Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
50116098-antena-array1

50116098-antena-array1

Ratings: (0)|Views: 6|Likes:
Published by maragilclub
saff
saff

More info:

Published by: maragilclub on Sep 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2014

pdf

text

original

 
 
61
B
ab
 
5
 
A
NTENA
 
A
RRAY
POKOK BAHASAN:
ü
 
Pengenalan antena array
ü
 
Prinsip dasar antena array
ü
 
Antena array dengan distribusi fasa serba-sama
ü
 
 Electronic scanning 
menggunakan array
ü
 
Pencatuan array
 
TUJUAN BELAJAR:
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:
ü
 
Menjelaskan prinsip dasar antena array dan aplikasinya pada beberapa sistemkomunikasi.
ü
 
Menurunkan secara matematis faktor array pada susunan array linier.
ü
 
Mencari parameter-parameter antena array; jumlah elemen, pencatuan amplitudodan beda fasa relatif antar elemen, untuk mengahasilkan sintesa pola yangdiinginkan.
ü
 
Menjelaskan prinsip kerja sistem
electronic beam scanning 
dengan mengguna-kan teknik antenna array.
 
5.1 PENGENALAN ANTENA ARRAY
Sistem siaran AM bekerja pada frekuensi 535-1605 KHz. Pada dasarnya, antenayang digunakan adalah dipole vertikal sepanjang menara, dengan keketinggian antara
λ
/6 sampai 5
λ
/8, bergantung pada karakteristik sistem operasi yang diinginkan dan pertimbangan-pertimbangan lain yang diperlukan. Ketinggian fisiknya bervariasi antara
 
Bab 5 : Antena Array 
62
46 m (150 kaki) sampai 274 m (900 kaki). Jika kita mengacuh pada panjang gelombangfrekuensi AM 1.000 KHz, maka ketinggiannya kira-kira 300 m. Karena medan radiasidari dipole tunggal pada bidang horizontal adalah serba-sama, maka dibutuhkan lebihdari satu antena untuk mengatur pola antena horizontal sepanjang arah yang diinginkan(misalkan diarahkan ke daerah perkotaan) dan untuk meminimumkan daya radiasi kedaerah yang jarang penduduknya atau daerah operasi yang sama frekuensinya, untuk menghindari interferensi yang tidak diinginkan. Untuk mencapai maksud tersebut, perlu dioperasikan dua atau lebih antena yang dioperasikan secara bersama-sama.Kombinasi antena-antena yang demikian ini disebut dengan
antena array
.Antena array banyak diaplikasikan secara luas pada sejumlah sistemkomunikasi, seperti sistem penyiaran (
broadcast 
), komunikasi satelit dan sistem radar.Dengan antena array, seorang perancang akan mudah menciptakan sistem antena yangmenghasilkan direktivitas yang tinggi,
beamwidth
yang sempit,
 side lobe
yang rendah,
beam
yang mudah diatur dengan pola antena yang tajam.Dalam aplikasinya, sebagian besar antena array menggunakan elemen yangsama; seperti antena dipole, antena celah, dan antena horn atau antena parabola, yangdicatu dengan arus atau distribusi medanyang sama. Elemen-elemen antena array biasanya diatur dalam konfigurasi yang bervariasi, seperti konfigurasi satu dimensi,dimana tiap-tiap elemen disusun sepanjang garis lurus, atau konfigurasi kisi-kisi duadimensi, sehingga elemen membentuk jaringan persegi. Bentuk pola radiasi medan jauhyang dihasilkan dari konfigurasi array tersebut, dapat dilakukan dengan mengontrolamplitudo relatif dari elemen array. Cara lain adalah dengan menggunakan penggeser fasa (
 phase shifter 
) antar elemen antena array, sehingga pola radiasi yang dihasilkandapat diatur secara elektronik.
5.2 PRINSIP DASAR ANTENA ARRAY
Pada bagian sebelumnya, telah dikenalkan tentang antena arary dan penggunaaannya yang luas dalam beberapa sistem komunikasi. Pada bagian ini, akankita pelajari prinsip dasar teori array untuk mendesain pembentukan pola antena danmengatur pancaran utama (
main beam)
yang dihasilkan. Pada pembahasan ini,
 
Bab 5 : Antena Array 
63
konfigurasi array dibatasi hanya
array linier
satu dimensi, dengan penempatan elemensatu dengan elemen yang lain diatur secara lurus.Kita asumsikan suatu antena array yang disusun secara linier 
 N 
elemen yangyang sama terletak sepanjang sumbu-z, seperti ditunjukkan pada Gambar 5-1. Elemen-elemen tersebut dicatu denganosilator yang sama dan didistribusikan melalui cabang-cabang jaringan. Pada tiap cabang, sebuah attenuator atau amplifier dan penggeser fasayang dipasaing seri, untuk mengontrol amplitudo dan fasa relatif sinyal yangdiumpankan ke elemen antena pada cabang tersebut.Pada daerah medan jauh dari elemen radiasi, dalam bentuk fasor intensitasmedan listrik 
),,( ~
φθ
 R E 
e
ditunjukkan sebagai hasil dari dua fungsi, faktor propagasidari bentuk bola
 Re
 jkR
, yang harganya tergantung dari harga jarak 
(R)
dan
e
 f 
~
(?,ø)
 yang harganya berbanding langsung terhadap medan listrik yang dihasilkan oleh elemenarray. Untuk satu elemen antena, medan listrik radiasi yang dihasilkan dirumuskansebagai:
),(~),,( ~
φθφθ
e jkRe
 f  Re R E 
=
. . . . . . . . . . . . . . . . . . (3.1 )Dan hubungannnya kerapatan daya
e
adalah:
20
),,( ~21),,(
φθηφθ
 R E  R
ee
=
 =
220
),(~21
φθη
e
 f  R
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (3.2)Dengan meninjau elemen pada array ditunjukkan pada Gambar 5-1(b), medan jauh yangdihasilkan oleh elemen
i
pada jarak 
 R
i
, pada titik observasi
Q
dapat dinyatakan dengan:
),(~),,( ~
φθφθ
ei R jk iii
 f  Re A R E 
i
=
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (5.3)dimana
i
 jii
ea A
ψ
=
adalah koefisien pencatu kompleks
(complex feeding coefficient)
,yang menggambarkan eksitasi amplitudo
i
a
dan fasa
i
ψ
yang membangkitkan
i
 E 
~,relatif terhadap eksitasi elemen referensi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->