Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
38Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Antigen Dan Antibody

Antigen Dan Antibody

Ratings: (0)|Views: 6,335|Likes:
Published by Muhammad Ikhsan
Antigen adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang bergabung dengan proetin-pembawaatau carrier. Antibodi adalah protein yang dapat ditemukan pada darah atau kelenjar tubuh vertebrata lainnya, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus. Mereka

http://akperku.blogspot.com
Antigen adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang bergabung dengan proetin-pembawaatau carrier. Antibodi adalah protein yang dapat ditemukan pada darah atau kelenjar tubuh vertebrata lainnya, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus. Mereka

http://akperku.blogspot.com

More info:

Published by: Muhammad Ikhsan on Jun 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/03/2013

pdf

text

original

 
Antigen
adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa  proteinatau  polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang bergabungdengan  proetin-pembawaatau 
carrier 
.
Antibodi
adalah  proteinyang dapat ditemukan padadarahataukelenjar tubuh  vertebratalainnya, dan digunakan olehsistem kekebalan tubuhuntuk  mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteridan virus. Mereka terbuat dari sedikit struktur dasar yang disebut
rantai
. Tiap antibodi memilikiduarantai beratbesar dan dua [[rantai ringan]. Antibodi diproduksi oleh tipe sel darahyang disebutsel B.Terdapat beberapa tiper yang berbeda dari rantai berat antibodi, dan beberapa tipe antibodi yang berbeda, yang dimasukan kedalamisotypeyang berbeda berdasarkan pada tiap rantai berat mereka masuki. Lima isotype antibodiyang berbeda diketahui berada pada tubuh mamalia, yang memainkan peran yang berbeda dan menolong mengarahkan respon imun yang tepat untuk tiap tipe bendaasing yang berbeda yang ditemui.
REAKSI ANTIGEN ANTIBODI
Kespesifikan reaksi antara antigen danantibodi telah ditunjukkan melalui penelitian-penelitian yang dilakukan olehLandsteiner. Ia menggabungkan radikal-radikal organik kepada protein danmenghasilkan antibodi terhadap antigen-antigen tersebut. Keputusan yang diperolehimenunjukkan antibodi dapat membedakanantara kelompok berbeda pada proteinataupun kumpulan kimia yang sama tetapi berbeda kedudukan.A. Ikatan kimia antara antigen dan antibodiTerdiri dari ikatan non kovalen, (sepertiikatan hidrogen, van der Waals,elektrostatik, hidrofobik), sehingga reaksiini dapat kembali ke semula (
reversible
).Kekuatan ikatan ini bergantung kepada jarak antara paratop dan bagian-bagian tertentu pada epitop.B. Reaksi pelarutan (precipitation)Antara antibodi khusus dengan antigen larut seperti protein. Penelitian yang dilakukanoleh Heidelberger dan Kendall menunjukkan reaksi ini dapat optimum pada zonakesetaraan (equivalence zone) di mana antibodi dan antigen terbentuk pada kondisiyang paling sesuai untuk membentuk satuan ikatan (lattice). Pada zona antibodi berlebih (antibody excess zone) dan zona antigen berlebih (antigen excess zone) maka
 
 pembentukan satuan ikatan tidak optimum dan masih terdapat antibodi atau antigen bebas yang tidak terdapat dalam larutan.C. Reaksi pembekuan (aglutinasi)Antara antibodi khusus dengan antigen partikulat seperti bakteria, sel dll. Prinsip- prinsip reaksi pembekuan adalah sama seperti reaksi pelarutan.Di dalam percobaan di atas antibodi spesifik terhadap antigen dicairkan dalam satu settelaga piring mikrotiter (baris atas), kemudian antigen pada kepekatan yang samaditambah kepada setiap telaga yang mengandung antibodi. Selepas eraman untuk  jangka masa yang sesuai telaga-telaga dicerap untuk melihat sama ada terdapat pembentukan aglutinat (baris kedua). Keputusan yang diperolehi menunjukkanterdapat aglutinat terbentuk dalam telaga 2 - 5 dan tidak dalam telaga-telaga lain.Dalam telaga pertama aglutinat tidak terbentuk walaupun terdapat banyak antibodikerana nisbah antigen:antibodi tidak optimum untuk pembentukan aglutinat.Kepekatan antibodi adalah terlalu tinggi berbanding antigen. Ini dipanggil sebagaifenomenon prozon. Dalam telaga 6 dan 7 kepekatan antibodi adalah terlalu rendahdan tidak cukup untuk untuk menghasilkan aglutinat. Dalam percubaan di atas titer antibodi terdapat pada telaga 5 kerana ini ialah cairan tertinggi yang menghasilkantindak balas positif, iaitu penglutinatan. Rajah sebelah bawah menunjukkanmekanisme tindak balas penghemaglutinatan tak terus (indirect hemagglutinationreaction). Dalam kaedah ini antigen larut diselaputkan ke permukaan eritrosit dankehadiran antibodi terhadap antigen tersebut dikesan.D. Mendakan dalam tiubTindak balas pemendakan juga boleh dilakukan dalam medium separa pepejal sepertigel dan prinsip tindak balas adalah sama seperti tindak balas dalam larutan. Kaedahini boleh dilakukan dalam tiub atau atas slaid.Rajah di atas menerangkan prinsip pemendakan dalam tiub. Dalam kaedah pertama(gambar atas) larutan antigen ditambah kepada tiub yang mengandungi antibodi.Selepas eraman garis mendakan akan terbentuk pada zon kesetaraan antara larutanantigen dan antibodi. Kaedah kedua (gambar tengah) menunjukkan tindak balas pemendakan dalam gel. Antibodi dicampurkan dengan gel dan dibekukan dalam tiub.Kemudian antigen ditambah dan tiub tersebut dieram. Antigen akan menyerap masuk ke dalam gel dan membentuk satu cerun kepekatan dan garis mendakan (precipitinline) terbentuk di mana terdapat zon kesetaraan wujud. Lebih dari satu garismendakan akan terbentuk jika terdapat lebih dari satu antigen yang dicam olehantibodi. Gambar ketiga menunjukkan peralihan garis mendakan (pseudomigration)yang berlaku semasa eraman. Ini berlaku kerana semasa eraman lebih banyak antigenakan menyerap masuk ke dalam gel dan bahagian di mana terdapat zon kesetaraanakan bertukar kerana kepekatan antibodi dalam gel adalah malar. Rajah ini jugamenunjukkan di mana zon antigen dan antibodi berlebih wujud dalam gel tersebut.E. Kaedah imunoserapan bulatanKaedah ini berguna untuk menentukan kehadiran atau menentukan kepekatan antigen.Dalam rajah di bawah kepekatan IgG dalam sampel ditentukan menggunakan kaedah
 
