengaruhterhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industri.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...