• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
KEBOSENTUHAN TEKNIK TENAGA NUKLIR PADA ELEKTRONIKAAda tiga jenis reaktor nuklir dilihat dari tujuan penggunaannya. Pertama adalah reaktor yang digunakanuntuk tujuan penelitian yang lazim disebut reaktor penelitian (research reactor). Kedua adalah reaktor yang dirancang untuk menghasilkan listrik yang lazim disebut reaktor daya (power reactor) dandigunakan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Ketiga adalah reaktor yang dirancang berperan ganda, yaitu sebagai penghasil listrik (berperan sebagai reaktor daya) dan produksi bahan bakar fisi (membiakkan bahan bakar nuklir) yang lazim dikenal sebagai reaktor pembiak (breeder reactor).Reaktor penelitian mempunyai peran yang sangat besar dalam rangka pemanfaatan teknik nuklir di luar energi. Reaktor jenis ini hanya memanfaatkan neutron hasil reaksi fisi nuklir, sedang panas yang keluar dari reaksi nuklir itu akan dibuang. Karena memanfaatkan neutron, reaktor penelitian dirancangmempunyai fluks neutron yang cukup besar sehingga cocok sebagai sarana untuk melakukan irradiasidengan neutron. Agar fluks neutronnya mencapai optimum, maka pada teras reaktor dikelilingi balok  berlillium (Be) dan beberapa baris elemen Be sebagai pemantul neutron. Selain itu, karena panasnyatidak dimanfaatkan, maka reaktor penelitian dirancang berdaya thermal rendah, yaitu berkisar dari beberapa ratus kilo Watt (kW) hingga puluhan Mega Watt (MW).Pemanfaatan teknik nuklir di luar sektor energi dapat dilakukan dengan melibatkan reaktor penelitianmaupun tanpa melibatkan reaktor penelitian secara langsung. Pemanfaatan yang melibatkan reaktor  penelitian umumnya adalah dengan melakukan irradiasi neutron di dalam teras reaktor. Proses irradiasineutron ini banyak dimanfaatkan untuk penelitian dalam bidang kedokteran, fisika, kimia, biologi, pertanian, industri, studi lingkungan, metalurgi bahan dan sebagainya. Sedang pemanfaatan teknik nuklir yang tidak melibatkan reaktor penelitian secara langsung biasanya dilakukan denganmemanfaatakan radiasi yang dipancarkan oleh radioisotop. Dengan teknik ini, irradiasi bisa dilakukandi luar teras reaktor. Sedang radioisotopnya sendiri diproduksi dengan teknik irradiasi neutron di dalamteras reaktor.Irradiasi gamma dengan radioisotop banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Teknologi irradiasitelah diaplikasikan dalam proses-proses kimia suatu industri. Tanpa disadari sebetulnya banyak produk- produk industri yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari mengandung komponen yang proses pembuatannya melibatkan teknologi irradiasi. Barang-barang dari plastik untuk keperluan rumahtangga dapat dibuat melalui proses irradiasi. Produk berupa pesawat televisi maupun mobil misalnya,mengandung komponen-komponen maupun kabel yang pembungkusnya diperkuat oleh prosesirradiasi.
