Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
177Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Referat Steven Johnson

Referat Steven Johnson

Ratings:

4.0

(3)
|Views: 6,263 |Likes:
Published by dr allan

More info:

Published by: dr allan on Jun 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Sindrom Stevens-Johnson (SJS) (ektodermosis erosiva pluriorifisialis, sindrommukokutaneaokular, eritema multiformis tipe Hebra, eritema multiforme mayor, eritema bulosa maligna) adalah sindrom kelainan kulit berupa eritema, vesikel/bula, dapat disertai purpura yang mengenai kulit, selaput lendir orifisium, dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari baik sampai buruk.(Hamzah,2002)SJS merupakan kumpulan gejala (sindrom) berupa kelainan dengan ciri eritema,vesikel, bula, purpura pada kulit pada muara rongga tubuh yang mempunyai selaput lendir serta mukosa kelopak mata. Penyebab pasti dari SJS saat ini belum diketahui namunditemukan beberapa hal yang memicu timbulnya SJS seperti obat-obatan atau infeksi virus.mekanisme terjadinya sindroma pada SJS adalah reaksi hipersensitif terhadap zat yangmemicunya. Seperti pada kasus kematian pasien di RS St Carolus dan terakhir yang dilaporkan dari Jawa Timur , secara sepintas tampak sebagai SJS. SJS muncul biasanya tidak lama setelah obat disuntik atau diminum, dan besarnya kerusakan yang ditimbulkan kadangtak berhubungan lansung dengan dosis, namun sangat ditentukan oleh reaksi tubuh pasien.Reaksi hipersensitif sangat sukar diramal, paling diketahui jika ada riwayat penyakitsebelumnya dan itu kadang tak disadari pasien, jika tipe alergi tipe cepat yang seperti syok anafilaktik jika cepat ditangani pasien akan selamat dan tak bergejala sisa, namun jika SJSakan membutuhkan waktu pemulihan yang lama dan tidak segera menyebabkan kematianseperti syok anafilaktik.Tujuan penulisan referat ini adalah untuk mengetahui manifestasi SJS pada matadan tata laksananya.
1
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKAII.1Anatomi Konjungtiva
Konjungtiva adalah membran mukosa yang tipis dan transparan yang membungkus permukaan belakang kelopak dan permukaan depan bola mata. Konjungtiva terbagi menjadi3 bagian yaitu (1) konjungtiva palpebra, menutupi permukaan belakang palpebra (2)konjungtiva bulbi, menutupi permukaan depan bola mata hingga berbatasan dengan kornea dilimbus (3) konjungtiva forniks, merupakan tempat peralihan konjungtiva palpebra dankonjungtiva bulbi.(Wijana,1993)
Konjungtiva palpebra
Hubungannya dengan tarsus sangat erat. Gambaran dari gl. Meibom yang ada didalamnya tampak membayang sebagai garis sejajar berwarna putih. Permukaan licin, di celahkonjungtiva terdapat kelenjar Henle.Histologis : terdiri dari sel epitel silindris. Di bawahnya, stroma dengan bentuadenoid dengan banyak pembuluh getah bening.
Konjungtiva forniks
Strukturnya sama dengan konjungtiva palpebra. Tetapi hubungan dengan jaringanyang di bawahnya lebih lemah dan membentuk lekukan-lekukan dan juga mengandung banyak pembuluh darah. Oleh karena itu, pembengkakan pada tempat ini mudah terjadi bilaterdapat peradangan mata. Dengan berkelok-keloknya konjungtiva ini, pergerakan matamenjadi lebih mudah. Di bawah konjungtiva forniks superior terdapat gl. lakrimal dariKrause. Melalui konjungtiva forniks superior juga terdapat muara saluran air mata.
2
 
Konjungtiva bulbi
Tipis dan tembus pandang, meliputi bagian anterior bulbus okuli. Dibawahkonjungtiva bulbi terdapat kapsula tenon. Strukturnya sama dengan konjungtiva palpebra,tetapi tak mempunyai kelenjar. Dari limbus, epitel konjungtiva meneruskan diri sebagaiepitel kornea. Di dekat kantus internus, konjungtiva bulbi membentuk plika semilunaris yangmengelilingi suatu pulau kecil terdiri dari kulit yang mengandung rambut dan kelenjar yangdisebut karunkula.
Perdarahan :
Berasal dari A.konjungtiva posterior dan A.siliaris anterior. Yang berasal dariA.siliaris anterior berjalan ke depan mengikuti m.rektus menembus sklera dekat limbus untuk mancapai bagian dalam mata. Juga memberi cabang-cabang yang mengelilingi kornea danmemberi makanan kepada kornea. Antara kedua arteri ini terdapat anastomose.
Persarafan :
Berasal dari N.V (I), yang berakhir sebagai ujung-ujung yang lepas terutamadibagian palpebra. (Wijana,1993)
(www.google.com)
3

Activity (177)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eko Rizki liked this
Arja' Waas liked this
Don Morrison liked this
aengatombom liked this
aengatombom liked this
Juan Alexander liked this
azmifalah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->