Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tata Cara Mandi Haid Dan Mandi Junub

Tata Cara Mandi Haid Dan Mandi Junub

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 6,731 |Likes:
Published by ceding

More info:

Published by: ceding on Jun 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2012

pdf

text

original

 
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub |http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/tata-cara-mandi-haid-dan-ma...1 of 54/4/2008 2:33 PM
HomeTentang Muslimah.or.id
 
Tata Cara Mandi Haid danMandi Junub
Kategori: Fiqh Muslimah
Diringkas dari majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000, olehUmmu ‘AthiyahMuroja’ah: Ustadz Aris MunandarHaid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untukmelaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenaihukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisiyang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan carayang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid.Agar ibadah kita diterima Allah maka dalam melaksanakan salah satuajaran islam ini, kita harus melaksanakannya sesuai tuntunanRasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
dan Rasulullah telahmenyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkanoleh Muslim dari ‘Aisyah
Radhiyallahu ‘Anha
bahwa Asma’ bintiSyakal
Radhiyallahu ‘Anha
bertanya kepada Rasulullah
Shallallahu‘Alaihi wa Sallam
tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:
ِرﻮُﮭُّﻄﻟا
 
ﻲِﻓ
 
ُﻎِﻠْﺒَﺗ
 
ْوأ
 
َرﻮُﮭُّﻄﻟا
 
ُﻦِﺴْﺤُﺘَﻓ
 
ُﺮَّﮭَﻄََﺘَﻓ
 
ﺎَھَرْﺪِﺳَو
 
ﺎَﮭَﺋﺎَﻣ
 
ّَﻦُﻛ
 
اَﺪْﺣِإُﺬُﺧْﺄَﺗّَﻢُﺛ
 
ﺎَﮭِﺳْأَر
 
َنوُﺆُﺷ
 
َﻎِﻠْﺒَﺗ
 
ﻰّََﺘَﺣ
 
اًﺪْﯾ
 
ِﺪَﺷ
 
ﺎًﻜْﻟَد
 
ُﮫُُﻜُﻟْﺪَﺘَﻓ
 
ﺎَﮭِﺳْأَر
 
ﻰَﻠَﻋ
 
ّُﺐُﺼَﺗ
 
ّَﻢُﺛَﻒْﯿَﻛ
 
ُءﺎَﻤْﺳأ
 
ْﺖَﻟﺎَﻗ
 
ﺎَﮭِﺑ
 
ُﺮُﮭْﻄَﺘَﻓ
 
ًﺔَﻜَّﺴَﻤُﻣ
 
ًﺔَﺻْﺮِﻓ
 
ُﺬُﺧْﺄَﺗ
 
ّَﻢُﺛ
 
َءﺎَﻤﻟا
 
ﺎَﮭْﯿَﻠَﻋ
 
ّُﺐُﺼَﺗَﻚِﻟَذ
 
ﻲِﻔْﺨُﺗ
 
ﺎَﮭّَﻧﺄَﻛ
 
ُﺔَﺸِﺋﺎَﻋ
 
ْْﺖَﻟﺎَﻗ
 
ﺎَﮭِﺑ
 
يِﺮّُﮭَﻄَﺗِ
 
 ﮫﻠﻟا
 
َنﺎَﺤْﺒُﺳ
 
َلﺎَﻗ
 
ﺎَﮭِﺑُﺮّَﮭَﻄََﺗأِمَّﺪﻟاَﺮَﺛأ
 
ﺎَﮭِﺑ
 
ﻲِﻌَّﺒَﺘَﺗ
“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dansidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan penggantisidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci danmembaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di ataskepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air keseluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yangdiberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliaubersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’:“Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapasitu).”
Dari ‘Aisyah
Radhiyallahu ‘Anha
bahwa seorang wanita bertanyakepada Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
tentang mandi dari haid.Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:
يِﺮَّﮭَﻄَﺗ
 
