Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
lingkar pinggang

lingkar pinggang

Ratings: (0)|Views: 1,814|Likes:
Published by cholikharunrosjidi

More info:

Published by: cholikharunrosjidi on Jun 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
Awas!!! SEMAKIN PANJANG IKAT PINGGANG KITA....SEMAKIN PENDEK UMUR KITA….
Oleh: Cholik H.R., M.Kes
(Dosen FIK UNMUH Ponorogo dan Sekretaris Bidang Pendidikan PPNI Kabupaten Ponorogo).
Pendahuluan
Jika masalah gizi kurang sering dihubungkan denganpenyakit-penyakit infeksi, maka gizi lebih (obesitas)merupakan ancaman timbulnya penyakit-penyakit noninfeksi (
degenerative
) yang saat ini mulai banyak terjadi dinegara-negara yang sedang berkembang.Modernisasi dan pasar global telah memberikan manfaat dan kemajuan dibanyak negara berkembang dengan meningkatnya status kesehatan sertafasilitas dan pelayanan yang ada. Akan tetapi modernisasi ternyata membawadampak yang serius baik secara langsung maupun tidak langsung terhadapperubahan (penyimpangan) pola makan dan aktivitas fisik. Hal ini berperanpenting terhadap munculnya peningkatan angka obesitas di masyarakat.Obesitas merupakan prediktor penting terjadinya peningkatan risiko seranganpenyakit jantung koroner. Orang yang
mengalami obesitas mempunyai risikoterserang penyakit Jantung Koroner 4 kali
dibanding orang yang tidakobesitas (Gotera dkk, 2006). Hasil penelitian membuktikan bahwa distribusi jaringan lemak berpengaruh pada tingginya risiko serangan PJK. Penelitian ini juga membuktikan bahwa obesitas sentral lebih berbahaya dibandingkanobesitas non sentral.Obesitas sentral dapat dilakukan dengan mengukur keliling perut tepat dibawah iga terakhir. Obesitas sentral bila lingkar pinggang ≥ 90 cm pada laki-lakidan ≥80 cm pada wanita.
Masalah
Akhir-akhir ini angka kejadian kelebihan berat badan dan obesitas meningkatsangat tajam di seluruh dunia dengan tingkatan yang sangat mengkhawatirkan.Obesitas sudah lama menjadi masalah serius di negara maju bahkan sampaimenjadi epidemi. Namun akhir-akhir ini ditemukan bukti-bukti peningkatanancaman berat badan lebih dan obesitas di Indonesia. Depkes (2003)melaporkan angka
overweight 
sebesar 8,1% pada penduduk laki-laki dewasadan 6,8% mengalami obesitas, 10,5% penduduk wanita mengalami
overweight 
dan 13,5% mengalami obesitas.Angka-angka diatas walaupun yang di survey penduduk kota namun dapatdijadikan
warning 
bagi pemerintah dan masyarakat bahwa obesitasmerupakan ancaman serius bagi masyarakat Indonesia.
1
 
Bahaya
Orang yang Obesitas berhubungan dengan meningkatnya risiko terserangberbagai penyakit degeneratif seperti Hipertensi, DM, kanker, perlemakan hati,peningkatan LDL (kolesterol jahat), penurunan HDL (kolesterol baik), penyakitdan penyakit jantung koroner. Penelitian di Bali menunjukkan Obesitas sentrallebih berbahaya dibandingkan obesitas non sentral. Dari semua pasien PJKdidapatkan 51,1% menderita obesitas sentral.Yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah adanya kecenderunganpeningkatan
overweight dan obesitas
pada anak dan remaja. Beberapapenelitian menunjukkan bahwa obesitas pada anak dan remaja terdapatkecenderungan tetap obes pada usia dewasa.
Penyebab
Pada intinya berat badan lebih dan obesitas terjadi karena ketidakseimbanganantara asupan nutrisi (
energy intake)
dengan energi yang digunakan (
energy expenditure
). Kelebihan zat gizi ini akan disimpan ditubuh dalam bentuk lemak.Pada laki-laki penyimpanan lemak terjadi diperut, sedangkan wanitakebanyakan di pinggul dan paha.Perubahan pola makan yang bergeser dengan kandungan makanan tinggikalori dan perubahan pola hidup modern yang kurang beraktivitas merupakanpenyebab utama terjadinya kelebihan berat badan. Hal ini dapat dibuktikanpada masyarakat tradisional dimana masyarakat cenderung melakukanaktivitas fisik dan pola makan tradisional angka kejadian obesitas sangatrendah. Pada intinya, diet tinggi lemak dan tinggi kalori dengan pola hidupkurang gerak merupakan faktor utama yang berkaitan dengan peningkatanangka kejadian obesitas di seluruh dunia (WHO, 2003).
Cara Mendeteksi
Cara mudah dan sederhana dapat dilakukan untuk mendeteksi Obesitas.Obesitas sentral dapat diukur dengan cara mengukur lingkar perut. Tempatpengukuran diantara tulang panggul bagian atas dan tulang rusuk bagianbawah. Pengkategorian obesitas berdasarkan nilai ukuran lingkar pinggang,untuk laki-laki ≥ 90 cm, dan untuk wanita ≥80 cm.
Solusi
Prinsip utama mengatasi obesitas adalah dengan cara mengurangi masukan(
intake
), dan meningkatkan
output.
Beberapa hal dapat dilakukan untukmencegah atau menurunkan obesitas seperti:1.Olah raga teratu
2.
Perbanyak makan buah dan sayur 3.Hentikan konsumsi alkohol dan rokok
2
Semakin panjang ukuran ikat pinggangkita Semakin pendek umur kita.

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nana Setiawan liked this
Sriningtyas Utami added this note|
gampang gampang susah mengendalikan berat badan siiiiiiiip banget artikelnya makasih
Kezia Ivena liked this
Nayla Azmi Putri liked this
Rosie Tooy liked this
Eka Nurrahmah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->