• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
canzyber@gmail.com
createdbycanzyber
 
Kesehatan dan Pembangunan SDM
Pada akhir abad ke-20 terjadi pergeseran paradigma pembangunan, daripembangunan ekonomi menjadi pembangunan sumber daya manusia. Duluperkembangan ekonomi menjadi patokan keberhasilan suatu Negara/Daerah, namunternyata indikator ekonomi saja tidak mampu mencerminkan keadaan keadaan yangsebenarnya dari suatu daerah. Hal tersebut karena pembangunan ekonomi hanyaberdasarkan pendapatan perkapita suatu Negara yang tidak mewakili seluruh keadaanmasyarakatnya. Maka dari itu dibuatlah suatu standar baru dimana tidak hanya mengukurincome perkapita, tapi juga mengukur index kualitas sumber daya manusia atau HumanDevelopment Index (HDI).Index HDI tersebut meliputi tiga hal yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.Pendidikan diukur dari tingkat pendidikan penduduk, kesehatan diukur dari rata-rata usiaharapan hidup, angka serta kematian bayi dan ibu, dan pembangunan ekonomi diukur dariincome/pendapatan per kapita daerah tersebut. Dalam hubungannya dengan kesehatan,maka perlu diadakan upaya peningkatan pelayanan preventif maupun promotif tanpamengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitative, disamping itu juga diperlukan upayapeningkatan SDM melalui pendidikan tenaga kesehatan.Perubahan rumusan tentang difinisi kesehatan oleh WHO membuktikan bahwakesehatan merupakan sesuatu yang sangat kompleks yang mencangkup bidang jasmani,rohani, sosial, dan ekonomi. Orang yang disebut sehat tidak hanya sehat secara fisik bebas dari penyakit, namun juga harus sehat secara mental dan produktif, dalam artian diamampu untuk melakukan kegiatan sesuai dengan usianya saat itu. Dengan perubahanperadigma mengenai difinisi kesehatan ini, tentu diperlukan pelayanan kesehatan yangsetimpal yang mampu memenuhi tuntutan tersebut. Maka dari itu diperlukan berbagaiperubahan kebijakan di bidang kesehatan dan tentunya palayanan kesehatan konvensionalyang dahulu pernah dipakai harus dibenahi dengan mengubahnya menjadi pelayanankesehatan paradigm baru.Metode pelayanan kesehatan konvensional dengan metode pelayanan paradigmabaru memiliki beberapa perbedaan karakteristik seperti:a)
 
Metode konvensional memandang sehat dan sakit sebagai sebuah kejadian binomial,dalam artian jika orang itu sehat maka dia pasti tidak sakit, begitu pula sebaliknya,
 
canzyber@gmail.com
createdbycanzyber
 
sedangkan dalam metode baru tidaklah demikian, tidak ada betasan yang jelas antarasehat dan sakit.b)
 
Metode konvensional hanya memandang pelayanan kesehatan meliputi pengobatandan penyembuhan, namun dalam metode yang baru juga dikenal adanya istilahpencegahan berupa upaya promotif maupun preventif.c)
 
Dalam metode konvensional pelayanan kesehatan identik dengan Rumah Sakit,namun dalam metode yang baru pelayanan kesehatan bukan hanya rumah sakit, tapi juga poliklinik.d)
 
Dalam metode konvensional tujuan kesehatan adalah untuk meringankanpenderitaan, mencegah dan menunda komplikasi atau kematian, namun dalammetode baru tujuan dari kesehatan adalah untuk meningkatkan kesehatan (promotif)dan pencegahan penyakit (preventif).e)
 
Metode konvensional menggunakan dokter sebagai tenaga pelayanan kesehatanyang utama, namun dalam metode yang baru mesyarakat lah yang ikut berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan.f)
 
Dalam metode konvensional sasaran utamanya adalah individu yang sakit, namundalam metode yang baru sasaran utamanya adalah kelompok masyarakat yang masihsehat.Kesehatan sebenarnya merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap orang,maka dari itu dibuatlah konsep-konsep hak azasi kesehatan seperti deklarasi PBB yangmenyatakan bahwa setiap warga berhak untuk mendapatkan standar hidup yang layak untuk kesehatan meliputi sandang, pangan dan papan. Kemudian deklarasi ini diperkuat
dengan Konstitusi WHO tahun 1946 yang menyatakan “
Setiap orang memiliki hak atasinformasi kesehatan, privasi, menikmati teknologi kesehatan, ketersediaan makanan dangizi, mencapai jaminan standar hidup optimal dan jaminan sosial
. Di Indonesia sendirihak azasi kesehatan dijamin dalam UUD 1945 yang menyatakana)
 
Setiap orang berhak untuk hidau sejahtera lahir batin, bertenpat tinggal sertamemperoleh pelayanan kesehatan.b)
 
Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan danpelayanan umum yang layak.Kesepakatan 189 negara termasuk Indonesia bertekad untuk menghapuskankemiskinan, keterbalakangan, da
n ketertinggalan dengan merumuskan “8 Tujuan
Pembangunan Milinium
dimana dari delapan tujuan tersebut terdapat 4 tujuan yangmencangkup bidang kesehatan. Hal tersebut membuktikan betapa besar peranan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...