Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ajaran

Ajaran

Ratings: (0)|Views: 89|Likes:
Published by Asir Andi
sesat
sesat

More info:

Published by: Asir Andi on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/17/2013

pdf

text

original

 
 Ajaran sesat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ada usul agar  
 digabungkan ke artikel atau bagian ini.(Diskusikan) 
Ajaran sesat
,
Heresi
, atau 
 atau kadangkala ditulis sebagai
bid'ah
,
bid'aah
ةعدب
yang secara harafiah berarti
memulai 
), menurut Oxford English Dictionary,adalah "pandangan atau doktrin teologis atau keagamaan yang dianggap berlawanan atau bertentangan dengan keyakinan, atau sistem keagamaan manapun, yang dianggap ortodoks atau ajaran yang benar. Dalam pengertian ini, ajaransesat adalah pandangan atau doktrin dalam filsafat, politik, ilmu, seni, dll., yang berbeda dengan apa yangumumnya diakui sebagai yang berwibawa."
 
Daftar isi
 
o
 
 
 
 
 
 
o
 
 
o
 
o
 
Etimologi
Kata "heresy" berasal dari bahasa Yunani 
αιρεσις,
 
hairesis
 
(dari αιρεομαι,
 
haireomai 
, "memilih"), yangberarti
 pilihan
keyakinan atau
faksi 
dari pemeluk yang melawan. Kata ini banyak dipergunakanoleh Ireneus dalam risalatnya
Contra Haereses
(
Melawan Penyesat 
). Ia menggambarkan posisinya sendirisebagai yang ortodoks (dari
ortho-
"lurus" +
doxa
"pemikiran") dan posisinya akhirnya berkembang menjadiposisi Gereja Kristen perdana, dari mana kata-kata ortodoks itu berasal.
 
Jadi, ada anggapan bahwa "ajaran sesat" tidak mempunyai arti yang sepenuhnya obyektif. Kategori ini hanyaada sebagai kebalikan dari posisi suatu sekte yang sebelumnya telah didefinisikan sebagai "ortodoks". Jadi, setiap pandangan yang non konformis di dalam bidang apapun juga dapat dianggap "sesat" oleh yang lainnya di dalam bidang tersebut yang yakin bahwa pandangan mereka adalah yang "benar" (ortodoks).Para penyesat biasanya tidak menganggap keyakinan mereka sesat. Menyebut sebuah ajaran itu "sesat"adalah suatu penghakiman yang tidak bebas nilai, karena hal itu dilakukan dari dalam suatu sistemkepercayaan yang mapan. Misalnya, orang Katolik Roma menganggap ajaran Protestan sesat, sementaraorang non-Katolik menganggap ajaran Katolik sebagai"Kemurtadan Besar ."  Agar sebuah ajarah sesat bisa ada, pertama-tama harus ada suatu sistem dogma yang berwibawa yangditetapkan sebagai dogma yang ortodoks, seperti misalnya yang diusulkan oleh Gereja Katolik Roma.  Istilah
ortodoks
digunakan di Gereja Ortodoks Timur ,sejumlah Gereja Protestan,dalam Islam,  sebagian denominasi Yahudi,dan dalam tingkat yang lebih rendah dalam agama-agama lain. Pandangan varian dari Marxisme-Leninisme yang ortodoks digambarkan sebagai "golongan kanan" atau "penyimpangan kiri". Gereja Scientology menggunakan istilah "squirelling" ("membajing") untuk merujuk kepada perubahan- perubahan yang tidak sah terhadap ajaran atau metodenya.
 Ajaran sesat dalam berbagai agama
Kristen
Penggunaan istilah ajaran sesat dalam konteks kekristenan sudah jarang digunakan saat ini, dengan beberapaperkecualian: misalnyaRudolf Bultmann dan perdebatan tentang penahbisan imam wanita dan para imam gay.  Pandangan populer menurunkan "bidah" kepada  Abad Pertengahan,saat puncak kekuasaan gereja di Eropa, tapi kasus seorang sarjana dan humanis Giordano Brunobukanlah eksekusi terakhir untuk bidah. Bidaah mengingatkan akan sebuah hukuman resmi dalam negara-negara Katolik Roma hingga akhir abad 18. Di Spanyol, kasus bidah telah didakwa dan dihukum sepanjang 
 setelah Era Napoleon.
 Penyesatan di dalam gereja sebenarnya memiliki usia yang sama tuanya dengan usia gereja itu sendiri.Sejak zaman Paulus danYohanes,setelah Kristus naik ke surga, berbagai penyesat telah bermunculan. Gereja mula-mula yang muda itu telah diperhadapkan dengan berbagai pengaruh ajaran yang menyesatkan, dan ituakan terus berlangsung sampai akhir zaman nanti.  Abad-abad berikutnya pun gereja menghadapi berbagai aliranseperti: Marsionisme, Montanisme, Novatianis, Donatis,dan sebagainya. Demikian juga seterusnya. Jadi, gereja tidak perlu terkejut dengan munculnya berbagai ajaran dan aliran yang membingungkan danmenyesatkan, namun justru harus waspada, dan memperkokoh iman, penyelidikan kebenaran yang alkitabiahdan mempererat hubungan dengan Tuhan, Sang Kepala Gereja.
Kriteria yang Salah
 
