Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reviu Laporan Keuangan

Reviu Laporan Keuangan

Ratings: (0)|Views: 128|Likes:
Published by efembahan

More info:

Published by: efembahan on Sep 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/14/2014

pdf

text

original

 
Yang berkompeten mereviu Laporan Keuangan Daerah
11 March 2009 byarief  Siapa yang berkompeten mereviu Laporan Keuangan Daerah?Mereviu laporan keuangan idealnya dilaksanakan oleh akuntan. Ironinya, banyak instansi pemerintah kecuali Depkeu yang tidak memiliki seorang akuntan. Jadi, siapa yangseharusnya kompeten?Tidaklah mudah mereviu laporan keuangan pemerintah, baik pusat maupun daerah.Apalagi, jika bicara soal kualitas laporan. Masalahnya, selama ini, pihak yang diberiwewenang melakukan tugas tersebut sebagian besar belum memiliki kompetensisebagaimana disyaratkan oleh asosiasi profesi akuntan (
 Ikatan Akuntan Indonesia
).Dalam faktanya “Tidak sembarang orang bisa melakukan reviu”..“Kompeten itu tidak identik dengan seseorang yang diberi wewenang. Sebagaimanakenyataan yang terjadi selama ini” ..Kewenangan tersebut tertuang dalam peraturan pemerintah (PP) No. 8 Tahun 2006tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Perbendaharaan Nomor PER-44/PB/2006 tentang PedomanPelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga.Dan Permendagri Nomor 4Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu atas Laporan Keuangan PemerintahDaerah..Tertuang dalam Pasal 33 ayat (3)
 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 
tentangPelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, menyatakan aparat pengawasanintern pemerintah pada pemerintah daerah melakukan reviu atas laporan keuangan dankinerja dalam rangka meyakinkan keandalan informasi yang disajikan sebelumdisampaikan oleh gubernur/bupati/walikota kepada Badan Pemeriksa Keuangan..Dalam Perdirjen Perbedaharaan tersebut disebutkan yang wajib melakukan reviu laporankeuangan adalah Aparat Pengawas Intern Kementerian Negara/lembaga atau biasadisebut sebagai Inspektorat Jenderal (irjen).Dan dalam
tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu atasLaporan Keuangan Pemerintah Daerah disebutkan pada Pasal 12 bahwa InspektoratProvinsi/Kabupaten/Kota melaksanakan reviu atas laporan keuangan pemerintah daerah.
 Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-44/PB/2006 
Pasal 1 ayat (1)Reviu adalah prosedur penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan, permintaanketerangan,dan analitik yang harus menjadi dasar memadai bagi Aparat Pengawas Internuntuk memberi keyakinan terbatas bahwa tidak ada modifikasi material yang harusdilakukan atas laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
 
