Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KORUPSI DANA HIBAH

KORUPSI DANA HIBAH

Ratings: (0)|Views: 62 |Likes:
Published by Paul SinlaEloE
Oleh. Paul SinlaEloE
Belanja hibah sebagai salah satu komponen keuangan daerah yang setiap tahunnya dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), selayaknya dikelola secara tertib, taat peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomi, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk rakyat. Mengingat belanja hibah sejatinya diperuntukkan untuk akselerasi pembangunan daerah, maka setiap tahunnya Mentri Dalam Negeri selalu mengeluarkan peraturan tentang pengelolaan dana hibah. Pengelolaan dana hibah idealnya harus berpegang teguh pada filosofi akuntansi. Artinya, segala uang yang dikeluarkan, maka harus ada input yang diterima. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa fakta pengelolaan dana hibah pada Belanja Tidak Langsung merupakan uang yang dikeluarkan tanpa mendapatkan input yang terukur dari pelaksanaannya. Berbeda misalnya dengan belanja barang atau belanja jasa yang jelas motif umpan balik yang diterima. Dengan realita seperti inilah pengelolaan dana hibah menjadi rawan korupsi. Salah satu kasus diantaranya adalah yang sementara diusut oleh pihak kepolisian (POLDA NTT) yakni, kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp.500.000.000,00. Untuk itu, tulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak POLDA NTT dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang TA 2012.
Oleh. Paul SinlaEloE
Belanja hibah sebagai salah satu komponen keuangan daerah yang setiap tahunnya dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), selayaknya dikelola secara tertib, taat peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomi, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk rakyat. Mengingat belanja hibah sejatinya diperuntukkan untuk akselerasi pembangunan daerah, maka setiap tahunnya Mentri Dalam Negeri selalu mengeluarkan peraturan tentang pengelolaan dana hibah. Pengelolaan dana hibah idealnya harus berpegang teguh pada filosofi akuntansi. Artinya, segala uang yang dikeluarkan, maka harus ada input yang diterima. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa fakta pengelolaan dana hibah pada Belanja Tidak Langsung merupakan uang yang dikeluarkan tanpa mendapatkan input yang terukur dari pelaksanaannya. Berbeda misalnya dengan belanja barang atau belanja jasa yang jelas motif umpan balik yang diterima. Dengan realita seperti inilah pengelolaan dana hibah menjadi rawan korupsi. Salah satu kasus diantaranya adalah yang sementara diusut oleh pihak kepolisian (POLDA NTT) yakni, kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp.500.000.000,00. Untuk itu, tulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak POLDA NTT dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang TA 2012.

More info:

Published by: Paul SinlaEloE on Sep 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

 
KORUPSI DANA HIBAH
 
Oleh. Paul SinlaEloE
Penulis: Staf Div. Anti Korupsi PIAR NTT 
Belanja hibah sebagai salah satu komponen keuangan daerahyang setiap tahunnya dituangkan dalam Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD), selayaknya dikelola secaratertib, taat peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomi,efektif, transparan dan bertanggung jawab denganmemperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk rakyat. Mengingat belanja hibah sejatinya diperuntukkanuntuk akselerasi pembangunan daerah, maka setiap tahunnya Mentri Dalam Negeri selalumengeluarkan peraturan tentang pengelolaan dana hibah.Pengelolaan dana hibah idealnya harus berpegang teguh pada filosofi akuntansi. Artinya, segalauang yang dikeluarkan, maka harus ada input yang diterima. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa fakta pengelolaan dana hibah pada Belanja Tidak Langsung merupakan uang yangdikeluarkan tanpa mendapatkan input yang terukur dari pelaksanaannya. Berbeda misalnyadengan belanja barang atau belanja jasa yang jelas motif umpan balik yang diterima. Denganrealita seperti inilah pengelolaan dana hibah menjadi rawan korupsi. Salah satu kasusdiantaranya adalah yang sementara diusut oleh pihak kepolisian (POLDA NTT) yakni, kasusdugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang Tahun Anggaran (TA) 2012 senilaiRp.500.000.000,00. Untuk itu, tulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak POLDA NTT dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang TA 2012.Kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang TA 2012, bisa diketahui denganmencermati APBD Kab. Kupang TA 2012. Dalam APBD Kab. Kupang TA 2012, para pengambil kebijakan menganggarkan belanja hibah sebesar Rp.4.425.550.000,00 di mana pada pos belanja tidak langsungnya terdapat anggaran sejumlah Rp.1.000.000.000 pada kode rekening1.20.00.00.5.1.4.05.3 yang diperuntukan untuk Tim PSSI Kab. Kupang. Teknis pengelolaanadministrasinya berada pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. (
 Lihat  Perda Kab. Kupang No.3 tahun 2012, tentang APBD TA.2012 dan Perbub Kab. Kupang No. Tahun 2012, tentang Penjabaran APBD TA 2012
).Jika dicermati secara seksama, maka keganjilan otomatis segera ditemukan. Secara yuridisteknis, penganggaran dana hibah APBD hanya diperbolehkan ke KONI di daerah dan KONI pulayang berhak menyalurkan anggaran hibah tersebut ke organisasi cabang olah raga.Konsekwensinya, Naskah Perjanjian Belanja Hibah Daerah (NPHD) yang adalah naskah perjanjian hibah yang bersumber dari APBD antara pemerintah daerah dengan penerima hibahharus dibuat dan ditandatangani bersama antara Pemkab Kupang dengan KONI bukannyadengan Pengcab PSSI Kab. Kupang, sebagaimana tertera dalam Naskah Perjanjian BelanjaHibah Daerah Antara Pemkab Kupang dengan Pengcab PSSI Kab. Kupang, No. 09 Tahun 2012dan No.07/IV/PSK/2012, tanggal 30 April 2012.
 