 Sebelum melihat beberapa titik tolak yang merupakan dasar untuk mengukur sejauh mana suatu ajaran itubernilai sesat, orang Kristen kadang-kadang memiliki miskonsepsi, antara lain:1. Jemaat besar selalu benar, kelompok kecil adalah sesat. Kriteria ini salah, sepanjang perjalanansejarah gereja, sering terjadi bahwa jumlah aliran yang tidak alkitabiah lebih besar dari pada gerejaTuhan. Di Chili,pada abad lalu tercatat aliran-aliran bidat lebih banyak pengikutnya daripada anggota gereja resmi. Dan, biasanya justru aliran-aliran yang mengandung kesesatan itu lebih banyak diminatiorang ketimbang gereja resmi yang setia pada kebenaran dan kekudusan.2. Gereja Negara adalah benar, jemaat pecahan sesat. Kriteria ini pun salah. Di Eropa tercatat bahwawaktu gereja menyatu dengan negara, justru membawa berbagai penyimpangan. Di Indonesiasetelah zaman kemerdekaan memang tidak terjadi kesatuan antara kekuasaan gereja dan negara.3. Gereja yang benar adalah yang menjangkau golongan sosial ekonomi menengah ke atas. Kriteria ini juga salah. Memang, berbagai aliran baru sering lebih dapat menjangkau masyarakat rendah.Sedangkan kalangan gereja besar banyak anggota dari kalangan menengah ke atas. Namun,berbagai catatan sejarah mencatat bahwa aliran-aliran tertentu justru menjangkau kelompokmenengah ke atas, seperti kalangan bisnis, pejabat dan sebagainya. Bidat 
, 
,dsb. jelas mempunyai pengikut kalangan menengah ke atas.
Batasan pengertian
Ajaran
adalah suatu pemahaman (yang biasanya menyangkut konsep kehidupan) yang disampaikan kepadapihak yang lebih luas dengan sengaja dan terencana.
Sesat
adalah salah jalan atau menyimpang dari yangtelah ditetapkan. Berbicara tentang ajaran yang sesat, kedua belah pihak dapat saling menuduh yang lainsesat dengan dasar suatu ketetapan yang menguntungkan pihak tersebut, oleh karena itu orang Kristen yangbenar perlu mengambil titik tolak yang telah dibuktikan dalam sejarah Gereja Tuhan. Semua penganut ajaran,apa pun isi ajarannya, meyakini bahwa ajaran yang mereka anut itu benar. Mereka juga dapat mengatakanbahwa ajaran di luar yang mereka anut adalah sesat. Karena itu, orang Kristen perlu melihat sejarah/penyebabmunculnya berbagai ajaran yang disebut sesat, dan dari sudut pandang mana ajaran itu disebut sesat. Ajaran-ajaran yang jelas-jelas menentang kekristenan tidak termasuk ajaran sesat melainkan Anti-Kekristenan.
Penyebab timbulnya
Beberapa penyebab ajaran-ajaran sesat di dalam gereja, antara lain:
 
Sebagai reaksi terhadap gereja resmi
(aliran utama). Para pencetus dan penganut ajaran-ajaran yangkemudian orang Kristen sebut sesat, umumnya diawali dengan kekecewaan terhadap gereja-gereja resmi(gereja arus utama) yang semakin melembaga, semakin baku dan kaku, yang biasanya diikuti denganajarannya yang cenderung menekankan intelektualitas. Para penganut aliran ini ingin kembali pada

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->