2
B
AB
D
UA
A
POLOGUE
R
IBA
K
ONSEPSI
R
IBA Riba
() secara bahasa bermakna: z
iyadah
(-
tambahan
). Dalam pengertianlain, secara linguistik riba juga berarti
tumbuh
dan
membesar
. Sedangkan menurutistilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Secara juristikal, riba mengandung dua pengertian1.
Tambahan uang yang diberikan ataupun diambil dimana pertukaran uangtersebut dengan uang yang sama, misal
dollar for dollar excange
.2.
Tambahan nilai uang pada satu sisi yang sedang malkukan kontrak tatklakomoditas yang diperdagangkan secara barter itu pada jenis yang sama.Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangandengan prinsip muamalat dalam Islam.Mengenai hal ini Allah
mengingatkan dalam firman-Nya
:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamudengan jalan bathil
." (Q.S. An Nisa: 29)
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkansisa-sisa (dari berbagai jenis) riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dantidak pula dianiaya."
(Q.S. Al Baqarah: 278-279)
Riba bukan hanya merupakan persoalan masyarakat Islam, tetapi berbagaikalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan ini. Karenanya, kajianterhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam.Masalah riba telah menjadi bahan bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian jugaRomawi. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendirimengenai riba.Di kalangan yahudi, sudah jelas adanya konsepsi riba, Orang-orang Yahudidilarang mempraktekkan pengambilan bunga. Pelarangan ini banyak terdapat dalamkitab suci mereka, baik dalam Old Testament (Perjanjian Lama) maupun undang-undang Talmud.
Leave a Comment