Selanjutnya dengan memahami dimensi individual, guru dalam menyelengga-rakan pengajarannya tidak akan pernah mengabaikan keunikan peserta didik.Bukankah mereka itu bersifat khas (unique) atau utuh (individed) baik dari segipola ataupun waktu perkembangannya sebagaimana mereka itu khas dalam kepri-badiannya, gaya belajarnya latar belakang keluarganya. Keunikan sebenarnyamemperlihatkan eksistensi perbedaan sekaligus akan menolak perlakuan yang”mempersamakan” atau menyamaratakan.Pemahaman lebih lanjut atas keunikan peserta didik menyiratkan bahwademokratisasi dalam pengajaran menjadi sebuah tuntutan. Pelayanan pengajaranyang diindividualisasikan (individually guided education/IGE) juga akan cende-rung muncul (trendy) di masa yang akan adatang di Indonesia dan ini tidak bolehdihindari secara sengaja. Kurikulum (bahan ajar apa yang harus dilaksanakan?)dan interaksi yang diciptakan, selayaknya (akan menjadi approriate/tepat ataumendapat pembenaran), manakala pembelajaran itu benar-benar responsif ataskeragaman (individual) peserta didik. Belajar yang merupakan hasil interaksiantara pikiran dan pengalaman dengan bahan gagasan dan orang lain ”haruslah”cocok (mached) dengan dan memang menantang (Challenging) minat dan pema-haman peserta didik.Pemahaman atas perkembangan peserta didik sekaligus dengan keunikannya,dibutuhkan guru dalam mengidentifikasi tentang perilkaku yang cocok (perilakupada diri anak) sebagai tujuan yang dapat dicapai dalam pengajaran, kegiatan danpengalaman belajar yang tepat diciptakan, dan bahan pelajaran yang padan bagikelompok usia tertentu, serta sistem evaluasi yang hendak digunakan. Pemaha-man akan dimensi individual yang mengakui adanya keragaman latar belakangkeluarga peserta didik, maka DAP dengan sendirinya memandang penting keter-libatan aktif orang tua baik sebagai sumber ataupun pembuat keputusan mengenaiketepatan perlakuan atau pelayanan individual bagi pendidikan anak.
B. KARAKTERISTIK ANAK SEKOLAH DASAR
Masa usia SD (sekitar 6,0 – 12,0) merupakan tahapan perkembangan pentingdan bahkan fundamental bagi kesuksesan perkembangan selanjutnya. Karena itu,guru tidak boleh mengabaikan kehadiran dan kepentingan mereka. guru selaludituntut memahami karakteristik anak, arti belajar, dan tujuan kegiatan belajar.Karakteristi usia anak SD secara umum sebagaimana dikemukakan Bassett. Jacka,dan Logan (1983) seperti berikut ini :1.
Mereka secara alamia memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan tertarik akandunia sekitar yang mengelilingi diri mereka sendiri2.
Mereka senang bermain dan lebih suka bergembira/riang3.
Mereka suka mengatur dirinya untuk menangani berbagai hal, meneksplorasisuatu situasi dan mencobakan usaha-usaha baru3