Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
79Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asuhan Keperawatan Klien Dengan Infark Myocard Acut

Asuhan Keperawatan Klien Dengan Infark Myocard Acut

Ratings:

4.0

(4)
|Views: 5,189 |Likes:
Published by Ruslan Muchtar
asuhan, keperawatan, asuhan keperawatan, gagal, jantung, infark, ima, serangan, serangan jantung
asuhan, keperawatan, asuhan keperawatan, gagal, jantung, infark, ima, serangan, serangan jantung

More info:

Published by: Ruslan Muchtar on Jun 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

 
ASUHAN KEPERAWATANPADA KLIEN INFARK MYOCARD ACUT
1-KONSEP MEDISA.Pengertian
Infark Miokard Akut (IMA) adalah nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.
B.Fisiologi Sirkulasi Koroner
Arteri koroner kiri memperdarahi sebagaian terbesar ventrikel kiri, septumdan atrium kiri. Arteri koroner kanan memperdarahi sisi diafragmatik ventrikel kiri, sedikit bagian posterior septum dan ventrikel serta atriumkanan. Nodus SA lebih sering diperdarahi oleh arteri koroner kanan daripadakiri. (cabang sirkumfleks). Nodus AV 90% diperdarahi oleh arteri koroner kanan dan 10% diperdarahi oleh arteri koroner kiri (cabang sirkumfleks).Dengan demikian, obstruksi arteri koroner kiri sering menyebabkan infark anterior dan infark inferior disebabkan oleh obstruksi arteri koroner kanan.
 Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com
 
C.Patogenesis
Umumnya IMA didasari oleh adanya ateroskeloris pembuluh darah koroner. Nekrosis miokard akut hampir selalu terjadi akibat penyumbatan total arterikoronaria oleh trombus yang terbentuk pada plak aterosklerosis yang tidak stabil, juga sering mengikuti ruptur plak pada arteri koroner dengan stenosisringan (50-60%).Kerusakan miokard terjadi dari endokardium ke epikardium, menjadi komplitdan ireversibel dalam 3-4 jam. Secara morfologis, IMA dapat terjaditransmural atau sub-endokardial. IMA transmural mengenai seluruh dindingmiokard dan terjadi pada daerah distribusi suatu arteri koroner. Sebaliknya pada IMA sub-endokardial, nekrosis terjadi hanya pada bagian dalam dindingventrikel.
D.Patofisiologi
Dua jenis kelainan yang terjadi pada IMA adalah komplikasi hemodinamik danaritmia. Segera setelah terjadi IMA daerah miokard setempat akan memperlihatkan penonjolan sistolik (diskinesia) dengan akibat penurunan ejection fraction, isi sekuncup(stroke volume) dan peningkatan volume akhir distolik ventrikel kiri. Tekanan akhir diastolik ventrikel kiri naik dengan akibat tekanan atrium kiri juga naik. Peningkatantekanan atrium kiri di atas 25 mmHg yang lama akan menyebabkan transudasi cairan ke jaringan interstisium paru (gagal jantung). Pemburukan hemodinamik ini bukan sajadisebakan karena daerah infark, tetapi juga daerah iskemik di sekitarnya. Miokard yangmasih relatif baik akan mengadakan kompensasi, khususnya dengan bantuan rangsanganadrenergeik, untuk mempertahankan curah jantung, tetapi dengan akibat peningkatankebutuhan oksigen miokard. Kompensasi ini jelas tidak akan memadai bila daerah yang bersangkutan juga mengalami iskemia atau bahkan sudah fibrotik. Bila infark kecil danmiokard yang harus berkompensasi masih normal, pemburukan hemodinamik akanminimal. Sebaliknya bila infark luas dan miokard yang harus berkompensasi sudah buruk akibat iskemia atau infark lama, tekanan akhir diastolik ventrikel kiri akan naik dan gagal jantung terjadi. Sebagai akibat IMA sering terjadi perubahan bentuk sertaukuran ventrikel kiri dan tebal jantung ventrikel baik yang terkena infark maupun yangnon infark. Perubahan tersebut menyebabkan remodeling ventrikel yang nantinya akanmempengaruhi fungsi ventrikel dan timbulnya aritmia.Perubahan-perubahan hemodinamik IMA ini tidak statis. Bila IMA makin tenangfungsi jantung akan membaik walaupun tidak diobati. Hal ini disebabkan karena daerah-daerah yang tadinya iskemik mengalami perbaikan. Daerah-daerah diskinetik akibatIMA akan menjadi akinetik, karena terbentuk jaringan parut yang kaku. Miokard sehatdapat pula mengalami hipertropi. Sebaliknya perburukan hemodinamik akan terjadi bilaiskemia berkepanjangan atau infark meluas. Terjadinya penyulit mekanis seperti ruptur septum ventrikel, regurgitasi mitral akut dan aneurisma ventrikel akan memperburuk faal hemodinamik jantung.Aritmia merupakan penyulit IMA tersering dan terjadi terutama pada menit-menit atau jam-jam pertama setelah serangan. Hal ini disebabkan oleh perubahan-2
 