 Pada kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang TA.2012, juga ada indikasi kuat bahwa pihak Pemkab Kupang diduga telah menyalurkan dana hibah sebesar Rp.500.000.000,00untuk pengembangan persepakbolaan di Kab. Kupang pada kepengurusan PSSI yang didugatidak tepat (
 Lihat Surat Perintah Membayar No.SPM:0006/LS/PPKD/1.20.5.2/2012
). Hal inidibuktikan dengan mencermati dan membandingkan secara cerdas untuk mengukur keabsahanantara Surat Keputusan Ketua Pengcab PSSI Kab. Kupang No. 01 Tahun 2012, TentangPengurus Cabang PSSI Kabupaten Kupang (PSK) Masa Bhakti 2012-2017, yang ditetapkan diKupang, pada tanggal 27 Maret 2012, dan ditandtangani oleh Johanis J. Masse, STh dalamkapasitas sebagai Ketua Pengcab PSSI Kab. Kupang dengan Surat Keputusan Pengda PSSI NTT No:Skep/28/II/2007, Tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Cabang PSSI kabupaten KupangPeriode Tahun 2007-2012, yang ditetapkan di Kupang, pada tanggal 25 Februari 2007, danditandatangi bersama oleh Drs. Frans Lebu Raya dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PengdaPSSI NTT dan Drs. Martinus Meowatu dalam kapasitas sebagai Sekretaris Umum Pengda PSSI NTT.Berkaitan dengan pengungkapan kasus dugaan korupsi dana hibah PSSI Kab. Kupang TA.2012,tahap pertanggungjawaban pengelolaan dana hibah juga harus mendapat perhatian. Permendagri No. 32 Tahun 2011, telah dengan tegas menyebutkan bahwa bentuk pertanggungjawaban belanjahibah oleh pemerintah daerah (SKPD atau SKPKD) adalah dokumen berupa usulan dari calon penerima hibah kepada kepala daerah, keputusan kepala daerah tentang penetapan daftar  penerima hibah, NPHD, Pakta Integritas dari penerima hibah yang menyatakan bahwa hibahyang diterima akan digunakan sesuai dengan NPHD. Selain itu, ada juga bukti transfer uang atas pemberian hibah berupa uang dan bukti serah terima barang/jasa atas pemberian hibah berupa barang/jasa.Permendagri ini juga memerintahkan agar bentuk pertanggungjawaban oleh penerima hibahharus berupa: laporan penggunaan hibah, surat pernyataan tanggungjawab yang menyatakan bahwa hibah yang diterima telah digunakan sesuai NPHD, dan bukti-bukti pengeluaran yanglengkap dan sah sesuai peraturan perundang-undangan bagi penerima hibah berupa uang atausalinan bukti serah terima barang/jasa bagi penerima hibah berupa barang/jasa.Jika memperhatikan alur pertanggungjawaban, sudah seharusnya pihak POLDA NTT segeramemanggil dan memeriksa secara serius para pihak yang diduga terkait dalam proses penganggaran sampai dengan pemanfaatan dana hibah PSSI Kab. Kupang TA.2012, diantaranya:
Pertama,
Bupati Kupang selaku Kepala Daerah yang bertugas menetapkan daftar penerimahibah beserta besaran uang atau jenis barang atau jasa yang akan dihibahkan, sekaligus selaku pihak yang menandatangi dengan pihak penerima hibah.
Kedua,
Pimpinan organisasi penerimahibah yang memanfaatkan dana hibah dan sekaligus selaku pihak yang menandatangi NPHDdengan pihak Pemberi Hibah.
Ketiga,
Dewan Perwakilan Rakyat Kab. Kupang yang ikutmembahas APBD Kab. Kupang TA.2012.
Keempat,
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mempunyai tugasmenyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBDsekaligus bertugas memberikan pertimbangan atas rekomendasi kepada Kepala Daerah berkaitandengan usulan hibah dari pihak yang membutuhkan dana hibah.
Kelima,
Pejabat Pengelola

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->