َلﺎَﻗﺎَﮭِﺑ
 
ُﺮّُﮭَﻄَﺗَأ
 
َﻒْﯿَﻛ
 
ْﺖَﻟﺎَﻗ
 
ﺎَﮭِﺑ
 
ُﺮُّﮭَﻄَﺘَﻓ
 
ٍﻚْﺴِﻣ
 
ْﻦِﻣ
 
ًﺔَﺻْﺮِﻓ
 
ُﺬُﺧْﺄَﺗِمّَﺪﻟ
 
اَﺮَﺛَأﺎَﮭِﺑ
 
ﻲِﻌْﺒَﺘَﺗ
 
ُﺖْﻠُﻘَﻓ
 
َّﻲَﻟِإ
 
ﺎَﮭُﺘْﺑَﺬَﺘْﺟاَو
 
ُﺔَﺸِﺋﺎَﻋ
 
ْﺖَﻟﺎَﻗ
.
ِﮫﻠﻟا
 
َنﺎَﺤْﺒُﺳﺎَﮭِﺑ
“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberiminyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata:“Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda:“Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itukemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itudengannya(potongan kain/kapas).”
(HR. Muslim: 332)An-Nawawi
rahimahullah
berkata (1/628):
“Jumhur ulama berkata(bekas darah) adalah farji (kemaluan).”
Beliau berkata (1/627):
27
mar 
2008
Kategori
Akhlaq(9)Aqidah(18)Dari Redaksi(1)Fiqh Muslimah(17)Info Kajian(3)Kegiatan Dakwah(1)Kesehatan Muslimah(4)Manhaj(5)Nasihat Untuk Muslimah(42)Pendidikan Anak(8)
Arsip
April 2008March 2008
Links
Muslim.or.idJilbab OnlineAl Manhaj
TagCloud Muslimah
 Akhlaq 
 Aqidah
 Bahasa Arab Bakti kepada Orang Tua Bid'ah Buah Hati Darah Istihadlah Dari Redaksi 
Dunia Muslimah
Fatwa Ulama Fiqh Muslimah Habbatus Sauda Haidh Hari Raya Hijab Idul Adha Info Pengajian Jadwal Kajian Ma'had 'Ilmi Putri Jilbab Kegiatan Dakwah Khitan Wanita Mandi Junub Manhaj Masa Subur Pengajian Umum Pengobatan Nabi Qurban Rumah Tangga Shalat Shalat Ied TIPS TIPS Tahun Baru Masehi Tazkiyatun Nufs Thibbun Nabawiy   Valentine's Day  adab amal cinta iman  jilbab dan hijab kebahagiaan kecantikan kesehatan kitab Allah lukisan malaikat musik  
nasihat
 natal nikah nyanyian parenting puasa ramadhan rasul riya salaf  sunnah syirik  tauhid  wanita
recent commentsrecent articlesEntries(RSS)
 
Comments(RSS)
Saudariku, syari'at telah menaikkan derajat kita,mendudukkan kita dalam posisi yang mulia danmelindungi kita dari berbagai hal yang membawakeburukan. Amat disayangkan wahai saudariku, jika kita tidak menyadari hal itu. Lihatlah di sekitarkita betapa banyak hak-hak seorang wanita yangdilecehkan dan kewajiban-kewajiban seorangwanita yang terlupakan.
Baca Selengkapnya...
amir aboe zayd:assalaamu'alaikum mbak,gimana carane dapatin buletinnyamaya:Subhanallah.., minta izin copy yaaamaya:Assalamu'alaikum..., ana hanya inginmenyampaikan ygDinie Kawai:“Tidak akan pernah beruntungkaumDinie Kawai:Really good.Dinie Kawai:Really? wew thats sonew..thanxDinie Kawai:Kalo mau ditelaah lebih dalemDinie Kawai:Kewajiban terus ya...dimanagerangan Hak-hakwulandari:Ass, isinya begitu menyentuhperasaan wanitaabu yusya':Sepertinya jadwalnya ada yangberubah......? Dulu
 
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub |http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/tata-cara-mandi-haid-dan-ma...2 of 54/4/2008 2:33 PM
 
“Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambilminyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atausemacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesaimandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karenanifas adalah haid.”
(Dinukil dari
 Jami’ Ahkaam an-Nisaa’
: 117 juz:1).Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata:
“Wajib bagi wanita untukmemastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktumandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atautidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecualidengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut)menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalahwajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.”
(Dinukil dari
 Jami’ Ahkaam An-Nisaa’
hal: 121-122 juz: 1cet: Daar As-Sunah).Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandidengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal denganmenyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya;dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapatdalam hadits Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
, ringkasnya sebagaiberikut:
Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’dan membaguskan wudhu’nya.1.Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannyadengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnyarambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinanrambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapatmembantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulitkepala).2.Menyiramkan air ke badannya.3.Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberiminyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekasdarah (farji) dengannya.4.
TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA
Dari ‘Aisyah
Radhiyallahu ‘Anha
, beliau berkata:
ﺎَھِﺪَﯿِﺑ
 
ُﺬُﺧْﺄَﺗ
 
ّَََﻢُﺛ
 
ﺎَﮭَﺳْأَر
 
َقْﻮَﻓﺎًﺛﺎَﻠَﺛﺎَﮭْﯾَﺪَﯿِﺑ
 
ْتَﺬَﺧَأٌﺔَﺑﺎَﻨَﺟﺎَﻧاَﺪْﺣِإ
 
ْﺖَﺑﺎَﺻَأَذِإﺎَّﻨُﻛِﺮَﺴْﯾ
 
ﻷْاﺎَﮭّِﻘِﺷ
 
ﻰَﻠََََﻋ
 
ىَﺮْﺧُﻷْاﺎَھِﺪَﯿِﺑَو
 
ِﻦَﻤَْﯾﺄْﻟاﺎَﮭِّﻘِﺷ
 
ﻰَﻠَﻋ
“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub,maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kalilalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanandan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.”
(HaditsShahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinanrambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:Dari Ummu Salamah
Radhiyallahu ‘Anha
berkata:
؟ِﺔَﺑﺎَﻨَﺠْﻟا
 
