Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kandungan cacing

kandungan cacing

Ratings: (0)|Views: 5,675|Likes:
Published by tyo malmsteems

More info:

Published by: tyo malmsteems on Jun 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

 
Kompos Cacing Tanah (CASTING)
Oleh : Warsana, SP.M.Si
Ada kecenderungan, selama ini petani hanya bergantung pada pupuk anorganikatau pupuk kimia untuk mendukung usahataninya. Ketergantungan inidisebabkan oleh faktor yang berkaitan dengan karakteristik pupuk anorganik,antara lain kandungan unsur hara yang relatif tinggi dan penggunaan yang relatif praktis, meskipun sebenarnya petani menyadari harga pupuk anorganik lebihmahal. Kondisi ini semakin terasa dengan semakin naiknya harga saranaproduksi pertanian, terutama pupuk organik. Namun proses pengomposansecara alami untuk mendapatkan pupuk organik memerlukan waktu yang cukuplama dan dianggap kurang dapat mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat.Untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan pupuk organik kini ditemukanbeberapa aktivator yang dapat mempercepat proses pengomposan sehinggakontinuitas produksi pupuk organik lebih terjamin.
Kompos Cacing Tanah
Kompos cacing tanah atau terkenal dengan casting yaitu proses pengomposan juga dapat melibatkan organisme makro seperti cacing tanah. Kerjasama antaracacing tanah dengan mikro organisme memberi dampak proses penguraian yangberjalan dengan baik. Walaupun sebagian besar proses penguraian dilakukanmikroorganisme, tetapi kehadiran cacing tanah dapat membantu proses tersebutkarena bahan-bahan yang akan diurai oleh mikroorganisme telah diurai lebihdahulu oleh cacing. Dengan demikian, kerja mikroorganisme lebih efektif danlebih cepat.Hasil dari proses vermikomposting ini berupa casting. Ada juga orangmengatakan bahwa casting merupakan kotoran cacing yang dapat bergunauntuk pupuk. Casting ini mengandung partikel-partikel kecil dari bahan organikyang dimakan cacing dan kemudian dikeluarkan lagi. Kandungan castingtergantung pada bahan organik dan jenis cacingnya. Namun umumnya castingmengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, fosfor,mineral, vitamin. Karena mengandung unsur hara yang lengkap, apalagi nilaiC/N nya kurang dari 20 maka casting dapat digunakan sebagai pupuk.
Mengenal Cacing Tanah
Cacing tanah merupakan hewan verteberata yang hidup di tempat yang lembabdan tidak terkena matahari langsung. Kelembaban ini penting untukmempertahankan cadangan air dalam tubuhnya. Kelembaban yang dikehendakisekitar 60 - 90%. Selain tempat yang lembab, kondisi tanah juga mempengaruhikehidupan cacing seperti pH tanah, temperatur, aerasi, CO2, bahan organik, jenis tanah, dan suplai makanan. Diantara ke tujuh faktor tersebut, pH dan bahanorganik merupakan dua faktor yang sangat poenting. Kisaran pH yang optimalsekitar 6,5 - 8,5. Adapun suhu ideal menurut beberapa hasil penelitian berkisar antara 21-30 derajat celcius.
 
Cacing yang dapat mempercepat proses pengomposan sebaiknya yang cepatberkembang biak, tahan hidup dalam limbah organik, dan tidak liar. Daripersyaratan tersebut, jenis cacing yang cocok yaitu Lumbricus rubellus, Eiseniafoetida, dan Pheretima asiatica.Cacing ini hidup dengan menguraikan bahan organik. Bahan organik ini menjadibahan makanan bagi cacing. Untuk memberikan kelembaban pada media bahanorganik, perlu ditambahkan kotoran ternak atau pupuk kandang. Selainmemberikan kelembaban, pupuk kandang juga menambah karbohidrat, terutamaselulosa, dan merangsang kehadiran mikroba yang menjadi makanan cacingtanah.
Memperoleh Bibit Cacing
Dalam pembuatan casting, penyediaan bibit cacing merupakan hal yang utama.Bibit ini dapat diperoleh di peternak cacing. Dengan membeli di peternak, cacingyang diperoleh telah jelas jenis, umur dan beratnya. Di peternak, bibit cacingdijual per kilogram.Dalam membeli cacing tersebut, perlu disediakan wadah untuk membawanya.Wadah ini dapat berupa wadah plastik yang biasanya juga untuk budidayacacing. Wadah ini kemudian diisi media (biasanya dari peternak) lalu diisi cacingyang telah ditimbang. Untuk mengurangi sinar matahari, wadah ditutup denganpotongan batang pisang.
Cara Pembuatan
Ada dua cara pembuatan casting.Cara pertama, dalam cara ini perlu dipersiapkan mengenai cacingnya, bahanyang dikomposkan, dan lokasi pengomposan.
 
