2sosial dan kemanusiaan yang ada pada manusia, baik sebagai pribadi ataupun sebagai anggotamasyarakat yang aktif.Kehidupan Rasulullah saw memberikan kepada kita contoh-contoh mulia, baiks ebagaipemuda Islam yang lurus perilakunya dan terpercaya di antara kaum dan juga kerabatnya,ataupun sebagai da’i kepada Allah dengan hikmah dan nasehat yang baik, yang mengerahkansegala kemampuan utnuk menyampaikan risalahnya. Juga sebagai kepala negara yang mengatursegala urusan dengan cerdas dan bijaksana, sebagai suami teladan dan seorang ayah yangpenuh kasih sayang, sebagai panglima perang ang mahir, sebagai negarawan ynag pandai dan jujur, dan sebagai Muslim secara keseluruhan (kaffah) yang dapat melakukan secara imbangantara kewajiban beribadah kepada Allah dan bergaul dengan keluarga dan sahabatnya denganbaikMaka kajian Sirah Nabawiyah tidak lain hanya menampakkan aspek-aspek kemanusiaanini secara keseluruhan yang tercermin dalam suri tauladan yang paling sempurna dan terbaik.
Sumber-sumber Sirah Nabawiyah
Secara umum dapat disebutkan di sini bahwa sumber-sumber dan rujukan SirahNabawiyah ada tiga, yaitu : Kitab Allah, Sunnah Nabawiyah yang shahih, dan kitab-kitab Sirah.
Pertama : Kitab Allah
Kitab Allah merupakan rujukan pertama untuk memahami sifat-sifat umum Rasulullahsaw dan mengenal tahapan-tahapan umum dari Sirahnya ynag mulia ini. Ia mengemukakanSirah Nabawiyah dengen menggunakan salah saru dari dua uslub :
Pertama : mengemukakan sebagian kejadian dari kehidupan dan Sirahnya. Sepertiayat-ayat yang menjelaskan tentang perang Badar, Uhud, Khandaq, dan Hunain,serta ayat-ayat yang mengisahkan perkawinan dengan Zainab binti Jahsyi.
Kedua : mengomentari kasus-kasus dan peristiwa-peristiwa yang terjadi untukmenjawab masalah-masalah ynag timbul atau mengungkapkan masalah yang belum jelas, atau untuk menarik perhatian kaum Muslim kepada pelajaran dan nasehat yangterkandung di dalamnya. Semua itu berkaitan dengan salah satu aspek dari Sirahnyaatau permasalahnya. Dengan demikian telah menjelaskan banyak hal mulia darikehidupan berbagai perkara serta perbuatannya.Tetapi pembicaraan al-Quran tentang kesemuanya itu hanya disampaikan secaraterputus-putus. Betapapun beragamnya uslub al-Quran dalam menjelaskan seri Sirahnya tetapitidak lebih hanya sekadar penjelasan secara umum dan penyakinan secara global dan sekilastentang beberapa peristiwa dan berita. Demikianlah cara al-Quran dalam menyajikan setiapkisah para Nabi dan ummat-ummat terdahulu.
Kedua : Sunnah nabawiyah yang shahih
Yakni apa yang terkandung di dalam kitab-kitab para imam hadits yang terkenal jujurdan amanah. Seperti kitab-kitab enam, Muwaththa’ Imam Malik, dan Musnad Imam Ahmad.