 Permendagri Nomor 4 Tahun 2008
Reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah prosedur penelusuran angka-angka, permintaan keterangan dan analitis yang harus menjadi dasar memadai bagiInspektorat untuk memberi keyakinan terbatas atas laporan keuangan bahwa tidak adamodifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan keuangantersebut disajikan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang memadai dansesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).Laporan keuangan adalah produk laporan yang sarat dengan pengetahuan tentangakunting (accounting knowledge). Karena itu, orang yang kompeten untuk melakukanreviu laporan keuangan pemerintah adalah sebagaimana dipersyaratkan dalam standar auditing dan standar jasa reviu yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Melihat kenyataan yang terjadi selama ini, adalah sangat mendesak Inspektorat Jenderal(Itjen) di berbagai departemen dan lembaga non departemen, termasuk inspektorat pemerintah daerah merekrut akuntan untuk memperkuat fungsi kelembagaannya.“Bukan dalam konteks tidak mempercayai kemampuan non akuntan. Namun, kalau inidilakukan terus pasti tidak lazim. Dan selayaknyalah mendudukan masalah padaketentuan profesi, karena disitulah profesionalisme diukur dan diatur”..Reviu laporan keuangan idealnya dilaksanakan oleh
akuntan
. Sayangnya masih banyak instansi pemerintah kecuali Depkeu yang tidak memiliki seorang akuntan.“Faktanya hampir seluruh pemerintah daerah, sangat sedikit yang berlatar belakangmanajemen keuangan. Ada kepala biro keuangan yang sarjana hukum, ada yang lulusanIKIP, dan lainnya.. Itulah faktanya,” ..Sangat bisa dimaklumi bahwa kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari sejarah masalalu yang mengganggap bahwa keuangan tidak perlu di
manage
secara profesional.Sehingga siapa pun orangnya boleh mengelola keuangan.Telah diketahui bahwa dalam standar audit dan standar reviu yang diterbitkan oleh IAIyang mengharuskan audit dan reviu dilakukan oleh seseorang yang memiliki kompetensidengan pengalaman memadai. Kompetensi yang dimaksud adalah bahwa seseorang ituharus memiliki latar pendidikan akuntansi.Standar tersebut tetap relefan. Hanya saja relatif sudah dibuat (
established 
). Kalau di pemerintah dengan sudah ditetapkannya jabatan fungsional auditor. Hanya saja, sejauhmana jabatan fungsional auditor itu sudah meng
cover 
hal tersebut.Ke depan, kebutuhan akan kualitas laporan keuangan yang baik akan menyadarkan banyak pihak, terutama betapa pentingnya memperhatikan kompetensi dan kapasitasseseorang terkait dengan laporan keuangan, baik penyusunan laporan keuangan maupunreviu atas laporan keuangan yang telah disusun, sebelum laporan keuangan tersebutdiaudit Badan Pemeriksa Keuangan..
 
LATAR BELAKANG REVIU
Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga sebelum diserahkan kepada BPK untuk diperiksa, aparat pengawasan intern pemerintah melakukan reviu laporan keuangan berdasarkan permintaan Menteri atau Pimpinan K/L demi menghasilkan LK yang berkualitas. Kegiatan reviu oleh APIP ini dilakukan menurut DASAR HUKUM sebagai berikut :
Undang-undang Nomor 17/2003
Presiden (Gubernur/Bupati/Walikota) menyampaikan rancangan UU (Perda) tentangPertanggungjawaban Pelaksanaan APBN (APBD) kepada DPR (DPRD) berupa LK yangtelah diperiksa oleh BPK, selambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir. — pasal30 (1) dan 31 (1)Bentuk dan isi Laporan PP APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan SAP —  pasal 32 (1)LK dimaksud setidak-tidaknya meliputi :
LR APBN (pasal 30)/APBD (pasal 31),
 Neraca, LAK, CaLK, LK perush. negara & badan lain (pasal 30)/perush. daerah(pasal 31)
Undang-undang Nomor 1/2004
Menteri/Pimpinan Lembaga (Kepala SKPD) selaku PA/PB K/L (SKPD) yangdipimpinnya , menyusun dan menyampaikan LK K/L (SKPD) yang dipimpinnya. —  pasal 4(2) dan 6(2)
.B. LANDASAN HUKUM REVIU (Peraturan Pemerintah Nomor 8/2006 Pasal33(3))
APIP pada K/L/Pemda melakukan REVIU atas LK dan Kinerja dalam rangkaMEYAKINKAN KEANDALAN INFORMASI yang disajikan sebelum disampaikanoleh Menteri/Pimpinan Lembaga/Gubernur/Bupati/Walikota kepada pihak-pihak sebagaimana diatur dalam pasal 8 dan pasal 11 (Presiden/BPK).
APIP sebagai pelaksana reviu (Peraturan Menkeu Nomor 171/PMK.05/2007 Pasal66(9))
Apabila K/L belum memiliki APIP, Sekjen/pejabat yang setingkat pada K/L menunjuk  beberapa orang pejabat di luar Biro/Bidang Keuangan untuk melakukan reviu atas LK.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->