ini. Anti-IgG dicampurkan dengan gel dan dibekukan di atas slaid. Kemudian telaga-telaga ditebuk di dalam gel tersebut dan satu set piawai IgG ditambah ke dalam telaga.Selepas eraman garis mendakan berbentuk bulatan akan terbentuk di keliling setiaptelaga dan diameter bulatan ini bergantung kepada kepekatan antigen (IgG) yangditambah. Satu lengkok piawai diplot dan jika terdapat satu telaga yang mengandungiIgG yang tidak diketahui kepekatannya, kepekatan IgG dalam sampel tersebut bolehditentukan berdasarkan diameter garis mendakan yang terdapat keliling telaga tersebutdan lengkok piawai yang ada.F. Kaedah OuchterlonyKaedah ini berguna untuk menentukan perhubungan antigen (antigenic relationship).Corak pertama di atas menunjukkan tindak balas seiras (reaction of identity) yang berlaku apabila epitop-epitop pada antigen 1 dan 2 yang dicam oleh antibodi adalahsama. Dalam tindak balas kedua epitop-eitop yang terdapat pada antigen 1 dan 3adalah berbeza dan tidak dikongsikan. Ini menghasilkan corak tindak balas tak seiras(reaction of non-identity). Jika terdapat epitop-epitop yang dikongsikan antara duaantigen dan pada masa yang sama terdapat epitop-epitop unik pada satu antigen, corak separa iras (reaction of partial identity) akan terhasil. Dalam corak ketiga, antigen 1dan 4 mempunyai epitop-epitop yang sepunya, tetapi antigen 1 mempunyai epitop-epitop unik yang dicam oleh antibodi dan ini akan menghasilkan pacu (spur). Dalamcorak keempat, antibodi hanya mengcam epitop pada antigen 1 yang tidak mempunyai epitop yang dikongsikan dengan antigen 5.G. Kaedah imunojerapan berpaut enzim (ELISA)Kaedah ini tergolong ke dalam asai imunoenzim kerana melibatkan tindak balasenzim dengan substrat. Kaedah ELISA terus digunakan untuk mengesan kehadiranantigen sementara kaedah tak terus digunakan untuk mengesan kehadiran antibodi.Rajah di atas menunjukkan prinsip ELISA untuk mengesan kehadiran antibodi. Telaga piring mikrotiter diselaputkan dengan antigen (berwarna biru) kemudian sampel ujianditambah. Jika terdapat antibodi spesifik (berwarna merah) untuk antigen dalamsampel tersebut ia akan bergabung dengan antigen. Kehadiran antibodi ini dikesanmenggunakan antibodi sekunder (biru) berlabel enzim (kuning). Selepas penambahansubstrat, warna produk ditentukan berdasarkan serapan dan nilai serapan ini adalah berkadaran dengan kuantiti antibodi yang tergabung kepada antigen.H. Kaedah pemblotan WesternKaedah pemblotan Western digunakan untuk mengesan kehadiran antigen. Dalamkaedah ini antigen tercampur dipisahkan menggunakan elektroforesis gel. Kemudianantigen-antigen tersebut dipindahkan kepada membran pepejal menggunakan aruselektrik. Kehadiran antigen spesifik pada membran dikesan menggunakan antibodispesifik untuk sesuatu antigen.Rajah di atas menunjukkan antigen-antigen yang terpisah selepas elektroforesis(warna kuning) yang kemudian dipindahkan kepada membran. Kehadiran antigenspesifik pada membran dikesan dengan antibodi spesifik berlabel dan warna bolehdibangunkan menggunakan tindak balas enzim-substrat. Kehadiran antigen-antigen

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->