Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
81Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemikiran Psikologi Islam

Pemikiran Psikologi Islam

Ratings:

4.25

(4)
|Views: 7,347 |Likes:
Published by swagim

More info:

Published by: swagim on Jun 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2014

pdf

text

original

 
PEMIKIRAN PSIKOLOGI ISLAM
Oleh:SUPRAYETNO W
I. PENDAHULUAN
Dilatarbelakangi oleh kejatuhan dunia Islam dalam cengkeraman penjajahanEropah dan Barat dan selanjutnya berada di bawah pengaruh budaya sekular Eropah danBarat sehingga banyak Ilmuwan Muslim yang tergila-gila terhadap segala aspe peradaban Eropah dan Barat termasuk teori-teori Psikologi. Akibatnya adalahketerputusan rantai antara ahli psikologi Muslim modern dengan warisan psikologikelasik Islam. Ini dapat dilihat dari kenyataan – yang sangat patut disayangkan – bahwa para ahli psikologi Muslim yang mendalami psikologi dari Barat umumnya memulaikajian psikologi pada kaum pemikir Yunani, terutama Plato dan Aristoteles. Selanjutnya,mereka langsung membahas pemikiran kejiwaan para pemikir Eropah abad pertengahandan Masa Kebangkitan (Renaisance) Eropah Modern. Mereka benar-benar melupakanandil para ilmuwan Muslim yang di antaranya banyak diterjemahkan ke dalam bahasaLatin dan banyak mempengaruhi pendapat para pemikir Eropah abad pertengahan hinggaawal masa renaisans Eropah Modern sendiri. Yang lebih menyedihkan lagi, sikap parasejarahwan psikologi dari Barat tersebut justru diikuti oleh para pakar psikologi Muslimkontemporer. Mereka yang mempelajari berbagai manuskrip sejarah psikologi di banyak universitas sama sekali tidak melirik peranan para ilmuwan Muslim. Penghargaanterhadap andil mereka justru datang dari para sejarahwan filsafat Islam, baik yang berasaldari bangsa Arab sendiri maupun non Arab. Mereka menginformasikan kepada kitasejumlah ikhtisar yang bermanfaat tentang pandangan para ilmuwan Muslim terdahuludalam bidang psikologi. Kendati nilainya sangat penting, namun ikhtisar tersebut tidak cukup menarik minat para psikolog Muslim kontemporer untuk mendalami pandangankejiwaan yang dibangun oleh para pendahulunya.Makalah ini membahas tentang pemikiran psikologi dalam perkembangan pemikiran Islam dengan memfokuskan pembahasan pada latar belakang kemunculan pemikiran psikologi dalam khazanah pemikiran Islam yang kemudian dilanjutkan dengan perkembangan diskursus paradigma psikologi dalam Islam guna memberikan gambaran1
 
 pada pembaca tentang apa yang berlangsung saat ini dalam pemikiran Islam dalam bidang psikologi ini. Pada bagian tokoh psikologi dipaparkan sebagian tokoh-tokohilmuwan Muslim masa kelasik beserta sekilas teorinya yang memberikan kontribusi penting dalam perkembangan bidang psikologi. Bagian ini kemudian mengetengahkantokoh psikologi dan pecinta psikologi Islam kontemporer beserta karya-karyanya gunamemberikan optimisme pada pembaca akan kemungkinan tumbuh dan berkembangnyakembali bangunan-bangunan bidang psikologi yang Islami. Pembahasan kemudiandiikuti dengan implikasi pemikiran psikologi dalam dunia Islam untuk memberikangambaran terkini pada pemikiran psikologi dalam dunia Islam. Bagian penutupmerupakan bagian yang mengingatkan kepada semua umat Islam untuk tetap optimis danmembangun kerjasama dalam mewujudkan kembali psikologi Islam.Akhirnya, makalah ini diharapkan dapat menjadi rujukan ringan dalammenyemai, memupuk, menumbuhkan dan memetik hasil kerja dalam bidang psikologiIslam yang dinanti-nantikan produksinya bukan saja oleh kalangan Muslim, namun olehsemua manusia yang ingin jati diri kemanusiaanya sempurna pertumbuhan dan perkembangannya.
II. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN PSIKOLOGI DALAM ISLAM
Menapak-tilasi latar belakang kajian psikologi dalam Islam dilakukan pertamasekali dengan menelusuri ayat-ayat Alqur’an dan Hadis yang memotivasi manusia untuk mengkaji dirinya sendiri yang antara lain adalah:
َيِنقوُمْلّ ٌتاَ آ ِضرأ فَ
﴿٢٠
ُصبُ الف كس فَ
﴿٢١
Artinya:Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin
                
