Penyebab Korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahanitu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atasasam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik.Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi. Udaradalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yangada dalam ruangan tersebut. Flour, hidrogen fluorida beserta persenyawaan-persenyawaannya dikenalsebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik.Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri.Pada suhu dan tekanan normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara.Ammoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan organik, sebagai bahananti beku di dalam alat pendingin, juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. Bejana-bejana penyimpan ammoniak harus selalu diperiksa untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pelepasan bahan ini ke udara.Embun pagi saat ini umumnya mengandung aneka partikel aerosol, debu serta gas-gas asam seperti NOx dan SOx. Dalam batubara terdapat belerang atau sulfur (S) yang apabila dibakar berubah menjadioksida belerang. Masalah utama berkaitan dengan peningkatan penggunaan batubara adalahdilepaskannya gas-gas polutan seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx). Walaupunsebagian besar pusat tenaga listrik batubara telah menggunakan alat pembersih endapan (presipitator)untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap batubara, namun NOx dan SOx yang merupakansenyawa gas dengan bebasnya naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. Di dalam udara,kedua gas tersebut dapat berubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Oleh sebabitu, udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas asam tersebut di dalamudara. Udara yang asam ini tentu dapat berinteraksi dengan apa saja, termasuk komponen-komponenrenik di dalam peralatan elektronik. Jika hal itu terjadi, maka proses korosi tidak dapat dihindari lagi.Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatankerusakan bahkan kecelakaan. Karena korosi ini maka sifat elektrik komponen-komponen elektronikadalam komputer, televisi, video, kalkulator, jam digital dan sebagainya menjadi rusak. Korosi dapatmenyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada komponen elektronik. Oleh sebab itu, dalamlingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi. Dalam beberapa kasus,hubungan pendek yang terjadi pada peralatan elektronik dapat menyebabkan terjadinya kebakaran yangmenimbulkan kerugian bukan hanya dalam bentuk kehilangan atau kerusakan materi, tetapi jugakorban nyawa.
Pengendalian Korosi
Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambatmaupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya.Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik menjadi panjang sesuai dengan yangdirencanakan, bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional, sehingga berpengaruhterhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industri.
Leave a Comment
hai semuanya...!