 perubahan masa refrakter, daya hantar rangsangan dan kepekaaan terhadap rangsangan.Sistem saraf otonom juga berperan besar terhadap terjadinya aritmia. Pasien IMAinferior umumnya mengalami peningkatan tonus parasimpatis dengan akibatkecenderungan bradiaritmia meningkat, sedangkan peningkatan tonus simpatis padaIMA inferior akan mempertinggi kecenderungan fibrilasi ventrikel dan perluasan infark.
E.Gejala Klinis
Keluhan yang khas ialah nyeri dada retrosternal, sepertidiremas-remas, ditekan, ditusuk, panas atau ditindih barang berat. Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnyakiri), bahu, leher, rahang bahkan ke punggung danepigastrium. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pectoris dan tak responsif terhadap nitrogliserin. Kadang-kadang, terutama pada pasien diabetes dan orang tua, tidak ditemukan nyeri sama sekali. Nyeri dapat disertai perasaanmual, muntah, sesak, pusing, keringat dingin, berdebar-debar atau sinkope. Pasien sering tampak ketakutan.Walaupun IMA dapat merupakan manifestasi pertama penyakit jantung koroner namun bila anamnesis dilakukanteliti hal ini sering sebenarnya sudah didahului keluhan-keluhan angina, perasaan tidak enak di dada atauepigastrium.Kelainan pada pemeriksaan fisik tidak ada yang spesifik dan dapat normal. Dapat ditemui BJ yakni S2 yang pecah, paradoksal dan irama gallop. Adanya krepitasi basalmenunjukkan adanya bendungan paru-paru. Takikardia,kulit yang pucat, dingin dan hipotensi ditemukan padakasus yang relatif lebih berat, kadang-kadang ditemukan pulsasi diskinetik yang tampak atau berada di dindingdada pada IMA inferior.
F.Diagnosis BandingG.KomplikasiH.Prognosis
Beberapa indeks prognosis telah diajukan, secara praktis dapat diambil pegangan3 faktor penting yaitu:1.Potensial terjadinya aritmia yang gawat (aritmia ventrikel dll)2.Potensial serangan iskemia lebih lanjut.3.Potensial pemburukan gangguan hemodinamik lebih lanjut (bergantungterutama pada luas daerah infark).
1-FOKUS PENGKAJIAN KEPERAWATANI.Riwayat Keperawatan dan Pengkajian Fisik:
Berdasarkan klasifikasi Doenges dkk. (2000) riwayat keperawatan yang perludikaji adalah:4.Aktivitas/istirahat:Gejala:-Kelemahan, kelelahan, tidak dapat tidu –Riwayat pola hidup menetap, jadual olahraga tak teratuTanda: –Takikardia, dispnea pada istirahat/kerja5.Sirkulasi:Gejala:-Riwayat IM sebelumnya, penyakit arteri koroner, GJK, masalah TD, DM.3

Activity (79)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mariana Naibaho liked this
Komang Widi liked this
Al Fian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->