• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 No. 11/10 /DASP Jakarta, 13 April 2009S U R A T E D A R A NPerihal : Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran denganMenggunakan KartuSehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia Nomor11/11/PBI/2009 tanggal 13 April 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan AlatPembayaran dengan Menggunakan Kartu (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2009Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor5000), dan dalam rangka mendukung kelancaran dan efektifitas penyelenggaraankegiatan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, perlu diatur lebih lanjutketentuan mengenai penyelenggaraan kegiatan alat pembayaran denganmenggunakan kartu dalam Surat Edaran Bank Indonesia.I.
 
PERSYARATAN DAN TATA CARA MEMPEROLEH IZIN SEBAGAIPRINSIPAL(Pasal 2 ayat (4) PBI)A.
 
Pihak yang Dapat Melakukan Kegiatan Sebagai PrinsipalKegiatan sebagai Prinsipal dapat dilakukan oleh Bank atau LembagaSelain Bank.B.
 
Permohonan Izin Sebagai PrinsipalBank atau Lembaga Selain Bank yang akan melakukan kegiatan sebagaiPrinsipal wajib memperoleh izin dari Bank Indonesia. Permohonan izinuntuk melakukan kegiatan sebagai Prinsipal disampaikan kepada Bank Indonesia secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dan paling kurang harusmemuat informasi sebagai berikut:1.
 
 jenis kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu(APMK) yang akan diselenggarakan;2.
 
rencana waktu dimulainya kegiatan; dan3.
 
nama jaringan yang akan digunakan.
 
C.
 
Persyaratan ...
 
 
2
 
C.
 
Persyaratan Dokumen Sebagai Prinsipal Berupa Bank Untuk Bank, permohonan izin sebagaimana dimaksud pada huruf Bdilampiri dokumen sebagai berikut:1.
 
fotokopi Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun berjalan yang didalamnya mencantumkan rencana kegiatan Bank sebagai Prinsipal;2.
 
konsep pokok-pokok hubungan bisnis (
business arrangement 
)antara calon Prinsipal dengan Penerbit,
 Acquirer 
, PenyelenggaraKliring, Penyelenggara Penyelesaian Akhir, dan/atau pihak lain,yang diketahui oleh pengurus dan paling kurang memuat:a.
 
persyaratan Penerbit,
 Acquirer 
, Penyelenggara Kliring,Penyelenggara Penyelesaian Akhir, dan/atau pihak lain yangakan menggunakan jaringan Prinsipal;b.
 
prosedur kegiatan operasional (
operating procedure
) bagiPenerbit,
 Acquirer 
, Penyelenggara Kliring, PenyelenggaraPenyelesaian Akhir, dan/atau pihak lain yang akan bekerjasama dengan Prinsipal; danc.
 
rencana pelaksanaan kerjasama dengan Penerbit,
 Acquirer 
,Penyelenggara Kliring, Penyelenggara Penyelesaian Akhir,dan/atau pihak lain;3.
 
hasil analisis bisnis 1 (satu) tahun ke depan atas penyelenggaraankegiatan sebagai Prinsipal yang akan dilakukan, paling kurangmemuat uraian mengenai:a.
 
potensi pasar yang ada;b.
 
analisis persaingan usaha;c.
 
rencana kerjasama dengan Penerbit,
 Acquirer 
, PenyelenggaraKliring, Penyelenggara Penyelesaian Akhir, dan/atau pihak lain, termasuk jumlah dan namanya;d.
 
rencana lingkup daerah penyelenggaraan; dane.
 
prakiraan target pendapatan yang akan dicapai;4.
 
bukti ...
 
 
3
 
4.
 
bukti kesiapan perangkat hukum, yang meliputi:a.
 
konsep perjanjian tertulis atau pokok-pokok perjanjian tertulisantara calon Prinsipal dengan Penerbit,
 Acquirer 
,Penyelenggara Kliring, Penyelenggara Penyelesaian Akhir, dan/atau pihak lain, yang antara lain memuat klausul tentang:1)
 
kesepakatan mengenai penggunaan jaringan Prinsipaldalam penyelenggaraan kegiatan APMK;2)
 
hak dan kewajiban masing-masing pihak;3)
 
rencana pelaksanaan kerjasama;4)
 
 jangka waktu kerjasama; dan5)
 
prosedur dan mekanisme penyelesaian atas sengketa yangmungkin terjadi antara para pihak;b.
 
konsep pengaturan hak dan kewajiban para pihak, sepertipengaturan hak dan kewajiban Prinsipal, Penerbit,
Acquirer 
,Penyelenggara Kliring, Penyelenggara Penyelesaian Akhir,dan/atau pihak lain; danc.
 
prosedur dan mekanisme penyelesaian sengketa yang timbulantara Prinsipal dengan Penerbit,
 Acquirer 
, PenyelenggaraKliring, Penyelenggara Penyelesaian Akhir, dan/atau pihak lain;5.
 
prosedur penanganan keadaan darurat (
disaster recovery plan
) dankesinambungan kegiatan usaha (
business continuity plan
) yangefektif dalam mengatasi dan meminimalkan permasalahan yangtimbul dari kejadian yang tidak diperkirakan, yang dapatmengganggu kelancaran operasional sistem APMK;6.
 
fotokopi laporan hasil audit teknologi informasi dari auditorindependen internal atau eksternal sebagai bukti penggunaan
 proventechnology
dalam penyelenggaraan APMK, yang paling kurangmeliputi pemenuhan aspek keamanan sistem dan/atau jaringansebagaimana dimaksud pada butir VII.F; dan7.
 
fotokopi ...
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...