Kedua,
mengembangkan, memperkaya, melipatgandakan, meningkatkan,memperluas dan menyebarluaskan pendidikan sampai kepada dimensi masyarakat secarakeseluruhan. Ini merupakan hal yang sangat urgen sebab pendidikan saat ini semakin menjadikebutuhan pokok setiap individu. Dalam bidang pendidikan setidak-tidaknya ada beberapahal yang urgen untuk dilakukan:a.Modernisasi sistem pendidikan Islam yang bertujuan untuk membuat produktifitasintelektual Islam yang kreatif dalam semua bidang usaha intelektual bersama-samadengan keterikatan yang serius kepada Islam. b.Penghapusan dikhotomi pendidikan. Dengan demikian alumnus pendidikan Islam akanmampu mengintegrasikan kebutuhan dunia dan akhirat dalam semua aktifitasnya. Khususdalam bidang keilmuan ini bertujuan untuk: (1) membentuk watak ilmuan Islam dengannilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi dan masyarakat, (2) memungkinkan para ahliyang berpendidikan modern untuk mengembangkan bidang kajian masing-masing dengannilai-nilai Islam.
c.Penggalakan pendidikan non formal. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, derasnyaarus informasi, dan faktor-faktor sosial ekonomi lainnya, telah banyak mengubah sistem pendidikan di dunia, dan memaksa manusia untuk menggunakan sejumlah besar sektor pendidikan non formal, sebab pendidikan formal ternyata tidak mampu menampungseluruh aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Kesulitan terbesar untuk ini adalah biayayang dibutuhkan untuk membangun gedung-gedung pendidikan, namun bila umat Islammampu mengembalikan fungsi mesjid sebagai pusat kebudayaan, atau dalam hal ini,sebagai lembaga pendidikan non formal maka kesulitan ini sudah teratasi. Mengapa harusmesjid ? Jawaban tentang ini akan diuraikan tersendiri dalam makalah ini.
Ketiga
, mengoptimalkan fungsi lembaga-lembaga keagamaan yang telah terbentuk dan membentuk lembaga-lembaga agama lain yang dibutuhkan dalam pencapaian pengembangan kebudayaan dan peradaban Islam di dunia ini. Yang perlu dicermati,diantisipasi dan diatasi adalah dilema-dilema yang muncul dalam pelembagaan agama.Dalam hal ini ada lima dilema,
yaitu :a.Dilema motivasi campuran, yakni percapuran antara motivasi dunia dan motivasi akhiratyang terkadang secara ekstrim mengambil salah satunya. Padahal jika dikaji secaracermat dalam ajaran Islam keduanya tidak pernah dipisahkan, apalagi secara ekstrim. b.Dilema simbolis yang terjadi akibat perseteruan antara objektifitas dengan alienasi.Maksudnya yaitu sarana simbolis yang tadinya bertujuan untuk menimbulkan kebiasaanakhirnya kehilangan kekuatannya untuk membentuk sikap dan prilaku. Ironisnya,sebagian lembaga keislaman malah terjebak dalam kehidupan materialis sekular atauspiritual formal sehingga kehilangan ruh jihadnya.
Keluarga, Tata Politik, Tata Ekonomi, Tata Dunia dan Estetika. Lebih lanjut baca Isma’il Raji al-Faaruqi,
Tawhid: Its Implication for Thought and Life
, terj. Rahmani Astuti, (Bandung: Pustaka, 1988).
4
Fazlur Rahman,
Islam,
155-57.
5
Thomas F. O’Dea,
The Sociology of Religion
, (Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, 1966), 90-97.
2
Leave a Comment
http://www.scribd.com/full/16768771?a...