Fenomena ‘Illah dan Syuz\u>z\ dalam Hadis
FENOMENA
‘ILLAH
DAN
SYUZ|U<Z|
DALAM HADIS(Klasifikasi Hadis Berdasarkan Teori
al-‘Illah
dan
asy-
Syuz\u>z
)Oleh: Kamran As’at Irsyady, Lc(I)PENDAHULUAN
Masalah otentisitas hadis
menjadi perhatian dan kajian utama para ulamahadis, bahkan sejak zaman Nabi saw. dan shahabat. Mereka tidak serta-mertamenerima suatu berita, informasi, atau pernyataan yang dinisbatkan kepadaRasulullah saw., melainkan melalui proses verifikasi yang cukup ketat dan berliku-liku. Mereka berangkat dari asumsi bahwa tidak semua hadis yangdiriwayatkan memenuhi unsur-unsur
‘ada>lah
dan
d}abt}
}, dan bisadiambil, sebab dalam proses periwayatan dan tranmisi sangatdimungkinkan adanya
human error
(lupa, lalai, atau waham), baik yangdisengaja maupun tidak sengaja. Sejumlah perangkat ilmu hadis
pun disusun dandibukukan guna keperluan tersebut, sehingga mereka bisa mengetahui tingkatkeabsahan setiap hadis.
Secara garis besar, hadis berdasarkan tranmisi; kesampaiannya ke tangankita dan kwantitas perawinya bisa dibedakan menjadi hadis
mutawa>tir
danhadis
ah}ad
.
Karena diriwayatkan oleh orang banyak yang tidak mungkinmelakukan kesepakatan konspiratif untuk berbohong, maka hadis mutawatir
1
Dalam tulisan ini, penulis tidak memperdebatkan lagi perbedaanhadis dan Sunnah sebagai
verbal tradition, practical tradition,
atau
livingtradition
, melainkan menganggapnya sebagai dua hal yang identik, yaitusebagai informasi yang dinisbatkan pada Nabi saw. baik yang berbentukucapan, perbuatan, sifat, dan penetapan (pengakuan).
2
Rumpun disiplin ilmu hadis antara lain: Ilmu jarh} wa ta‘di>l, ma’rifahas}-s}ah}a>bah, ilmu ta>ri>kh ar-ruwwa>h (sejarah para perawi), ilmuma’rifah al-asma>’ wa al-kuna> wa al-alqa>b, ilmu ta’wi>l musykil al-h}adi>s\, ma’rifah ghari>b al-h}adi>s, ilmu ‘ilal al-h}adi>s, al-masyikhat(para guru), at}-t{abaqa>t, riwa>yah al-aka>bir ‘an al-as}a>ghi>r wa al-aba>’ ‘an al-abna>’. Lihat Dr. Ah}mad Umar Hasyi>m,
Qawa>‘id Us\u>l al-H{adi>s\
, (Beirut: Da>r al-Fikr, t.t.), hlm. 28-34.
3
T{a>hir ibnu S{alih} ibnu Ah}mad al-Jaza>’iri ad-Dimasyqi>,
Tauji>han-Naz}ar ila Us}u>l al-As\ar
, Madinah: Al-Maktabah al-‘Ilmiyyah, hlm. 19-20.
4
Lihat pengertian hadis mutawa>tir dan ah}a>d dalam Dr. Mah}mu>dat}-T{ah}h}a>n,
Taisi>r Mus}t}alah} al-H{adi>s\,
cet. VII, (Riya>d}:Maktabah al-Ma'a>rif li an-Nasyr wa at-Tauzi>', 1985), hlm. 19-27.
(1)
Leave a Comment