Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Pemupukan Nitrogen Pada Tanaman Tebu Untuk Mencapai Hasil Maksimum

Artikel Pemupukan Nitrogen Pada Tanaman Tebu Untuk Mencapai Hasil Maksimum

Ratings: (0)|Views: 5,369 |Likes:
Published by mhtrainingcenter

More info:

Published by: mhtrainingcenter on Jun 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
Mei 2009
PEMUPUKAN NITROGEN PADA TANAMAN TEBUUNTUK MENCAPAI HASIL MAKSIMUM
Memet Hakim
1)
& Sulya Djakasutami
2)
1)Mahasiswa Program Doktor, Fakultas Pertanian Unpad 2)Profesor, Dosen Pasca Sarjana, Fakultas Pertanian, Unpad, Anggota Promotor 
ABSTRAK 
 Nitrogen merupakan salah satu unsur utama yang sangat diperlukan olehtanaman tebu. Dosisnya tergantung pada tingkat kesuburan tanah, bahanorganik, kandungan liat dan pasir, KTK serta jumlah biomas yang dihasilkan. Kelebihan dan kekurangan pupuk nitrogen menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman, produksi dan kwalitasnya. Efisiensi penyerapan nitrogenditentukan juga oleh jumlah frekuensi, cara dan waktu aplikasi pemupukan. Analisa daun, analisa tanah dan percobaan pemupukan dilapangan merupakandasar pembuatan rekomendasi pemupukan yang terintegrasi pada pengelolaan yang baik 
I.PENDAHULUAN
Indonesia kini masih menjadi negara pengimpor gula, keinginan agaIndonesia tidak melaksanakan impor gula mulai tahun 2010, sebenarnya dapatdicapai, dengan syarat seluruh stakeholder mempunyai komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan nasional. Nahdodin (1999), menjelaskan bahwa padalahan sawah usaha tani tebu mengalami penurunan produktivitas yaitu sekitar 16sampai 17 ton hablur pada tahun 1930-an menjadi 5 sampai 7 ton hablur padatahu 1990-an.Pemupukan memberikan pengaruh penting pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pada tanaman ratoon kondisi tanah telah mulai mengeraskarena tanah menjadi padat akibat lalu lalang kendaraan pengangkutan tebu dan perakaran yang telah menyebar kesegala arah, sehingga daya cekam air dan dayatembus oksigen dalam tanah berkurang. Itulah sebabnya pemberian pupuk kimiadiperlukan selain pupuk organik. Pupuk kimia mempunyai keunggulan dalam jumlah kandungan hara yang tinggi, sedang pupuk organik dapat membantu perbaikan sifat fisik tanah dan biologi untuk memelihara perkembangan mikrobadalam tanah.Masalah dosis yang tepat per satuan luas, bagaimana caranya memupuk, berapa frekuensi aplikasi dan jenis apa yang paling efisien akan berbeda disetiaptempat, karena adanya perbedaan jenis tanah, kandungan hara dalam tanah, iklim
1
 