ِﻞْﺴُﻐِﻟ
 
ُﮫُﻀُﻘْﻧَﺄَﻓَأ
 
ﻲِﺳْأَرَﺮْﻔَﺿ
 
ُّﺪُﺷَأ
 
ٌةَأَﺮْﻣا
 
ﻲّِﻧِإ
 
ِﮫﻠﻟا
 
َلﻮُﺳَرَﺎﯾ
 
ُتْﺎُﻗَﻦْﯿِﻀْﯿِﻔُﺗ
 
ّََﻢُﺛٍءﺎَﻣ
 
ْﻦِﻣ
 
ٍتﺎَﯿَﺜَﺣ
 
َثَﻼَﺛ
 
ِﻚِﺳْأَر
 
ﻰَﻠَﻋ
 
َﻦْﯿِﺜْﺤَﺗ
 
ْنَأ
 
ِﻚْﯿِﻔْﻜَﯾﺎَﻤَّﻧِإَ
ﻻ
:
َلﺎَﻗﻦْﯾِﺮُﮭْﻄَﺘَﻓ
 
َءَﺎﻤﻟا
 
ِكِدﺎَﺴَﺟ
 
ِﺮِﺋﺎَﺳ
 
ﻰَﻠَﻋ
 Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalahseorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakahaku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliaubersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamutiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudianengkau bersuci.”
(Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251,an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata:“Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)Ringkasan tentang mandi junub bagi wanita adalah:
 
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub |http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/tata-cara-mandi-haid-dan-ma...3 of 54/4/2008 2:33 PM
 
Anda dapat mengikuti komentar apapun lewatRSS 2.0feed. Anda dapatmenulis komentar, atautrackbackdari website Anda. Seorang wanita mengambil airnya, kemudian berwudhu danmembaguskan wudhu’nya (dimulai dengan bagian yang kanan).1.Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.2.Menggosok-gosok kepalanya sehingga air sampai pada pangkalrambutnya.3.Mengguyurkan air ke badan dimulai dengan bagian yang kanankemudian bagian yang kiri.4.Tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi.5.
Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapidisukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
. Apabila dia mengurangi tata caramandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai(menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya.
Wallahu A’lam bish-shawab.
Tags:
Fiqh Muslimah
,
Haidh
,
Mandi Junub
2 Komentar untuk Artikel “Tata Cara Mandi Haiddan Mandi Junub” 
27th March 2008 pukul 1:06 am
1. Hamba-hamba 4JJ1April 3rd, 2007 at 12:32 amAssalamu’alaikum warahmatullah..mohon dijelaskan mengenai hal2 yang mewajibkan seorang wanita utkmandi. beberapa waktu yang lalu, kami berdiskusi mengenai hukummasturbasi baik bagi laki2 maupun perempuan. dan kami masih belum tauhukumnya bagaimana, mohon hal ini juga dijelaskan.lalu, jika seorang wanita melakukan masturbasi hingga keluar cairan (sekret)dari farji’nya, apa wanita tersebut diharuskan mandi wajib..??mohon dijelaskan lebih lanjut.Jazakumullah khairan katsiira.Wassalamu’alaikum warahmatullah..2. AbdullahApril 6th, 2007 at 4:19 amwaalaikum salam, ada beberapa faktor yang mewajibkan mandi. seperti:kluarnya air mani/sperma (baik lelaki ato perempuan), bertemunya 2 alatkelamin laki2 dan perempuan, habis dari haidh dan nifas.tentang hukum masturbasi dalam islam jelas sekali hukumnya haram. jikaseorang wanita melakukan perbuatan terlarang masturbasi dan keluar cairandari farjinya, maka untuk amannya, sebaiknya dia mandi junub dankemudian bertobat kepada Allah untuk tidak mengulangi perbuatantersebut. semoga Allah menolong kita dalam menjalankan ketaatankepada-Nya. “setiap anak adam pasti pernah berdosa, dan sebaik2nya orangyang berdosa adalah yang bertobat”.3. yulisnaMay 4th, 2007 at 7:53 pmassalamu’alaikumdalam keadaan apa saja seseorang harus mandi ( mandi wajib atau mandisunah ).jazakumullah4. hamba allohMay 14th, 2007 at 10:08 pmAssalamu’alaikum warahmatullahmohon dijelaskan bagaimana hukumnya jika seorang wanita mempunyaikeinginan-keinginan yang tidak diridhoi alloh,seperti suka membaca komikremaja yang isinya bisa membuat hati kita terkotori(misal komik2 jepang)

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dhonhie Dhon liked this
Ulfa Hafizdya liked this
wardaningsih liked this
Lulu Susanti liked this
Yudi Permadi liked this
latinR liked this
Andy Syahputra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->