• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
TERAPI OKSIGENDALAM ASUHAN KEPERAWATANIKHSANUDDIN AHMAD HARAHAPProgram Studi Ilmu KeperawatanFakultas KedokteranUniversitas Sumatera UtaraPENDAHULUAN
Oksigen (O
2
) merupakan salah satu komponen gas dan unsure vital dalam prosesmetabolisme, untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel tubuh. Secaranormal elemen ini iperoleh dengan cara menghirup udara ruangan dalam setiap kalibernafas.Penyampaian O
2
ke jaringan tubuh ditentukan oleh interaksi system respirasi,kardiovaskuler dan keadaan hematologis.Adanya kekurangan O
2
ditandai dengan keadaan hipoksia, yang dalam proses lanjutdapat menyebabkan kematian jaringan bahkan dapat mengancam kehidupan. Kliendalam situasi demikian mengharapkan kompetensi perawat dalaam mengenalkeadaan hipoksemia dengan segera untuk mengatasi masalah.Pemberian terapi O
2
dalam asuhan keperawatan, memerlukan dasar pengetahuantentang faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya O
2
dari atmosfir hingga sampaike tingkat sel melalui alveoli paru dalam proses respirasi. Berdasarkan hal tersebutmaka perawat harus memahami indikasi pemberian O
2
, metode pemberian O
2
danbahaya-bahaya pemberian O
2.
 
PROSES RESPIRASI
Proses respirasi merupakan proses pertukaran gas yang masuk dan keluar melaluikerjasama dengan sistem kardiovaskuler dan kondisi hematologis.Oksigen di atmosfir mengandung konsentrasi sebesar 20,9 % akan masuk ke alveolimelalui mekanisme ventilasi kemudian terjadi proses pertukaran gas yang disebutproses difusi. Difusi adalah suatu perpindahan/ peralihan O
2
dari konsentrasi tinggike konsentrasi rendah dimana konsentrasi O
2
yang tinggi di alveoli akan beralih kekapiler paru dan selanjutnya didistribusikan lewat darah dalam 2 (dua) bentuk yaitu: (1) 1,34 ml O
2
terikat dengan 1 gram Hemoglobin (Hb) dengan persentasikejenuhan yang disebut dengan “Saturasi O
2
” (SaO
2
), (2) 0,003 ml O
2
terlarut dalam100 ml plasma pada tekanan parsial O
2
di arteri (PaO
2
) 1 mmHg.Kedua bentuk pengangkutan ini disebut sebagai kandungan O
2
atau “OxygenContent” (CaO
2
) dengan formulasi :
CaO
2
= (1,34 x Hb x SaO
2
) + (0,003 x PaO
2
)
Sedangkan banyaknya O
2
yang ditransportasikan dalam darah disebut dengan “Oxigen Delivery” (DO
2
) dengan rumus :
DO
2
= (10 x CaO
2
) x CO
Dimana CO adalah “Cardiac Output” (Curah Jantung). CO ini sangat tergantungkepada besar dan ukuran tubuh, maka indikator yang lebih tepat dan akurat adalah
©2004 Digitized by USU digital library
1
 
dengan menggunakan parameter “Cardiac Index” (CI). Oleh karena itu formulasi DO
2
 yang lebih tepat adalah :
DO
2
= (10 x CaO
2
) x CI
Selanjutnya O
2
didistribusikan ke jaringan sebagai konsumsi O
2
(VO
2
) Nilai VO
2
 dapat diperoleh dengan perbedaan kandurngan O
2
arteri dan vena serta CI denganformulasi sebagai berikut :
VO
2a
= (CaO
2
– CvO
2
) x CI
Selain faktor difusi dan pengangkutan O
2
dalam darah maka faktor masuknya O
2
kedalam alveoli yang disebut sebagai ventilasi alveolar.
VENTILASI ALVEOLAR
Ventilasi alveolar adalah salah satu bagian yang penting karena O
2
pada tingkatalveoli inilah yang mengambil bagian dalam proses difusi. Besarnya ventilasi alveolarberbanding lurus dengan banyaknya udara yang masuk keluar paru, laju nafas,udara dalam jalan nafas serta keadaan metabolik.Banyaknya udara masuk keluar paru dalam setiap kali bernafas disebut sebagai “Volume Tidal” (VT) yang bervariasi tergantung pada berat badan. Nilai VT normalpada orang dewasa berkisar 500 – 700 ml dengan menggunakan “Wright’sSpirometer”. Volume nafas yang berada di jalan nafas dan tidak ikut dalampertukaran gas disebut sebagai “Dead Space” (VD)(Ruang Rugi) dengan nilai normalsekitar 150 - 180 ml yang terbagi atas tiga yaitu : (1) Anatomic Dead Space, (2)Alveolar Dead Space, (3) Physiologic Dead Space.Anatomic Dead Space yaitu volume nafas yang berada di dalam mulut, hidung dan jalan nafas yang tidak terlibat dalam pertukaran gas.Alveolar Dead Space yaitu volume nafas yang telah berada di alveoli, akan tetapitidak terjadi pertukaran gas yang dapat disebabkan karena di alveoli tersebut tidakada suplai darah. Dan atau udara yang ada di alveoli jauh lebih besar jumlahnya daripada aliran darah pada alveoli tersebut.Ventilasi alveolar dapat diperoleh dari selisih volume Tidal dan ruang rugi, denganlaju nafas dalam 1 menit.VA = (VT – VD) x RRSedangkan tekanan parsial O
2
di alveolar (PaO
2
) diperoleh dari fraksi O
2
inspirasi(FiO
2
) yaitu 20,9 % yang ada di udara, tekanan udara, tekanan uap air, tekananparsial CO
2
di arteri (PaCO
2
).PaO
2
= FiO
2
(760 – 47) – (PaCO
2
: 0,8)Demikian faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi dimana respirasi tidaksaja pertukaran gas pada tingkat paru (respirasi eksternal) tetapi juga pertukarangas yang terjadi pada tingkat sel (respirasi internal).
TERAPI OKSIGEN
Terapi O2 merupakan salah satu dari terapi pernafasan dalam mempertahankanokasigenasi jaringan yang adekuat. Secara klinis tujuan utama pemberian O
2
adalah(1) untuk mengatasi keadaan Hipoksemia sesuai dengan hasil Analisa Gas Darah, (2)untuk menurunkan kerja nafas dan meurunkan kerja miokard.
©2004 Digitized by USU digital library
2
 
