•
Sinetron Olivia ternyata juga jiplak dari film barat remaja She’s The Man yangdiperankan Amanda Bynes. Cinderela Boy juga dari drama taiwan HanazakarinoKimitachihe. Info viarina.
•
Sinetron Candy juga merupakan adaptasi/jiplakan komik/anime lawas berjudulCandy-Candy. Info via Ira.
•
Film Guruku Idolaku yang tayang di RCTI pukul 16.00 ceritanya mirip dengankartun anime Gokusen. Beberapa sketsa Extravaganza ABG (yang sudah lamanggak beredar) persis dengan sketsa komedi All That di Nickelodeon. Info viaDita.
•
Kalau Anda bisa mengkonfirmasi dan/atau menambah daftar tersebut di atas,silakankontak ke saya.
Bagaimana Sinetron Menjajah Dunia
Pertanyaannya sekarang, mengapa sinetron bisa begitu meraja lela? Kalau menurut saya:
•
Masyarakat Indonesia secara umum belum bisa menilai mutu/kualitas suatutayangan dengan akurat. Misalnya, banyak tayangan asing yang sangat laku dinegara asalnya tetapi justru jeblok
rating
nya ketika ditayangkan di Indonesia.Begitu juga sebaliknya.
•
Banyak masyarakat kita yang menonton televisi hanya untuk
pleasure
, menghibur diri. Apalagi kaum pria, yang kebanyakan menonton hanya untuk menghibur mata — selain mencari informasi dan tayangan olahraga (sepakbola).
•
Penonton daristrata kelasmenengah atas yang “sulit dibohongi” oleh sinetron-sinetron murahan seperti Anda, mungkin lebih
prefer
untuk membaca,
surfing
internet, menonton DVD, bermain
console game
, atau
hang out
sebagai saranahiburan. Kalaupun menonton televisi, pasti menggunakan satelit/TV kabel yang pilihannya jauh lebih beragam dan berkualitas.
•
Ujung-ujungnya, sinetron akan kian diminati, permintaan pasar terus bertumbuh,dan pembodohan masal terus bergulir.Lingkaran setan yang tiada berujung.Saya tidak bermaksud syirik dengan Raam Punjabi yang kian
tajir
karena dagangannyalaris manis di pasaran. Saya juga tidak bermaksud menyalahkan orang-orang
productionhouse
yang mungkin menyangka bahwa orang-orang kita tidak pernah menonton serialluar. Barangkali memang mereka berniat membuat karya bermutu, namun terpaksa harusrealistis dan mengikuti selera pasar .Masalahnya, sinetron sebenarnya mengajarkan kita dengan hedonisme dan mengajak kitauntuk bermimpi tentang gaya hidup yang serba wah. Lebih parah lagi, televisi ditontonmayoritas oleh kalangan kurang terpelajar, ibu-ibu rumah tangga, atau pembantu yang butuh waktu lama untuk menyadari bahwa mereka sedang
dikibulin
dengan impiankalangan atas.Begitulah selera mereka. Mereka gampang terbuai dengan kemewahan, berkhayalmenjadi orang kaya, bermimpi dipersunting pangeran kaya dan tampan, membayangkan
Add a Comment