• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Sudah capek-capek bikin naskah yang menurut kita paling bagus. Susah payah ngiriminke penerbit, pakai sabar menunggu pula… eh, tahu-tahu naskah kita ditolak.Ya ampun, patah hati dong pastinya! Iyalah, usaha segitunya… tahu-tahu kok cumanuntuk ditolak.Patah hati, sedih, kecewa, sebel, dll mungkin pasti menghampiri kita kalau naskahditolak. Tapi, kalau sudah begitu kecewanya, apa yang harus kita lakukan pada naskahkita? Apa langsung kita buang saja dan delete filenya karena ngerasa naskah kita jelek?Hohoho, tunggu dulu.... simak uraian berikut untuk menyiasati kalau naskah kita ditolak.
1.Lapang dada.
Terima dengan lapang dada dan ikhlas kalau naskah kita ditolak. Itu manusiawikok. Jangankan bagi yang baru mulai nulis. Lha naskah saya aja masih sering kok ditolak penerbit. Meskipun bukan lagi pada tataran teknis, tetap saja namanyaditolak kan? Tidak bisa diterbitkan. Ya sudah, terima saja dengan ikhlas.
2.Periksa catatan penerbit.
Penerbit yang solid, biasanya saat menolak naskah mengemukakan juga alasan penolakannya. Perhatikan baik-baik. Apakah karena temanya yang kadaluarsa,apa karena penulisan yang tidak sistematis, atau bisa juga karenakekuranglengkapan masalah teknis, bisa juga karena pemasaran yang terbatas, dll.Periksa baik-baik. Kalau perlu diskusikan dengan tim editor yang menilai. Kita bisa dapat masukan berharga lho, kenapa naskah kita ditolak. Dengarkan masukanitu dan terapkan pada perbaikan naskah kita. Kalau penerbit sebelumnya maumemeriksa lagi, syukur. Kalau tidak mau, ya kirim saja ke penerbit lainnya.
3.Perbaiki, kalau masih memungkinkan.
Ada Penerbit yang baik banget. Artinya, setelah menolak tapi penulisnya proaktif dan tanya ini itu soal penolakan, kemungkinan revisi, dll. lalu memberikankesempatan untuk revisi dan perbaikan. Oooh, kalau dapat penerbit yang sepertiini, lakukan saja. Revisi dengan kontrol editor, pasti jauh lebih bagus dankemungkinan terbit semakin besar.
4.Endapkan saja, simpan dulu.
Ada materi-materi yang memang nggak trend pada saat tertentu, tapi secaramateri sebenarnya bagus banget. Dan penerbit nggak mau menerbitkan karena pertimbangan pasar tersebut. Kalau ini yang terjadi, ya simpan saja dulu. Syukur-syukur diperbaiki terus disimpan dengan nyaman di brankas naskah. Sewaktu-waktu diperlukan, tinggal dikeluarkan.
 
5.Modifikasi.
Penerbit satu dan lainnya punya standar dan aturan penilaian naskah yang berbeda-beda. Kalau di penerbit satu ditolak, belum tentu lho di penerbit lainnya juga ditolak. Ya, perbaiki saja. Modifikasi dengan sebaik-baiknya, lalu kirimkanke penerbit yang lain.
6.Tulis ulang.
Apa maksudnya? Mungkin pas penulisan itu, ide dan tema kita sangat kuat. Tapientah kenapa, karena menulis itu sangat dipengaruhi mood dan suasana, cara penulisannya jadi antah berantah gitu. Nggak jelas ujung pangkalnya. Nah, ambilsaja ide dan temanya. Lalu menulislah kembali dengan tema yang sama denganmetode dan cara yang berbeda.
7.Cari penerbit lain.
Kalau pas lagi males merevisi naskah kita yang ditolak, ya coba saja kirimkan ke penerbit lain. Kalau masih ditolak lagi, berarti kita harus instrospeksi jangan- jangan naskah kita emang harus dirombak total.
8.Point plus kita.
Santai aja, naskah ditolak bukan berarti kiamat kok. Gagal sekali, dua kali, tapikan sudah berani menulis, menyelesaikan naskahnya, dan mengirimkannya ke penerbit. Itu telah menjadi point plus kita. Banyak lho, orang yang sesumbarnyamau jadi penulis, tapi nggak pernah nyelesaiin naskahnya dan nggak mau kirimke penerbit.... Artinya kita sudah selangkah lebih maju daripada orang-orang yangseperti itu kan?!
9.Kerjaan editor.
 Naskah ditolak? Baguslah...! Anda sudah memberi pekerjaan editor naskah untuk menolak. Kalau editor menerima semua naskah, wah, jangan-jangan tuh bukaneditor yang baik lho!
10.Bersyukur.
Lho kok bersyukur? Ditolak kok malah suruh bersyukur. Yach, kan sudah ditolak.Sudah dapat kabar gitu lho! Coba kalau anda mengalami naskah tidak jelasstatusnya gara-gara penerbitnya nggak profesional? Masih lebih bersyukur andakan? Meskipun ditolak, naskah anda jelas statusnya dan penerbit nggak merugikan anda.... hayo, selalu ada celah untuk bersyukur. Hehehehe jadi penulis kalau manyun terus.... jelek iiiih....
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...