• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1
Peran Klinisi dalam kodefikasi untuk Sistem Casemix
Prof. Dr. Nurul Akbar, Sp.PD, KGEHDepartemen Ilmu Penyakit DalamFKUI/RSCM, Jakarta.Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MAKetua Komite Medik dan Ketua SMF Kesehatan Anak RSUP Fatmawati Jakarta.
Pendahuluan
Secara mudahnya, sistem Casemix terdiri dari 3 (tiga) komponen utama yaitu
clinical pathways
, kode diagnosis ICD 10 dan prosedur tindakan ICD 9 CM serta biaya yangdikeluarkan.Meskipun kodefikasi tersebut merupakan tugas dari petugas Rekam Medik, namunpengambilan dan pencatatan kode tersebut adalah berdasarkan dari hasil pekerjaanprofesi medik dalam melaksanakan praktik keprofesiannya kepada pasien, dalam hal inisesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional
1
yang dituangkan dalambentuk format
clinical pathways
dalam rangka kendali mutu dan kendali biaya melaluikegiatan audit medis.
2
Setiap profesi medis wajib membuat rekam medis dan dilengkapi dengan segera setelahmemberikan pelayanan terhadap pasien.
3
, termasuk penulisan diagnosis penyakit danprosedur tindakan yang dilakukan terhadap pasien. ‘Wajib’ disini karena adanya unsur’pidana’ sebagaimana Pasal 79 ayat b.
4
Disampaikan pada
First Indonesian-Malaysian Casemix Conference 2006.
Diselenggarakan olehDirektorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes RI di Goodway Hotel Batam, 19-21 November 2006.
1
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 51 ayat a.
2
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 49.
3
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 46.
4
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 79 ayat b.
 
2
Beberapa alternatif peran serta profesi dalam proses kodefikasi diagnosis ICD 10dan kode prosedur tindakan ICD 9 CMAlternatif Pertama:
1. Dokter menulis diagnosis utama, penyakit penyerta dan komplikasi penyakitdengan jelas dan terbaca oleh oarng lain terutama petugas rekam medis padalembar:a. Lembar depan dalam Rekam Medis.b. Lembar catatan medis harian (
 follow up
) dalam Rekam Medis.c. Lembar resume/ringkasan pasien pulang dalam Rekam Medis.2. Dokter menulis seluruh tindakan prosedur yang dilakukan dengan jelas danterbaca oleh oarng lain terutama petugas rekam medis.a. Lembar catatan medis harian (
 follow up
) dalam Rekam Medis.b. Lembar laporan tindakan/operasi pasien dalam Rekam Medi.c. Lembar resume/ringkasan pasien pulang dalam Rekam Medis.3. Petugas Rekam Medik menulis kode diagnosis ICD 10 dan prosedur tindakanICD 9 CM berdasarkan hasil dari langkah (1) dan (2) di atas.
Alternatif Kedua:
1. Petugas Rekam Medik menyusun kode diagnosis ICD 10 dan prosedur tindakanICD 9 CM berdasarkan hasil diagnosis penyakit dan prosedur tindakan terseringdari setiap kelompok profesi/SMF sebagaimana contoh dalam Gambar 1 dan 2.2. Hasil penyusunan langkah (1) tersebut disebar luaskan kepada seluruh SMFterkait dan Ruang Rawat/Operasi/Polklinik masing masing untuk memudahkanprofesi dokter/perawat mengisi kodefikasi dalam Rekam Medik sebagaimanadalam Alternatif Pertama pada langkah (1) dan (2).
 
3Gambar 1. Contoh Data 10 besar penyakit dengan kode diagnosis ICD 10 dari BagianRekam Medik Rumah Sakit.
5
5
Firmanda D. Kodefikasi ICD 10 dan ICD 9 CM: sebagai indikator mutu Rekam Medik dalam rangkamutu pelayanan rumah sakit. Disampaikan pada Sosialisasi Pola Sistem Informasi Manajemen RumahSakit. Diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes RI di Hotel PanghegarBandung 1-3 Juni 2006.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...