Syarat-syarat pemberian O
2
meliputi : (1) Konsentrasi O
2
udara inspirasi dapatterkontrol, (2) Tidak terjadi penumpukan CO
2
, (3) mempunyai tahanan jalan nafasyang rendah, (4) efisien dan ekonomis, (5) nyaman untuk pasien.Dalam pemberian terapi O
2
perlu diperhatikan “Humidification”. Hal ini pentingdiperhatikan oleh karena udara yang normal dihirup telah mengalami humidfikasisedangkan O
2
yang diperoleh dari sumber O
2
(Tabung) merupakan udara keringyang belum terhumidifikasi, humidifikasi yang adekuat dapat mencegah komplikasipada pernafasan.
INDIKASI PEMBERIAN O
2
Berdasarkan tujuan terapi pemberian O
2
yang telah disebutkan, maka adapunindikasi utama pemberian O
2
ini adalah sebagai berikut : (1) Klien dengan kadar O
2
 arteri rendah dari hasil analisa gas darah, (2) Klien dengan peningkatan kerja nafas,dimana tubuh berespon terhadap keadaan hipoksemia melalui peningkatan laju dandalamnya pernafasan serta adanya kerja otot-otot tambahan pernafasan, (3) Kliendengan peningkatan kerja miokard, dimana jantung berusaha untuk mengatasigangguan O
2
melalui peningkatan laju pompa jantung yang adekuat.Berdasarkan indikasi utama diatas maka terapi pemberian O
2
dindikasikan kepadaklien dengan gejal : (1) sianosis, (2) hipovolemi, (3) perdarahan, (4) anemia berat,(5) keracunan CO, (6) asidosis, (7) selama dan sesudah pembedahan, (8) kliendengan keadaan tidak sadar.
METODE PEMBERIAN O
2
 Metode pemberian O2 dapat dibagi atas 2 tehnik, yaitu :
1.
 
Sistem aliran rendah
Tehnik system aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan.Tehnik ini menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasandengan patokan volume tidal pasien. Pemberian O2 sistem aliran rendah iniditujukan untuk klien yang memerlukan O2 tetapi masih mampu bernafas denganpola pernafasan normal, misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengankecepatan pernafasan 16 – 20 kali permenit.Contoh system aliran rendah ini adal;ah : (1) kataeter naal, (2) kanula nasal, (3)sungkup muka sederhana, (4) sungkup muka dengan kantong rebreathing, (5)sungkup muka dengan kantong non rebreathing.Keuntungan dan kerugian dari masing-masing system :
a.
 
Kateter nasal
Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan O
2
secara kontinudengan aliran 1 – 6 L/mnt dengan konsentrasi 24% - 44%.
-
 
KeuntunganPemberian O
2
stabil, klien bebas bergerak, makan dan berbicara, murahdan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap.
-
 
KerugianTidak dapat memberikan konsentrasi O
2
yang lebih dari 45%, tehnikmemasuk kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal, dapat terjadidistensi lambung, dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring, alirandengan lebih dari 6 L/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus danmengeringkan mukosa hidung, kateter mudah tersumbat.
©2004 Digitized by USU digital library
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...