Setelah semuanya disiapkan,tinggal proses pengomposan.
 - Pengadaan cacing tanah
Jumlah cacing yang diperlukan belum ada patokan. Ada yang menggunakanpedoman bahwa setiap meter persegi dengan ketebalan media 5-10 cmdibutuhkan sekitar 2000 ekor cacing atau luas 0,1 m2 dibituhkan 100 gramcacing tanah. Perlu diketahui bahwa dalam satu hari cacing tanah akanmemakan makanan seberat tubuhnya, misalnya bobot cacing 1 gram makadalam satu hari cacing akan memakan 1 gram makanan.
 - Bahan
Bahan yang digunakan berupa anorganik (limbah organik), seperti sisa sayur-sayuran, dedaunan atau kotoran hewan. Dengan demikian proses pengomposancara ini mempunyai beberapa keuntungan yaitu dapat mengurangi pencemaranlingkungan, menghasilkan pupuk organik dan menghasilkan pupuk organik danmenghasilkan cacing yang menjadi sumber protein hewani bila digunakansebagai pakan ternak.
 
Bahan organik ini tidak dapat langsung digunakan atau diberikan kepada cacing,tetapi harus dikomposkan atau difermentasikan. Caranya yaitu dibiarkan sekitar 1 minggu.Selain bahan organik yang diberikan pada awal sebagai media, diperlukan jugamakanan tambahan untuk menghindari makanan yang asam karena berbahayabagi cacing. Makanan tambahan ini dapat berupa kotoran hewan atau sisatanaman yang telah dihaluskan.
 - Wadah
Wadah yang digunakan untuk budidaya cacing maupun pembuatan castingdapat berupa kayu, plastik, atau hanya berupa lubang-lubang dalam tanah. Perludiperhatikan, wadah tersebut tidak terbuat dari logam atau alumunium yangdapat membahayakan cacing. Beberapa bahan serta ukuran yang biasa dibuatuntuk wadah pembudidayaan cacing yaitu: kotak kayu berukuran 60 x 45 x 15cm3, lubang tanah berukuran 8 x 0,2 m3, drum berdiameter 100 cm, tinggi 45 cm.
 Proses Pengomposan
1. Limbah organik seperti sampah daun atau sayuran ditumpuk dan dibiarkanagar gas yang dihasilkan hilang. Tumpukan itu disiram air setiap hari dandibalik minimal 3 hari sekali. Proses ini dilakukan sekitar 1 minggu.2. Setelah sampah tidak panas (suhu normal), tempatkan di wadah yang telahdisediakan. Akan lebih baik bila dicampur dengan kotoran hewan yang tidakbaru dan tidak kadaluwarsa. Pencampuran kotoran hewan ini dimaksudkanuntuk menambah unsur hara bagi pupuk yang dihasilkan. Setiap hariditambahkan makanan tambahan berupa kotoran hewan yang telahdiencerkan seberat cacing yang dipelihara, misalnya cacing 1 gram makamakanan tambahan yang ditambahkan juga 1 gram.3. Proses pengomposan ini diakhiri setelah bahan menjadi remah dan terdapatbutir-butir kecil lonjong yang sebenarnya merupakan kotoran cacing. Hasilkompos ini juga tidak berbau.4. Setelah cacing jadi, cacing dipisahkan dari casting secara manual yaitudengan bantuan tangan. Hasil casting dikering anginkan sebelum dikemas.Casting dari proses ini ternyata mengandung komponen biologis dan khemis.Komponen biologis yang terkandung yaitu bakteri, actinonmycetes, jamur, danzat pengatur tumbuh (giberelin, sitokini dan auksin). Adapun komponen kimianyayaitu pH 6,5 – 7,4, nitrogen 1,1 – 4%, fosfor 0,3 – 3,5%, kalium 0,2 – 2,1%,belerang 0,24 – 0,63%, mangnesium 0,3 – 0,6%, dan besi 0,4 – 1,6%.
Cara kedua
Cara ini dilakukan dengan cara: cacing yang berperan dalam proses ini sangatspesifik karena hanya menguraikan kotoran kerbau dan tidak dapat menguraikan jenis bahan organik lain, seperti kotoran sapi, kambing, jerami, sayuran maupundedaunan. Apabila berada dalam bahan organik selain kotoran kerbau, cacing jenis ini akan mati. Jenis cacing yang berasal dari taiwan ini belum diketahui sifat

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arif Paputungan liked this
saynima liked this
Dwi Bias liked this
Vivin Markuvin liked this
universitas09 liked this
the_binyox liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->