Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
transistor_fet_bjt.pdf

transistor_fet_bjt.pdf

Ratings: (0)|Views: 66|Likes:
Published by Rhici Sulistyowati

More info:

Published by: Rhici Sulistyowati on Sep 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

 
Transistor 1
Divais Elektronika
TRANSISTOR
BJT dan FETSumber :
 
Transistor 2
Transistor Bipolar
Bipolar Junction Transistor
Pada tulisan tentang semikonduktor telah dijelaskan bagaimana sambungan NPN maupun PNP menjadisebuah transistor. Telah disinggung juga sedikit tentang arus bias yang memungkinkan elektron dan holeberdifusi antara kolektor dan emitor menerjang lapisan base yang tipis itu. Sebagai rangkuman, prinsipkerja transistor adalah arus bias base-emiter yang kecil mengatur besar arus kolektor-emiter. Bagianpenting berikutnya adalah bagaimana caranya memberi arus bias yang tepat sehingga transistor dapatbekerja optimal.
Arus Bias
 Ada tiga cara yang umum untuk memberi arus bias pada transistor, yaitu rangkaian CE (CommonEmitter), CC (Common Collector) dan CB (Common Base). Namun saat ini akan lebih detail dijelaskan biastransistor rangkaian CE. Dengan menganalisa rangkaian CE akan dapat diketahui beberapa parameterpenting dan berguna terutama untuk memilih transistor yang tepat untuk aplikasi tertentu. Tentu untukaplikasi pengolahan sinyal frekuensi audio semestinya tidak menggunakan transistor power, misalnya.
Arus Emiter
 Dari hukum Kirchhoff diketahui bahwa jumlah arus yang masuk kesatu titik akan sama jumlahnya denganarus yang keluar. Jika teorema tersebut diaplikasikan pada transistor, maka hukum itu menjelaskanhubungan :I
E
= I
C
+ I
B
........(1)
Gambar-1 : arus emitor 
 Persamanaan (1) tersebut mengatakan arus emiter I
E
adalah jumlah dari arus kolektor I
C
dengan arusbase I
B
. Karena arus I
B
sangat kecil sekali atau disebutkan I
B
<< I
C
, maka dapat di nyatakan :I
E
= I
C
..........(2)
Alpha (a)
Pada tabel data transistor (
databook 
) sering dijumpai spesikikasi a
dc
(alpha dc) yang tidak lain adalah :a
dc
= I
C
 /I
E
..............(3)Defenisinya adalah perbandingan arus kolektor terhadap arus emitor.
 
Transistor 3
Karena besar arus kolektor umumnya hampir sama dengan besar arus emiter maka idealnya besara
dc
 adalah = 1 (satu). Namun umumnya transistor yang ada memiliki a
dc
kurang lebih antara 0.95 sampai0.99.
Beta (b)
Beta didefinisikan sebagai besar perbandingan antara arus kolektor dengan arus base.b = I
C
 /I
B
............. (4)Dengan kata lain,b adalah parameter yang menunjukkan kemampuan penguatan arus (current gain) darisuatu transistor. Parameter ini ada tertera di
databook 
transistor dan sangat membantu para perancangrangkaian elektronika dalam merencanakan rangkaiannya.Misalnya jika suatu transistor diketahui besar b = 250 dan diinginkan arus kolektor sebesar 10 mA, makaberapakah arus bias base yang diperlukan. Tentu jawabannya sangat mudah yaitu :I
B
= I
C
 /b = 10mA/250 = 40 uAArus yang terjadi pada kolektor transistor yang memiliki b = 200 jika diberi arus bias base sebesar 0.1mAadalah :I
C
= b I
B
= 200 x 0.1mA = 20 mADari rumusan ini lebih terlihat defenisi penguatan arus transistor, yaitu sekali lagi, arus base yang kecilmenjadi arus kolektor yang lebih besar.
Common Emitter (CE)
 Rangkaian CE adalah rangkain yang paling sering digunakan untuk berbagai aplikasi yang mengunakantransistor. Dinamakan rangkaian CE, sebab titik ground atau titik tegangan 0 volt dihubungkan pada titikemiter.
Gambar-2 : rangkaian CE 
 
Sekilas Tentang Notasi
Ada beberapa notasi yang sering digunakan untuk mununjukkan besar tegangan pada suatu titik maupunantar titik. Notasi dengan 1 subscript adalah untuk menunjukkan besar tegangan pada satu titik, misalnyaV
C
= tegangan kolektor, V
B
= tegangan base dan V
E
= tegangan emiter.Ada juga notasi dengan 2 subscript yang dipakai untuk menunjukkan besar tegangan antar 2 titik, yangdisebut juga dengan tegangan jepit. Diantaranya adalah :V
CE
= tegangan jepit kolektor- emitorV
BE
= tegangan jepit base - emitor

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->