3.
Wajib,
bagi orang yang mampu memberi nafkah dan dia takut akan tergoda padakejahatan (zina).4.
Makruh,
bagi orang yang tidak mampu memberi nafkah.5.
Haram,
bagi orang yang berniat akan menyakiti perempuan yang dinikahinya.C. RUKUN NIKAH1.
Shigat
(akad), yaitu perkataan dari pihak wali per
empuan, seperti kata wali, “
Saya
nukahkan engkau dengan anak saya bernama…, Jawab mempelai laki
-
laki, “Saya terimamenikahi….,.
Tidak sah akad nikah kecuali dengan lafadz nikah, tazwij, atau terjemahan darikeduanya.Sabda Rasulullah SAW, :
“
Takutlah kepada Allah dalam urusan perempuan. Sesungguhnya kamu ambil merekadengan kepercayaan Allah, dan kamu halalkan kehormatan mereka dengan kalimat
Allah.” (Riwayat Muslim)
2.
Wali
(wali si perempuan). Keterangannya adalah sabda Nabi SAW :
“Barang
siapa di antara perempuan yang menikah tidak dengan izin walinya, maka
pernikahannya batal.” (Riwayat empat orang ahli hadist, kecuali Nasai)
3.
Dua orang saksi.
Sabda Nabi SAW :
“Tidak sah nikah kecuali dengan wali dan dua saksi yang adil.”(Riwayat Ahm
ad).
D. SYARAT SAH NIKAH