Polimerisasi Radiasi
Penggunaan teknologi irradiasi yang cukup besar adalah dalam proses kimia suatu industri. Karenamembawa energi yang cukup tinggi, radiasi dapat bertindak sebagai katalis untuk merangsangterjadinya perubahan kimia suatuÆÒhan, salah satunya adalah untuk merubah bahan kimia sejeniscairan dari senyawa organik dalam golongan monomer menjadi polimer. Salah satu sifat dari monomer ini adalah apabila menerima paparan radiasi dapat berubah menjadi bahan baru yang disebut polimer,yaitu bahan padat yang sangat keras pada suhu kamar. Teknik pembuatan polimer dengan bantuanradiasi ini disebut polimerisasi radiasi. Dalam bidang industri, teknologi polimerisasi radiasi dapatdipakai untuk memproduksi plastik bermutu tinggi karena sifatnya yang sangat kuat serta tahanterhadap panas.Secara umum dapat dikatakan bahwa polimerisasi merupakan usaha untuk memadukan beberapa unsur 
 
menjadi satu zat yang berpadu. Pemanfaatan polimer hasil irradiasi dalam industri yang paling banyak adalah untuk pembuatan bahan isolasi kabel listrik. Irradiasi menyebabkan rantai molekul panjang pada polimer bergandengan pada tempat-tempat tertentu yang prosesnya dikenal sebagai pengikatan silang(crosslinking). Energi radiasi dapat merangsang terjadinya ikatan silang antar polimer sehinggaterbentuk jaringan tiga dimensi yang dapat mengubah sifat polimer. Peristiwa inilah yang sebenarnyamenyebabkan bahan isolasi kabel lebih tahan terhadap panas dan listrik tegangan tinggi.Kabel tidak pernah dapat dipisahkan dari listrik. Hampir pada setiap barang elektronik dapat kita jumpai kabel di dalamnya. Secara umum, kabel yang kita kenal biasanya terdiri atas satu atau lebihlogam konduktor yang dibungkus dengan bahan isolator. Kabel jenis ini sering kita temui baik untuk transmisi arus listrik maupun pengiriman pulsa listrik dalam telekomunikasi. Isolasi kabel listrik umumnya dibuat dari bahan plastik polietilen atau polivinil chlorida (PVC). Kedua polimer inimerupakan jenis linier, yaitu polimer yang melunak atau leleh apabila dipanaskan. Kelemahan bahanisolasi ini tentu tidak diinginkan untuk kabel yang digunakan pada alat atau instalasi tertentu.Logam-logam konduktor yang saat ini digunakan untuk kabel transmisi listrik masih memiliki tahanan-dalam, sehingga menyebabkan sebagian arus listrik yang dialirkannya berubah menjadi panas yangdikenal sebagai pemanasan Joule. Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi pula tahanan-dalamnya,sehingga semakin banyak energi listrik yang dialirkannya berubah menjadi panas. Karena pemanasanJoule itu pula, maka kuat arus yang mengalir dalam kabel harus dibatasi. Itulah sebabnya, barang- barang elektronik tertentu, komputer misalnya, dilengkapi dengan kipas angin untuk mengeluarkan panas yang terjadi dalam sirkuit-sirkuitnya.Plastik PVC yang dibuat dari bahan polimer hasil irradiasi dapat mempertahankan kepadatannya padatemperatur yang jauh lebih tinggi dibandingkan plastik PVC biasa (hasil proses kimia). Denganteknologi irradiasi ini, bahan isolasi kabel menjadi lebih kuat, lebih elastis, dan lebih tahan terhadapminyak serta larutan kimia lainnya. Kelebihan ini dapat dicapai tanpa menyebabkan perubahan sifatkelistrikan maupun daya isolasinya.Teknologi irradiasi juga dapat memodifikasi polietilen menjadi produk polimer yang dapat menyusutvolumenya apabila diberi perlakuan panas yang sering disebut sebagai heat shrinkable tube. Produk ini banyak digunakan dalam industri listrik untuk mengisolasi sambungan-sambungan listrik. Heatshrinkable tube juga sering digunakan dalam industri telekomunikasi untuk membungkus satuan-satuankabel seperti satuan kabel telepon, agar terlindung dari pengaruh luar, lebih awet, aman serta dapatditanam di bawah tanah.Teknologi irradiasi sangat efisien dan ekonomis untuk pembuatan polimer bahan isolasi kabel berdiameter kecil yang banyak dipakai dalam industri elektronika yang memerlukan akurasi tinggi,seperti komputer dan pesawat telekomunikasi. Untuk beberapa jenis produk barang elektronik, penggunaan kabel bermutu tinggi ini seringkali menjadi syarat mutlak, sehingga produk yangdihasilkannya benar-benar dapat diandalkan dan berdaya saing.Lapisan permukaan sangat tipis (membran) pada baterai perak oksida yang digunakan dalam jamdigital maupun kalkulator, demikian juga permukaan floppy disks dan pita rekam video tape, diprosesmenggunakan teknologi irradiasi. Peneliti dari Jepang telah berhasil membuat membran polimer dariselulosa yang digunakan untuk sistim akustik mikrofon atau pembesar suara. Membran berkualitastinggi ini sedang dikembangkan nilai komersialnya untuk pembuatan sound systems dan alat musik  bermutu tinggi. Dalam bidang energi, polimer elektrolit padat (solid polymer electrolyte) dapatdigunakan untuk pembuatan sel fotoelektro kimia. Polimer ini dibuat dari polietilen oksida (PEO) yangdikopel dengan kalium jodida (KJ) dan jodium (J2). Penelitian dalam bidang ini masih terusdikembangkan untuk mendapatkan suatu sistim polimer elektrolit padat yang kelak dapat digunakansebagai baterai untuk keperluan sistim pembangkit listrik bertenaga matahari (solar energy).
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...