daerah. Dana BOS hanya bisa dicairkan oleh kepala sekolah dan bendaharasekolah, lebih dari itu tidak bisa karena rekening di bank harus ditulis sesuainama SK kepala sekolah dan bendaharanya—pendek kata siapapun tidak boleh,mengingat sitem kerja bank yang betul-betul melindungi dan menjaminintegritas nasabahnya. Uang rakyat berjumlah trilyunan siap diglontorkan dalamtiap tahun anggaran.
Bagaimanakah nasib BOS di tangan birokrasi?
Tidak mungkin jadi politisi atau birokrasi kalau tak pandai menipu,bagaimana tidak jabatan seberat itu hanya dijejali oleh orang-orang yang samasekali tak jelas latar belakang keilmuannya tetapi sudah memiliki gelar berhimpitdi depan dan belakang namanya, kadang masih ditambah dengan singkatan-singkatan yang semakin membuat orang awam terheran-heran, salah satupenyakit yang sedang menjakiti orang-orang birokrasi kita; suka pasang gelartanpa pertimbangan! Tak diragukan lagi aliran dana BOS yang cair tiap bulan menjadi incaransiapapun di level pengelola dari tingkat yang paling rendah yaitu kepala sekolahsampai ketingkat birokrsasi di kator dinas pendidikan. Terang saja aliran inimenjadi salah salah satu manifestasi kongkalikong yang paling bisa dipastikanwaktu pencairannya. Segala macam upaya diusahakan untuk mencari celahkeuntungan, seperti gurita yang semakin tak terhitung jumlah tentaklenya.Misalnya saja penggelembungan jumlah murid, sekolah-sekolah fiktif di bawahyayasan yang tidak jelas akte pendiriannya sampai pada manipulasi databelanjaan yang berbentuk laporan pertanggungjawaban. Semua diatur dalamsebuah sistem yang terkontrol yang disebut dengan “korupsi berjemaah”.
Sistem kerja korupsi berjemaah ala BOS
Kalau membodohi orang yang tolol itu biasa dan lumrah, orang tololcukup disuguhi cerita horor atau kualat tujuh turunan dan kutukan dari langitsudah cukup, yang tidak biasa adalah membodohi orang pintar! Luar biasa, inibaru prestasi yang pantas mendapatkan perhargaan layak seperti baru lulusdengan
cum laude
di jurusan teknik nuklir. menakjubkan, semua terjadi denganterang-terangan tanpa tirai sedikitpun, semua orang tahu bahwa dana BOSsudah bengkok 180 derajat, betul-betul pertunjukan etika yang tidak pantasdipertontonkan di tengah-tengah masyarakat yang sedang mengalami krisiskepercayaan. Pertanyaannya, kenapa kok tidak ada tindakan, sepi seolah takterjadi apa-apa? Inilah masalahnya.
Leave a Comment