Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tanaman lamtoro

Tanaman lamtoro

Ratings: (0)|Views: 29 |Likes:
Published by Reza Fitra Nugraha

More info:

Published by: Reza Fitra Nugraha on Sep 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2014

pdf

text

original

 
Nama : Reza Fitra NugrahaNPM : 200110120084Kelas : B
Tanaman lamtoro (Leucaena leucocephala)
Tahun 1990an, lamtoro alias petai cina, pernah dihebohkan sebagai tanaman ajaib.
Terutama varietas “lamtoro gung”. Di mana
-mana ada upaya menanam lamtoro. Hingga
ketika itu ada istilah “lamtoronisasi”. Introduksi varietas lamtoro unggul baru yang disebut
lamtoro gung, telah mendatangkan jenis hama baru, yang disebut kutu loncat. Banyak tanaman lamtoro pelindung kopi dan kakao yang mati karena terserang kutu loncat. Produksikopi dan kakao anjlok. Maka didatangkanlah kepik dari Afrika, yang merupakan predator dari kutu loncat.Lamtoro gung, memang jauh lebih unggul dibanding dengan lamtoro biasa. Pertumbuhannyalebih cepat, ukuran batangnya lebih besar. Kalau diameter batang lamtoro biasa maksimalhanya 20 cm, maka lamtoro gung bisa mencapai 40 cm. Ukuran daun, dan juga buah lamtorogung juga lebih besar dari lamtoro biasa. Produksi daun lamtoro gung, otomatis juga lebihtinggi dibanding lamtoro biasa. Kelemahan lamtoro gung adalah, rentan terhadap serangankutu loncat. Sekarang sudah sangat sulit menemukan varietas lamtoro biasa di negeri kita.Tanaman lamtoro (Leucaena leucocephala), merupakan pasangan dari kaliandra(Calliandra calothyrsus). Kalau kaliandra hanya bisa tumbuh baik di dataran menengahsampai tinggi, maka lamtoro justru menginginkan dataran menengah sampai rendah. Hinggalamtoro cocok untuk menghijaukan kawasan dataran rendah, sementara kaliandra cocoknyauntuk menghijaukan dataran tinggi. Perbedaan yang juga cukup mencolok, buah dan bijilamtoro merupakan sayuran, sementara buah dan biji kaliandra tidak bisa dimakan. Lamtoro berbatang tunggal, kaliandra tumbuh membentuk rumpun yang sangat rapat.Tahun 1980an, ketika diintroduksi lamtoro gung, orang sering menyebut lamtoro biasa sebagai lamtoro lokal. Padahal, lamtoro lokal pun, sebenarnya bukan tumbuhan asliIndonesia. Semua genus Leucaena, berasal dari Amerika Tengah dan Latin. Diintroduksi kenegeri kita, oleh bangsa Portugis dan Belanda. Lamtoro adalah tumbuhan berbentuk perdu.Meskipun diameter batang dan ketinggian tajuk lamtoro gung, bisa mendekati ukuran pohon.Kelebihan lamtoro adalah pertumbuhannya yang sangat pesat. Sama dengan albisia, dankaliandra, lamtoro mampu menghijaukan kawasan yang gersang, hanya dalam jangka waktusekitar lima tahun.
 
Daun lamtoro adalah pakan ternak ruminansia, yang sangat tinggi nilai gizinya,terutama proteinnya. Namun daun lamtoro tidak bisa diberikan ke ternak secara tunggal,dalam jangka waktu lama. Sebab hal ini akan dapat mengakibatkan efek samping berupakerontokan bulu. Buah lamtoro, bisa dipetik polong mudanya (kèpèk), untuk lalap ataudisayur. Polong yang sudah tua, dipanen untuk diambil bijinya. Biji lamtoro ini lazimdimasak botok atau untuk lalap, sebagai pengganti petai. Biji yang sudah tua, biasa dijadikantempe lamtoro. Rasa tempe lamtoro sangat khas, proteinnya tinggi, dan mengandung banyak serat yang baik untuk pencernakan.Hasil utama lamtoro adalah kayunya. Dalam waktu hanya dua tahun, lamtoro sudahmenghasilkan daun dan buah (polong maupun biji). Kemudian sekitar lima tahun. lamtoro bisa dipanen kayunya. Kayu lamtoro adalah bahan bakar yang berkalori tinggi. Selain bisadigunakan sebagai bahan bakar secara langsung, kayu lamtoro juga merupakan bahan arangyang cukup baik. Meskipun arang lamtoro tidak sebaik kualitas Acacia catechu (akasiagunung), namun masih lebih baik dibanding dengan kaliandra. Karena cepatnya
 pertumbuhan, lamtoro bisa menjadi “pabrik” bahan bakar, berupa biomassa, kayu,
maupunarang.Ketika tanaman lamtoro sudah menginjak tahun ketiga, dan seterusnya, hasil biomassa kering dari ranting, dan daunnya, akan mencapai 20 ton per hektar per tahun.Ketika pada tahun kelima lamtoro ditebang, maka dari tiap hektar lahan, akan dihasilkan
kayu sampai 200 m3, atau setara dengan 40 m3 per hektar per tahun. Dari tiap hektar “hutan”
lamtoro ini, setiap tahunnya juga akan dihasilkan nitrogen sekitar 500 kg, yang berasal dari bintil akar. Lamtoro, seperti halnya kedelai, mampu menyerap nitrogen dari udara, lalu berkat bantuan bakteri Rhizobium, akar lamtoro akan membentuk bintil akar guna menyimpannitrogen tersebutHingga penanaman lamtoro, di lahan-lahan tandus, akan mampu mengembalikantingkat kesuburan lahan tersebut. Sebab 20 ton biomassa yang dihasilkan dari ranting dandaun, akan mampu memberikan asupan bahan organik pada tiap hektar lahan lamtorotersebut. Selain itu, lamtoro juga mampu memberikan asupan nitrogen sebesar 500 kg, per hektar per tahun, yang akan aman tersimpan di dalam tanah. Hingga lahan bekas tanamanlamtoro, tidak memerlukan bahan organik maupun pupuk urea lagi. Karenanya, lamtorosangat bermanfaat untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah, pada lahan-lahan kritis.Misalnya, lahan bekas tanaman singkong.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->