Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mi 2

Mi 2

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 5,603|Likes:
Published by kalacitra
8 character for learn
8 character for learn

More info:

Published by: kalacitra on Jun 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2012

pdf

text

original

 
MULTIPLE INTELEGENUNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUANGURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARANOleh:Siti Astuti 1102405016Ratih Anggita W. 1102405025Khusnul Khoifah 1102405036BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBerbagai dugaan dan fakta menyatakan bahwa mutu pendidikan dan pembelajaran di Indonesiarendah, bahkan sangat rendah. Data Human Development Indexs (HDI) tahun 1999 s.d. 2001menempatakan Indonesia pada posisi 105 s.d. 109 diantara 175 negara jauh dibawah tiga negaratetangga Indonesia. Hasil survai Political and Economic Rick Consultancy (PERC) yang berpusat di Hongkong menunjukan bahwadiantara 12 negara yang disurvai, sistem dan mutu pendidikan Indonesia menempati urutan 12dibawah Vietnam (Tim BBE, 2001).Salah satu indikasi dapat dilihat dari nilai rata-rata UAN selama sepuluh tahun terakhir jugamenunjukkan bahwa prestasi belajar siswa-siswa Indonesia tergolong rendah. Berbagaisinyalemen dan dugaan banyak kalangan juga relatif senada. Jika semua dugaan dan datatersebut cermat dan benar, hal ini merupakan isyarat keterpurukan mutu pendidikan khususnyamutu pembelajaran Indonesia; isyarat rendahnya mutu dan prestasi pembelajaran di Indonesia.Rendahnya kualitas pendidikan khususnya pembelajaran di Indonesia merupakan cerminanrendahnya atau kurangnya kualitas profesionalnya guru dalam melaksanakan danmempertanggungjawabkan pembelajaran, di samping banyak faktor lain. Secara langsung banyak kalanganSecara langsung banyak kalangan menyatakan bahwa profesionalitas guru-guru Indonesia secaraumum termasuk guru bahasa Indonesia masih memprihatinkan dibandingkan dengan profesionalitas guru-guru di negara lain. Kondisi objektif di lapangan memang menunjukkantanda-tanda masih kurang atau rendahnya profesional, antara lain:(1) Masih banyak guru bahasa Indonesia yang bertugas di SD/MI maupun di SMP/MTs danSMA/MA yang tidak berlatar pendidikan sesuai dengan ketentuan dan bidang studi yangdibinanya. Contoh di sebagian besar Madura masih banyak guru bahasa Indonesia MI yang berlatar belakang lulusan pondok pesantren. Demikian juga, di sebagian besar Jawa Timur jugamasih banyak guru MI yang berlatar belakang pondok pesantren di Banjarnegara juga masih bnayak guru yang mngajarkan mata pelajaran tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinyasalah satu sekolha yang sepeti itu di daerah kecamatan mandiraja desa jalatunda SDN 2 Jalatundamasih banyak guru yang mengajar banyak materi.
 
(2) Masih banyak guru yang kurang terpacu dan termotivasi untuk memberdayakan diri,mengembangkan profesionalitas diri dan memuthakirkan pengetahuan mereka secara terusmenerus-menerus dan berkelanjutan meskipun cukup banyak guru Indonesia yang sangat rajinmengikuti program pendidikan.(3) Masih banyak guru yang kurang terpacu, terdorong dan tergerak secara pribadi untuk mengembangkan profesi mereka sebagai guru. Para guru umumnya masih kurang mampumenulis karya ilmiah bidang pembelajaran, menemukan teknologi sederhana dan tepat guna bidang, membuat alat peraga pembelajaran, dan atau menciptakan karya seni.(4) Hanya sedikit guru Indonesia yang secara sungguh-sungguh, penuh kesadaran diri dankontinu menjalin kesejawatan dan mengikuti pertemuan–pertemuan untuk mengembangkan profesi .Keempat hal di atas setidak-tidaknya merupakan bukti pendukung bahwa mutu profesionalitasguru di Indonesia masih rendah. Kurang memuaskan, bahkan memprihatinkan meskipun berbagai upaya pengembangan dan peningkatan mutu profesionalitas sudah dilakukan oleh pemerintah. Hal itu terjadi karena terdapat berbagai kendala pengembangan dan peningkatanmutu profesionalitas guru di Indonesia, di antaranya adalah;(a) Kendala personal berupa rendahnya kesadaran guru untuk mengutamakan mutu dalam pengembangan diri, kurang termotivasinya guru untuk memiliki program terbaik bagi pemberdayaan diri, tertanamnya rasa tidak berdaya dan tidak mampu untuk mengembangkan profesi.(b) Kendala ekonomis berupa terbatasnya kemampuan financial guru untuk secara berkelanjutanmengembangkan diri, amat rendahnya penghasilan sebagai guru sehingga memaksa mereka bekerja macam-macam, dan banyaknya pungutan dan pembiayaan kepada mereka sehinggamengurangi kemampuan ekonomis untuk mengembangkan profesi.(c) Kendala struktural berupa banyaknya pihak yang mengatur dan mengawasi guru sehinggamereka tak bisa bekerja dengan tenang, rumitnya jenjang dan jalur pengembangan profesi dankarier sehingga mereka merasa tidak berdaya dan terlalu ketat dan kakunya berbagai birokrasiyang mengikat para guru sehinngga tidak mampu mengembangkan kreativitas.(d) Kendala sosial berupa rendahnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru, kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya pengembangan profesi guru, dan kurangnya fasilitas sosial bagi pengembangan profesi guru.(e) Kendala budaya berupa rendahnya budaya kerja berorientasi mutu hingga para guru bekerjaseadanya.Berbagai kendala tersebut berkorelasi dengan faktor-faktor lain di luar bidang pendidikan dan pembelajaran sehingga membuat para guru tidak berdaya, tidak otonomi dan berdaulat. Kendala-kendala tersebut selain dapat diatasi dengan strategi personal, ekonomis, struktural, social, dankultural juga dapat diatasi dengan mengembangkan multiple intelegensi.B. Rumusan MasalahBerdarkan pada latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan dua permasalahan pokok yangakan dijsadikan bahan kajian lebih lanjut.1. Bagaimana meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar degan multiple intelegensi?2. Bagaimana dampak multiple intelegensi dalam peningkatan kualitas guru?C. Tujuan
 
