Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Strategi Bel. Meng. IPS

Strategi Bel. Meng. IPS

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 5,014 |Likes:
Published by James elkana

More info:

Published by: James elkana on Jun 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
BAB IKEGIATAN BELAJAR MENGAJARDI SEKOLAH DASARLATAR BELAKANG
 
Kegiatan belajar bagi anak usia sekolah dasar mempunyai arti dan tujuan ter-sendiri. Hal ini berkaitan dengan ciri-ciri atau karakteristik anak yang bersangkutan.Seorang guru SD harus memahami bahwa komponen anak merupakan komponen ter-penting dalam proses pengajaran. Karenanya proses pengajaran itu harus diciptakanatas dasar pemahaman siapa dan bagaimana anak tumbuh dan berkembang. Dengankata lain kegiatan belajar mengajar yang secara praktis dikembangkan guru di sekolahdasar, dituntut untuk berorientasi pada perkembangan anak secara tepat. Inilah suatupendekatan pengajaran yang dikenal dengan ”Developmentally Appropriate Practice”Hal utama yang penting dipahami oleh guru SD adalah bahwa pendekatan pe-ngajaran yang berorientasi pada perkembangan anak (DAP), merujuk pada pemaha-man yang mendalam (philosophy) tentang pentingnya pengejawantahan mengenaiperkembangan anak dalam setiap keputusan pengembangan program dan praktek pengajaran. Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman baik dimensi umur anak maupun dimensi individualnya. Dengan pendekatan DAP pengajaran berorientasipada apa yang peserta didik sukai, apa yang peserta didik harapkan, atau bahkan apayang peserta didik inginkan. Pendekatan ini menghendaki pengajaran menjadi bersi-fat ”child initiated, child-directed, dan ”teacher-supported”, yang Carot (1995)ungkapkan hal itu sebagai komponen esensial dalam pendekatan DAP.Melalui pendekatan DAP, arti tujuan belajar bagi anak sudah tentu menjadidemikian penting. Karena komponen tujuan dalam pengajaran, harus dipertimbang-kan dengan cermat. Tujuan itu tidak cukup hanya dijelaskan dengan rumusan tujuaninstuksional saja. Memahami tujuan yang dicanangkan bagi terjadinya proses belajaryang diharapkan anak SD, seorang guru akan selalu dituntut untuk menyadari adanyatujuan-tujuan pengiring. Demikian juga suatu keluaran yang dikehendaki dari prosespengajaran itu bukan sekedar dilihat dari dampak instruksionalnya saja (intructionaleffect), melainkan pula mencakup pertimbangan tentang pentingnya dampak pengi-ring (nurturent effect).
Tujuan
 Setelah Anda mempelajari dan mengkaji materi ini, Anda dapat : :1. Menjelaskan hakekat pendekatan DAP beserta pemahaman akan dimensi umuranak dan dimensi individualnya dalam pengajaran2. Menjelaskan karakteristik anak usia SD secara umum dan tanggung jawab gurudalam mengembangkan sistem pengajarannya3. Menjelaskan arti belajar bagi anak usia sekolah dasar dalam pandangan ahli psiko1
 
logi konstruktivistik 4. Menjelaskan tujuan kegiatan belajar mengajar bagi anak sekolah dasar5. Menjelaskan hakekar mengajar di SD sejalan dengan arti belajar menurut pan-dangan ahli psikologi konstruktivistik 6. Menggambarkan penciptaan kondisi lingkungan belajar yang dibutuhkan dilihatdari tiga dimensi perkembangan anak usia sekolah dasar7. Menjelaskan tujuan pengajaran dan tujuan pengiring, demikian halnya dengankeluaran pengajaran dalam bentuk dampak instruksional dan dampak pengiring
A. HAKEKAT PENDEKATAN ”DAP”
 Developmentally Appropriate Practice (DAP) adalah suatu kerangka acuan;suatu filosofis atau juga pendekatan mengenai bagaimana berinteraksi dan bekerjabersama anak (peserta didik). Pendekatan DAP didasarkan atas akumulasi dataatau fakta dan hasil-hasil penelitian yang memerankan tentang apa yang pesertadidik sukai. Menurut konsep ini pengejawantahan pengetahuan tentang perkem-bangan peserta didik atau hal-hal yang berkenaan bagi anak SD ke dalam setiapimplikasi praktis pengembangan pengajaran tidaklah diabaikan.Dalam setiap pelaksanaan pengajaran, guru akan selalu dituntut untuk mampumembuat keputusan. Keputusan inilah yang akan menetapkan apakah suatu peng-ajaran yang ditempu guru itu telah mempertimbangkan pengetahuan mengenaianak atau belum. Jika keputusan itu benar-benar mengakomodasikan ”siapa anak SD sebenarnya”, maka keputusan tersebut dapat dikatakan telah mendasarkanpada pendekatan DAP.Menyimak pendapat Bredekamp (1987) tentang konsep ”developmentalappropriateness” menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran yang berorientasipada perkembangan anak itu mempunyai dua dimensi pemahaman. Pertamaadalah dimensi umur (age appropriate) dan yang kedua adalah dimensi individual(individually appropriate).Dengan memahami dimensi umur peserta didik, guru dalam menyelenggara-kan pengajarannya tidak akan pernah bisa mengabaikan aspek perkembangan pe-serta didik. Misalnya diakui Bredekamp bahwa hasil pendidikan mengenai per-kembangan manusia itu memperlihatkan hal yang berlaku umum, yakni adanyaperkembangan yang dapat diramalkan mengenai urutan pertumbuhan (growth)dan perubahan (change) yang terjadi terutama selama umur 9 tahun. Perubahanyang dapat diramalkan itu menyangkut aspek perkembangan fisik, emosional,sosial dan perkembangan kognitif. Pemahaman tentang keunikan perkembanganpeserta didik dalam rentang waktu (umur) tersebut selayaknya menjadi acuan ataudasar filosofis setiap pelayanan program pengajaran yang disediakan guru. Gurusepatutnya mampu mempersiapkan dan menyediakan lingkungan belajar dari pe-ngalaman belajar yang benar-benar ”approratee” (layak, pantas, cocok, padan atautepat) dengan perkembangan anak.2
 