Dan (juga)pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. 51/Al-Dzariat: 20-21)
ّ ىلَع ُه ََِ ْكَ  َ َح ُه ُ ََبََ  ىَ ِس فَ اف ف اَناَ آ ِُنَ ٌدِَش ٍءَش
Artinya:Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk danpada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Danapakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segalasesuatu? (QS. 41/Fuşilat: 53)
2
 
Termasuk dalam hal ini mengkaji sisi psikologis manusia.
عولَ َلُخ اسِإ ِ
﴿١٩
عُزَج  ُهسَ ذِ
﴿٢٠
عوُنَ ُَ ُهسَ ذِَ
﴿٢١
Artinya:Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir 
                
Apabila ia ditimpa kesusahan iaberkeluh kesah
                
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (QS. 70/Al-Ma’ârij: 19-21)
اوَ اََ ْََ
﴿٧
اَوْََ اَروُف اََمَْأف
﴿٨
ااَ َ َلْف دق
﴿٩
َ اَخ دقَ ااَ
﴿١٠
Artinya:Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)
                
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu(jalan) kefasikan dan ketakwaannya
                
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwaitu
                
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. 91/Al-Syams: 7-10)
Demikian juga hadis-hadis Rasulullah saw. banyak bermuatan tentang kejiwaan manusiayang antara lain adalah:
اق اَ ُ ُَ اَنثدَ ىم اَملُ اَََبخَ اق ةلُع ُ اَنثدَ و  ُ ىَحَ  اَنثدَ ِَسكَ ِزَ َ َِ ذوُع ىِ ُل « وَ  -ل هلع  ىل- هل وُَر ا .» تاَمَمَ اَحَم ةَنف َ ِب َع  َِ ذوُعَ ِُبَ ِَََ ِبُَ
1
Artinya:Memberitakan kepada kami Yahyâ ibn Ayyûb dari ibn ‘Ulaiyah ia berkata memberitakan kepadakami Sulaimân al-Taimiy dari Anas ibn Mâlik ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Ya Allah! Akuberlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan darisifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan sertakematian.
Dengan demikian jelas bahwa sumber utama ajaran Islam yang memuat hal-halyang berkaitan dengan eksistensi manusia secara fisikal, psikologikal, spiritual, dan sosialturut berperan dalam memicu lahirnya kajian psikologi dalam Islam.Kedua, dilatarbelakangi oleh kajian tentang akhlak dan tasawuf dan berbagaikajian yang berkaitan dengan upaya membangun kesehatan mental manusia, membuat para ilmuwan Islam kelasik melakukan kajian mendalam tentang jiwa dengan fokusantara lain pada
nafs
,
qalb
,
rûh
, dan
‘aql 
. Kajian ini juga menyertakan para filusuf 
1
Abu al-Husain Muslim ibn Hajjâj ibn Muslim al-Qusyairî an-Nisâbûrî,
Şahîh Muslim
, Jilid 8,
ِذّوَعتلا ب  ِهِرْيَغَ ِَسَكْلاَ ِزْجَعْلا َنِم 
 
, nomor 7048, (Beirut: Dâr al-Jîl, tt.), h. 75
3

Activity (81)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
akuisal liked this
Olit Dalimunte liked this
norfaizah_rani liked this
Wahid Create liked this
Nyimas Aisyah liked this
Azis Syahban liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->