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan dua tujuan utama dari karya tulis ini,yaitu:1. Mendiskripsikan multiple intelegensi dalam peningkatan kualitas guru.2. Mendiskripsikan dampak multiple intelegensi dalam peningkatan kualias guru.D. ManfaatManfaat yang diharapkan dari penulisan karya tulis ini adalah:1. Secara teoritis diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang multiple intelegensi dalam peningkatan kualitas guru.2. Secara praktis diharapkan prosedur multiple intelegensi dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam pengelolaan kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran bahasa indonesia.BAB IILANDASAN TEORIA. Intelegensi GandaGardner mendefinisikan intelgensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan danmenghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata(1983;1993). Dalam pengertian di atas sangat jelas bahwa inteligensi bukan hanya kemampuanseseorang untuk menjawab suatu tes IQ dalam kamar tertutup yang lepas dari lingkungannya.Inteligensi memuat kemampuan untuk memecahkan persoalan yang nyata dalam situasi yang bermacam-macam. Tekanan pada persoalan nyata ini sangat penting bagi Gardner karenaseseorang baru sungguh berinteligensi tinggi bila dia dapat menyelesaikan persoalan dalamhidup yang nyata, bukan hanya dalam teori. Semakin tinggi inteligensinya bila ia dapatmemecahkan persoalan dalam hidup nyata dan situasi yang bermacam-macam, situasi hidupyang sungguh kompleks. Maka, untuk mengerti inteligensi seseorang yang menonjol perludilihat bagaimana orang itu menghadapi persoalan nyata dalam hidup, bukan hanya dengan tes diatas meja. Inilah perbedaannya dengan pengukuran IQ seseorang, IQ diukur dengan tes di atasmeja.1. Kriteria Suatu InteligensiBagi Gardner, suatu kemampuan disebut inteligensi bila menunjukkan suatu kemahiran danketrampilan seseorang untuk memecahkan persoalan dan kesulitan yang ditemukan dalamhidupnya. Selanjutnya, dapat juga menciptakan suatu produk baru, dan bahkan dapatmenciptakan persoalan berikutnya yang memungkinkan pengembangan kemampuan baru. Jadi,dalam kemampuan itu ada unsur pengetahuan dan keahlian. Kepampuan itu sungguh mempunyaidampak, yaitu dapat memecahkan persoalan yang dialami dalam kehidupan nyata. Namun, tidak  berhenti disitu, pengetahuan juga dapat menciptakan persoalan-persoalan lebih lanjut berdasarkan persoalan yang dipecahkan, untuk mengembangkan pengetahuan yang lebih majudan canggih. Gardner menambahkan bahwa pemecahan persoalan itu terjadi dalam konteks budaya tertentu. Dengan demikian, dapat terjadi cara pemecahan suatu masalah menjadi berbeda-beda karena perbedaan budaya.Secara umum Gardner memberikan syarat kemampuan yang dapat dipertimbangkan sebagaiinteligensi dalam teori inteligensi gandanya, yaitu bersifat universal. Kemampuan itu harus berlaku bagi banyak orang, bukan hanya untuk beberapa orang. Maka, kemampuan makan danminum banyak tidak dianggap sebagai inteligensi.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eva Muzdalivah liked this
anita liked this
Nur Kholiq liked this
Hadi Kasmaja Ds liked this
Adi Saputra liked this
Nawang Wulan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->