Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Islam Dan Peradaban Manusia

Islam Dan Peradaban Manusia

Ratings: (0)|Views: 6,345|Likes:
Published by swagim

More info:

Published by: swagim on Jun 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

 
ISLAM DAN PERADABAN MANUSIA
TINJAUAN KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAANOleh:Suprayetno W
I. APAKAH MASYARAKAT ISLAM ITU ADA ?Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan krusial untuk mengukur wujud masyarakatIslam dalam realitas kehidupan. Bila ukurannya adalah produk, maka pertanyaannya adalahmana produk kebudayaan dan peradaban umat Islam yang islami ? Jika ternyata kemudian produk itu tidak ada maka ini berarti bahwa masyarakat Islam itu belum ada, yang ada adalahsekumpulan masyarakat yang beragama Islam.Walaupun sedikit banyaknya masyarakat Islam di berbagai penjuru dunia memilikikesamaan latar belakang budaya dan agama, tetapi selain dari simbol-simbol/atribut luar yang menunjukkan suatu masyarakat Islam atau tidak maka ciri-ciri khusus yang dimilikimasyarakat Islam yang mampu membedakan umat Islam dari yang non Islam dari segi budaya dan peradaban tidak ada. Khususnya dalam dunia modern ini. Ini disebabkan karena: pertama, dalam masyarakat Islam agama bukan menjadi faktor pembeda. Kedua, respon umatIslam terhadap dunia modern tidak seragam.
1
 Namun demikian merupakan hal yang sangat prematur bila dikatakan bahwa warisankebudayaan dan peradaban Islam saat ini sedang vakum, sebab dinamikanya masih ada. Iniditunjukkan oleh fakta-fakta berikut:1.Latar belakang keislaman merupakan faktor penentu dalam kehidupan spiritual dan bentuk budaya dari sebagaian masyarakat Islam di era modern.2.Masyarakat Islam masih saling bertukar problem dan harapan berkaitan dengankebudayaan Islam di era modern walaupun (terkadang) dalam keadaan sulit.3.Kesadaran akan posisinya dalam dunia modern membuat masyarakat Islam kemudianmembangun kesadarannya akan eksistensi dan peranannya dalam dunia modern.
2
Fakta-fakta ini membangkitkan sikap optimis pada diri umat Islam untuk mewujudkan suatu kebudayaan dan peradaban Islami dalam seluruh tatanan kehidupanmanusia di dunia. Pertanyaannya kemudian bagaimana mewujudkannya ?II. BAGAIMANA MERAIHNYA ?Untuk mewujudkan cita-cita suci di atas ada beberapa hal yang harus dilakukan umatIslam:
 Pertama,
melakukan reskonstruksi sistematis terhadap aspek-aspek teologi, hukumdan etika, filsafat, ilmu-ilmu sosial, ilmu-ilmu humaniora, ilmu-ilmu fisika:
3
1
Marshall G.S. Hodgson,
The Venture of Islam: Conscience and History in a World Civilization
, jilid 3, 166.
2
Marshall G.S. Hodgson,
The Venture
, 167.
3
Lihat Fazlur Rahman,
 Islam and Modernity: Transformation of an Intelectual Tradition
, terj. AhsinMohammad, (Bandung: Pustaka, 1985), 182-96. Dalam hal ini Isma’il Raji al-Faruqi mengembangkan konsepintegrasi ketauhidan dengan aspek-aspek: Sejarah, Pengetahuan, Metafisika, Etika, Tata sosial, Ummah,
1
 
