Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat Ilmu Prof Dr Ahmad Tafsir

Filsafat Ilmu Prof Dr Ahmad Tafsir

Ratings: (0)|Views: 35 |Likes:
Published by Andri Raditya
Filsafat ilmu
Filsafat ilmu

More info:

Published by: Andri Raditya on Sep 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

 
 
2004PT Remaja BosdaKarya, BandungBab 2 - Pengetahuan sainBab 3 – Pengetahuan Filsafat
 
BAB 2Bab 2 - PENGETAHUAN SAIN
Pada Bab 2 ini dibicarakan ontologi, epistemologi, dan aksiologi sain.Uraian mengenai ontologi sain membahas hakikat dan struktur sain. Uraiantentang struktur sain tidak terlalu bagus. Hal itu disebabkan oleh begitu banyak macam sain, karena banyaknya maka banyak yang tidak saya ketahui.Epistemologi sain difokuskan pada cara kerja metode ilmiah. Sedangkan pembahasan aksiologi sain diutamakan pada cara sain menyelesaikan masalahyang dihadapi manusia.A. Ontologi SainDi sini dibicarakan hakikat dan struktur sain. Hakikat sain menjawab pertanyaan apa sain itu sebenarnya. Struktur sain seharusnya menjelaskan cabang-cabang sain, serta isi setiap cabang itu. Namun di sini hanya dijelaskan cabang-cabang sain dan itupun tidak lengkap.1. Hakikat Pengetahuan SainPada Bab 1 telah dijelaskan secara ringkas bahwa pengetahuan sain adalah pengetahuan rasional empiris. Masalah rasional dan empiris inilah yang dibahas berikut ini.
 Pertama, masalah rasional 
 
.Saya berjalan-jalan di beberapa kampung. Banyak hal yang menarik  perhatian saya di kampung-kampung itu, satu diantaranya ialah orang-orang dikampung yang satu sehat-sehat, sedang di kampung yang lain banyak yang sakit.Secara pukul-rata penduduk kampung yang satu lebih sehat daripada penduduk kampung yang lain tadi. Ada apa ya? Demikian pertanyaan dalam hati saya.Kebetulan saya mengetahui bahwa penduduk kampung yang satu itumemelihara ayam dan mereka memakan telurnya, sedangkan penduduk kampungyang lain tadi juga memelihara ayam tetapi tidak memakan telurnya, merekamenjual telurnya. Berdasarkan kenyataan itu saya menduga, kampung yang satuitu penduduknya sehat-sehat karena banyak memakan telur, sedangkan penduduk kampung yang lain itu banyak yang sakit karena tidak makan telur. Berdasarkan
 
 
ini saya menarik hipotesis semakin banyak makan telur akan semakin sehat, atautelur berpengaruh positif terhadap kesehatan.Hipotesis harus berdasarkan rasio, dengan kata lain hipotesis harusrasional. Dalam hal hipotesis yang saya ajukan itu rasionalny a ialah: untuk sehatdiperlukan gizi, telur banyak mengandung gizi, karena itu, logis bila semakin banyak makan telur akan semakin sehat.Hipotesis saya itu belum diuji kebenarannya. Kebenarannya barulahdugaan. Tetapi hipotesis itu telah mencukupi dari segi kerasionalannya. Dengankata lain, hipotesis saya itu rasional. Kata “rasional” di sini menunjukkan adanyahubungan pengaruh atau hubungan sebab akibat.
 Kedua
, masalah empiris. Hipotesis saya itu saya uji (kebenarannya)mengikuti prosedur metode ilmiah. Untuk menguji hipotesis itu saya gunakanmetode eksperimen dengan cara mengambil satu atau dua kampung yang disuruhmakan telur secara teratur selama setahun sebagai kelompok eksperimen, danmengambil satu atau dua kampung yang lain yagn tidak boleh makan telur, jugaselama setahun itu, sebagai kelompok kontrol. Pada akhir tahun, kesehatan keduakelompok itu saya amati. Hasilnya, kampung yang makan telur rata-rata lebihsehat.Sekarang, hipotesis saya semakin banyak makan telur akan semakin sehatatau telur berpengaruh positif terhadap kesehatan terbukti. Setelah terbukti – sebaiknya berkali-kali – maka hipotesis saya tadi berubah menjadi teori. Teorisaya bahwa “Semakin banyak makan telur akan semakin sehat” atau “Telur  berpengaruh positif terhadap kesehatan,” adalah teori yang rasional-empiris. Teoriseperti inilah yang disebut teori ilmiah (
 scientific theory
). Beginilah teori dalamsain.Cara kerja saya dalam memperoleh teori itu tadi adalah cara kerja metodeilmiah. Rumus baku metode ilmiah ialah:
logico-hypothetico-verificatif 
(buktikan bahwa itu logis, tarik hipotesis, ajukan bukti empiris). Harap dicatat bahwa istilah
logico
dalam rumus itu adalah logis dalam arti rasional.Pada dasarnya cara kerja sain adalah kerja mencari hubungan sebab-akibatatau mencari pengaruh sesuatu terhadap yang lain. Asumsi dasar sain ialah tidak ada kejadian tanpa sebab.Asumsi ini oleh Fred N. Kerlinger (
 Foundation of 
 
 
 Behavior Research
, 1973:378) dirumuskan dalam ungkapan
 post hoc, ergo propter hoc
(ini, tentu disebabkan oleh ini). Asumsi ini benar bila sebab akibat itumemiliki hubungan rasional.Ilmu atau sain berisi teori. Teori itu pada dasarnya menerangkan hubungansebab akibat. Sain tidak memberikan nilai baik atau buruk, halal atau haram,sopan atau tidak sopan, indah atau tidak indah; sain hanya memberikan nilai benar atau salah. Kenyataan inilah yang menyebabkan ada orang menyangka bahwa sainitu netral. Dalam konteks seperti itu memang ya, tetapi dalam konteks lain belumtentu ya.2. Struktur SainDalam garis besarnya sain dibagi dua, yaitu sain kealaman dan sain sosial.Contoh berikut ini hendak menjelaskan struktur sain dalam bentuk nama-namailmu. Nama ilmu banyak sekali, berikut ditulis beberapa saja diantaranya:1) Sain Kealaman
 Astronomi
;
 Fisika
: mekanika, bunyi, cahaya dan optik, fisika nuklir;
 Kimia
: kimia organik, kimia teknik;
 Ilmu Bumi
: paleontologi, ekologi, geofisika, geokimia, mineralogi,
geografi;
 Ilmu Hayati
: biofisika, botani, zoologi;
2) Sain Sosial
Sosiologi
: sosiologi komunikasi, sosiologi politik, sosiologi pendidikan
 Antropologi
: antropologi budaya, antropologi ekonomi, entropologi
 politik.
 Psikologi
: psikologi pendidikan, psikologi anak, psikologi abnormal;
 Ekonomi
: ekonomi makro, ekonomi lingkungan, ekonomi pedesaan;
 Politik 
: politik dalam negeri, politik hukum, politik internasional
Agar sekaligus tampak lengkap, berikut ditambahkan Humaniora.3) Humaniora
Seni
: seni abstrak, seni grafika, seni pahat, seni tari;
 Hukum
: hukum pidana, hukum tata usaha negara, hukum adat (mungkin
dapat dimasukkan ke sain sosial);

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->