Mei 2009
mikro, dan lain lain. Pemberian pupuk nitrogen sangat menentukan pertumbuhantanaman. Indikatornya terlihat jelas pada ukuran daun, tinggi batang, luas permukaan daun dan jumlah tunas. Kekurangan unsur ini membuat pertumbuhantanaman merana, ukuran daun mengecil, kurus dan berwarna kekuningan.Penyebab rendahnya produktivitas pada tanaman tebu memang cukup banyak, salah satu yang cukup dominan adalah masalah pemupukan. Pemberian pupuk buatan yang terus menerus ternyata membuat tanah menjadi keras dankecenderungan produktivitasnya semakin rendah. Penggunaan pupuk organik secara terus menerus tanpa dibantu oleh pemberian pupuk buatan mempunyaikecenderungan produktivitasnya menjadi rendah juga. Namun penggunaankeduanya akan menghasilkan sinergi positip yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman.Pemberian pupuk nitrogen dalam bentuk urea, ZA masih diperlukandalam jumlah yang cukup banyak, akibat biomas yang dihasilkan tanaman tebu banyak sekali, setiap tahunnya tidak kurang dari 100 ton biomas per ha yangdihasilkan tanaman dan tidak kembali ke tanah lagi. Permasalahan timbulseberapa banyak dosis pupuk organik dan pupuk kimia yang diperlukan tanamantebu untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman, kandungan hara dalam daun dan produktivitas maksimum ? Masalah inilah yang akan dibahas lebih lanjut,khususnya pupuk nitrogen. Selain itu seberapa jauh analisa daun hasilnya dapatditerapkan pada pembuatan rekomendasi pemupukan atau yang dikenal dengan”diagnosis and recommendation integrated system (DRIS)”, menggantikan caralama yakni dengan analisa tanah saja.Tulisan ini diharapkan ini dapat membahas bagaimana mendapatkan dosisoptimum untuk tanaman tebu pada satuan lahan yang dianggap homogen dan bagaimana menggunakannya dalam proses “diagnosis and recommendationintegrated system” (DRIS) yakni dengan menggunakan ratio-ratio nutrien. DRISmerupakan suatu metoda pembuatan rekomendasi pemupukan dalam suatusystem yang terintegrasi melalui diagnosis kandungan hara daun, hasil analisatanah, hasil percobaan lapangan dan pengamatan gejala defisiensi di lapangan.Metoda ini belum biasa digunakan pada tanaman tebu di Indonesia.
II.KAJIAN PUSTAKA
2.1.
Perencanaan Produksi
Tanaman tebu mayoritas bukan lagi merupakan tanaman semusim karenadipelihara ratoonnya, sehingga menjadi lebih dari 4 tahun umurnya, bahkan adayang sampai 25 tahun. Dengan demikian perlakuan dan pemikiran terhadaptanaman ini harus bersifat jangka menengah dan jangka panjang. Pemikiran dan perlakuan jangka pendek seperti pada pola tanaman semusim perlu diperbaiki.
2
 
Mei 2009
Gambar 1 : Skema membuat target produksiDari gambar diatas, terlihat jelas kapan pembuatan rencana produksiharus dilakukan. Umur tanaman ratoon, tidak perlu dibatasi sampai umur tahunketiga atau keempat misalnya, karena sepanjang tanaman tersebut menghasilkan produktivitas maksimal, belum ada gejala serangan penyakit yangmembahayakan tanaman, selama itu tanaman ratoon dapat dipertahankan. Untuk memperoleh produksi maksimal, tentu harus dibahas pula bagaimana caranyamempertahankan kondisi tanaman sebaik baiknya, seperti populasi tanaman, pemupukan, pengairan, serangan organisma pengganggu tanaman, dan lainlainnya.Analisa Daun sangat bermanfaat dalam ”melihat” kondisi tanaman pada masa pertumbuhan. Analisa daun ini efektif dan efisien khususnya dalam menetapkan jumlah pupuk yang nilainya sangat besar. Pengamatan tanaman dilakukan lebihdetil dan lebih terarah. Produktivitas dapat diatur sesuai dengan keinginan kita(pada batas-batas tertentu tentunya sesuai dengan hukum ”
the law of diminishing return
yakni suatu hukum yang memperlihatkan kecenderungan turunnya produktivitas setelah titik efisiensi teknis tercapai. Untuk itu diperlukan perubahan paradigma dalam mengelola tanaman tebu.Tanaman tebu adalah tanaman tahunan, bukan tanaman semusim masih banyak dipertentangkan atau kontroversi dikalangan masyarakat pergulaan, walaurealitanya memang tebu telah menjadi tanaman tahunan hanya saja panennyasetahun sekali.
2.2.Kandungan Hara dalam Daun
Kandungan hara nitrogen pada daun yang dinyatakan medium adalah 1.70%, jika nilai analisa memperlihatkan angka yang lebih tinggi dari 1.70 %(tapi dibawah 2.00 % kandungan haranya dikatagorikan “medium plus” atau“baik minus” , apabila nilainya diantara 1.40 % sampai 1.70 % kandungan
3 TahunKe 2 TahunKe 3 Tahunke 1Sulam batang/ha batang/habatang/ham/batang m/batangMembuat

Activity (64)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nunik eka diana liked this
'wiDya Borjun' liked this
rulyhamida liked this
Istiko Jelek liked this
Deta Vola liked this
Dwi Yuwono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->