 Kedua,
mengembangkan, memperkaya, melipatgandakan, meningkatkan,memperluas dan menyebarluaskan pendidikan sampai kepada dimensi masyarakat secarakeseluruhan. Ini merupakan hal yang sangat urgen sebab pendidikan saat ini semakin menjadikebutuhan pokok setiap individu. Dalam bidang pendidikan setidak-tidaknya ada beberapahal yang urgen untuk dilakukan:a.Modernisasi sistem pendidikan Islam yang bertujuan untuk membuat produktifitasintelektual Islam yang kreatif dalam semua bidang usaha intelektual bersama-samadengan keterikatan yang serius kepada Islam. b.Penghapusan dikhotomi pendidikan. Dengan demikian alumnus pendidikan Islam akanmampu mengintegrasikan kebutuhan dunia dan akhirat dalam semua aktifitasnya. Khususdalam bidang keilmuan ini bertujuan untuk: (1) membentuk watak ilmuan Islam dengannilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi dan masyarakat, (2) memungkinkan para ahliyang berpendidikan modern untuk mengembangkan bidang kajian masing-masing dengannilai-nilai Islam.
4
c.Penggalakan pendidikan non formal. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, derasnyaarus informasi, dan faktor-faktor sosial ekonomi lainnya, telah banyak mengubah sistem pendidikan di dunia, dan memaksa manusia untuk menggunakan sejumlah besar sektor  pendidikan non formal, sebab pendidikan formal ternyata tidak mampu menampungseluruh aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Kesulitan terbesar untuk ini adalah biayayang dibutuhkan untuk membangun gedung-gedung pendidikan, namun bila umat Islammampu mengembalikan fungsi mesjid sebagai pusat kebudayaan, atau dalam hal ini,sebagai lembaga pendidikan non formal maka kesulitan ini sudah teratasi. Mengapa harusmesjid ? Jawaban tentang ini akan diuraikan tersendiri dalam makalah ini.
 Ketiga
, mengoptimalkan fungsi lembaga-lembaga keagamaan yang telah terbentuk dan membentuk lembaga-lembaga agama lain yang dibutuhkan dalam pencapaian pengembangan kebudayaan dan peradaban Islam di dunia ini. Yang perlu dicermati,diantisipasi dan diatasi adalah dilema-dilema yang muncul dalam pelembagaan agama.Dalam hal ini ada lima dilema,
 5
 yaitu :a.Dilema motivasi campuran, yakni percapuran antara motivasi dunia dan motivasi akhiratyang terkadang secara ekstrim mengambil salah satunya. Padahal jika dikaji secaracermat dalam ajaran Islam keduanya tidak pernah dipisahkan, apalagi secara ekstrim. b.Dilema simbolis yang terjadi akibat perseteruan antara objektifitas dengan alienasi.Maksudnya yaitu sarana simbolis yang tadinya bertujuan untuk menimbulkan kebiasaanakhirnya kehilangan kekuatannya untuk membentuk sikap dan prilaku. Ironisnya,sebagian lembaga keislaman malah terjebak dalam kehidupan materialis sekular atauspiritual formal sehingga kehilangan ruh jihadnya.
Keluarga, Tata Politik, Tata Ekonomi, Tata Dunia dan Estetika. Lebih lanjut baca Isma’il Raji al-Faaruqi,
Tawhid: Its Implication for Thought and Life
, terj. Rahmani Astuti, (Bandung: Pustaka, 1988).
4
Fazlur Rahman,
 Islam,
155-57.
5
Thomas F. O’Dea,
The Sociology of Religion
, (Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, 1966), 90-97.
2
 
c.Dilema tertib administrasi yang terjebak dalam elaborasi dan alienasi, struktur jabatan birokratis yang akhirnya tidak mampu berfungsi dalam menanggapi masalah dan kondisi baru umat.d.Dilema pembatasan antara batasan konkrit versus substitusi sertifikat imane.Dilema kekuasaan yang berwujud antara lain dengan perubahan prilaku hasil konversiversus paksaan. Hal menyedihkan yang terkadang terjadi adalah keimanan merupakanhasil pendapat umum dari pembenaran sukarela yang disetujui dan didukung oleh penguasa.
 Keempat 
, pembentukan dan penyebarluasan kebudayaan dan peradaban Islam. Inimerupakan titik akhir dari perjuangan umat Islam terhadap kebudayaan dan peradabanmanusia. Point ini sangat urgen sebab kebudayaan dan peradaban yang sekarang ini initerbangun dari gagasan-gagasan hayali, menyuramkan keyakinan, merasuknya ideologi-ideologi baru ke dalam lahan-lahan intelektual yang dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan yang berseberangan dengan Islam yang kemudian membentuk keyakinan-keyakinan baru yangmenyesatkan yang pada akhirnya mengaburkan wawasan dan pandangan manusia tentangdirinya dan alam semesta. Dengan demikian bangunan peradaban Ilahiah perludikembangkan agar dapat mengembalikan manusia ke dalam bangunan intelektual keimananyang hidup atas, dengan dan untuk Allah.
6
Kegagalan dalam point ini akan mengakibatkan kegagalan penyebaran ilmu pengetahuan dan berarti pula kegagalan menyahuti wahyu pertama yang diturunkan Allah pada Rasulullah Muhammad saw. yang menjadi inti kehidupan manusia. Sebab ilmu pengetahuan hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam peradaban dan kebudayaan yang berkembang pesat. Hal ini disebabkan karena penyebaran ilmu membutuhkan keahlian dan pesatnya pertumbuhan keahlian tergantung pada besar atau kecilnya peradaban, kebudayaandan kemewahan yang dinikmati di daerah-daerah yang perekonomiannya telah maju. Sebab penghasilan mereka telah melebihi dari kebutuhan mereka sehingga mereka dapatmenyalurkan kepada aktifitas-aktifitas pengembangan ilmu pengetahuan.
7
III. MESJID SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMALFakta historis menyatakan bahwa para Nabi dan Rasul mendidik umatnya melaluiinstitusi pendidikan non formal dengan hasil yang gemilang. W. Owen Cole dalam bukunya
World faiths in Education
menyatakan bahwa,
 since the advent of Islam, the mosque hasbeen the centre of all activities. It was the place from which the prophet, and caliphs after him, managed affairs of state, it also served as the centre for the education of the MuslimCommunity”
.Mesjid sekarang merupakan salah satu alternatif dalam mengembangkan pendidikannon formal dalam upaya mencapai pemerataan ilmu pengetahuan, atau dalam arti lain
6
Syed Habibul Haq Nadvi,
The Dynamics of Islam
, terj. Asep Hikmat, (Bandung: Risalah, 1982), 194-200.
7
Ibn Khaldun,
Muqaddimah
, terj. Ahmadie Thoha, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000), 541-43.
3

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mens Steven liked this
Mens Steven liked this
Hanniie Ukiinawa liked this
Tia Yumiko liked this
Mela Andriani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->