Selanjutnya dengan memahami dimensi individual, guru dalam menyelengga-rakan pengajarannya tidak akan pernah mengabaikan keunikan peserta didik.Bukankah mereka itu bersifat khas (unique) atau utuh (individed) baik dari segipola ataupun waktu perkembangannya sebagaimana mereka itu khas dalam kepri-badiannya, gaya belajarnya latar belakang keluarganya. Keunikan sebenarnyamemperlihatkan eksistensi perbedaan sekaligus akan menolak perlakuan yang”mempersamakan” atau menyamaratakan.Pemahaman lebih lanjut atas keunikan peserta didik menyiratkan bahwademokratisasi dalam pengajaran menjadi sebuah tuntutan. Pelayanan pengajaranyang diindividualisasikan (individually guided education/IGE) juga akan cende-rung muncul (trendy) di masa yang akan adatang di Indonesia dan ini tidak bolehdihindari secara sengaja. Kurikulum (bahan ajar apa yang harus dilaksanakan?)dan interaksi yang diciptakan, selayaknya (akan menjadi approriate/tepat ataumendapat pembenaran), manakala pembelajaran itu benar-benar responsif ataskeragaman (individual) peserta didik. Belajar yang merupakan hasil interaksiantara pikiran dan pengalaman dengan bahan gagasan dan orang lain ”haruslah”cocok (mached) dengan dan memang menantang (Challenging) minat dan pema-haman peserta didik.Pemahaman atas perkembangan peserta didik sekaligus dengan keunikannya,dibutuhkan guru dalam mengidentifikasi tentang perilkaku yang cocok (perilakupada diri anak) sebagai tujuan yang dapat dicapai dalam pengajaran, kegiatan danpengalaman belajar yang tepat diciptakan, dan bahan pelajaran yang padan bagikelompok usia tertentu, serta sistem evaluasi yang hendak digunakan. Pemaha-man akan dimensi individual yang mengakui adanya keragaman latar belakangkeluarga peserta didik, maka DAP dengan sendirinya memandang penting keter-libatan aktif orang tua baik sebagai sumber ataupun pembuat keputusan mengenaiketepatan perlakuan atau pelayanan individual bagi pendidikan anak.
B. KARAKTERISTIK ANAK SEKOLAH DASAR
 Masa usia SD (sekitar 6,0 – 12,0) merupakan tahapan perkembangan pentingdan bahkan fundamental bagi kesuksesan perkembangan selanjutnya. Karena itu,guru tidak boleh mengabaikan kehadiran dan kepentingan mereka. guru selaludituntut memahami karakteristik anak, arti belajar, dan tujuan kegiatan belajar.Karakteristi usia anak SD secara umum sebagaimana dikemukakan Bassett. Jacka,dan Logan (1983) seperti berikut ini :1.
 
Mereka secara alamia memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan tertarik akandunia sekitar yang mengelilingi diri mereka sendiri2.
 
Mereka senang bermain dan lebih suka bergembira/riang3.
 
Mereka suka mengatur dirinya untuk menangani berbagai hal, meneksplorasisuatu situasi dan mencobakan usaha-usaha baru3

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ipit Hayati added this note
TRIMS ATAS DITAMPILKANNYA MATERI INI KRN SANGAT MEMBANTU SIAPAUN YANG SEDANG MEMBUTUHKAN MATERI TTG IPS SD.
Icon Kupang liked this
Rizqi Kustanti liked this
Patrick Vs Kodok liked this
Kutsiatut Diana liked this
galih_putra_12 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->