• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 
S
ebagai salah satu bentuk dukungan BINUS Univer-sity dalam peningkatan mutu Perguruan Tinggi diIndonesia, maka BINUS University mempeloporipembentukan Forum Komunikasi Pusat PenjaminanMutu, mengadakan pelatihan Auditor Internal danmenerima kunjugan Studi Banding dari PerguruanTinggi.
D
iharapkan dengan terlaksananya kegiatan tersebutdi atas, maka impian untuk mewujudkan dunia pen-didikan yang berkualitas semakin menjadi kenyataan.
 Redaksi
Sekapur Sirih
Penanggung Jawab : David Sakti SatyawanPemimpin Redaksi : RudiRedaksi : Debora, Dessy Afandy, Pengkuh Ibnu S
Quality Management CenterUNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Jakarta Barat 11530Phone : (6221) 53696917, Fax : (6221) 5300244quality_network@yahoogroups.com
Sekapur Sirih1Headline
Forum Komunikasi Pusat Penjaminan MutuStudi Banding UPI - BandungTraining Auditor - UNLAM
2Quality Management Article
Things That AuditeeShould Do and Don’t
3Quality Tools Article
Part II :Kepuasan Pelanggan = Mutuadalah Quality Myopia
4-6Serba Serbi
Profile :Frederick Winslow Taylor(1858-1915)
7Total Quality Management Glosarry8Berita terkini
Rapid Change In Higher Education 
8
DAFTAR ISI
“ it isn't what you find it's what you do about what you find” ( Crosby )
 
Edisi
 
18
 
/
 
V
 
/
 
Juni
 
/
 
2009
 
NNN
eee
wsletterwsletterwsletter
 
 
Headline
HALAMAN 2
Forum Komunikasi Pusat Penjaminan Mutu PT
Sebagai bentuk partisipasi aktif dalam peningkatan mutu perguruan tinggidi Indonesia, BINUS University mengadakan acara pembentukan Forum Ko-munikasi Pusat Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi yang dihadiri oleh 34Peguruan Tinggi negri dan swasta di area Jabotabek.Pembicara yang hadir di forum komunitas ini adalah Dr. Ir. H. Suharyadi,MS selaku Rektor Universitas Mercubuana yang juga merupakan KetuaUmum APTISI, Solichin A. Darmawan, RLA selaku Certification Manager PTSGS Indonesia, dan Prof. Dr Johannes Gunawan,SH.,LL.M selaku AnggotaMajelis Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional. Sebagai perwakilan dariDIKTI turut hadir Drs. Hanafi, MS.Untuk menindaklanjuti hasil dari forum ini, dibentuk tim formatur yang terdiri dari BINUS University, Universitas Trisakti,Universitas Mercubuana, Bakrie School of Management, dan STMIK Swadarma. Tim formatur inilah yang akan bertugas untuk me-nentukam visi, misi, ruang lingkup, keanggotaan, kepengurusan, serta kegiatan forum kedepannya.Forum komunikasi ini diharapkan dapat menjadi pusat pengetahuan manajemen mutu, dapat memberikan sumbangan bagipeningkatan daya saing perguruan tinggi Indonesia serta menjadi partner bagi perguruan tinggi dan pemerintah dalam kegiatan pen-ciptaan dan penerapan standar manajemen mutu internal perguruan tinggi. (DA)
QMC Newsletter
Edisi
 
18/V/Juni/2009
 
Pada tanggal 20 Mei, BINUS University menerima 170 peserta studibanding yang berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.Mayoritas peserta studi banding merupakan mahasiswa Pasca Sarjana danDoktor Pendidikan dengan didampingi oleh Ketua Program Studi Adminis-trasi Pendidikan, yaitu Prof. Dr. Nanang Fattah, M.Pd; serta beberapa orangDosen Pasca Sarjana S2/S3, yaitu Prof. Dr. Abin Syamsudin, MA; Prof. Dr.Azis Wahab, MA; Prof. Dr. Idochi Anwar, M.Pd; Udin Syaefudin, Saud, Ph.D;dan Dr. Yahya, Mpd.Prof.Dr.Gerardus Polla., M.App.Sc selaku Rektor BINUS Universitymenyambut baik serta memberikan apresiasi kepada para peserta studi band-ing yang telah menjadikan BINUS University sebagai sarana dalam mempelajari sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.Pada studi banding kali ini, banyak dibicarakan mengenai peran kepemimpinan dalam proses implementasi penjaminan mutu,hambatan-hambatan apa saja yang ditemui, serta bagaimana menciptakan komitmen dari setiap level terhadap sistem penjaminanmutu yang diterapkan. (DA)
Studi Banding Universitas Pendidikan Indonesia
Quality Management Center (QMC) kembali mengadakan pelatihan audi-tor internal berdasarkan ISO 19011:2002 pada tanggal 14 - 5 Mei 2009 yanglalu. Peserta training berjumlah 10 orang dan semuanya berasal dari UniversitasLambung Mangkurat. Pada training kali ini, peserta mendapatkan materi ISO9001:2008 dari Management Representative BINUS University yakni Bapak David Sakti Satyawan, serta materi audit internal yang dibawakan oleh SystemController BINUS University, yakni Ibu Cuk ThoDalam training yang berlangsung selama 2 hari ini, para peserta dibekalidengan pengetahuan mengenai ISO 9001:2008 dan informasi panduan auditberdasarkan pada ISO 19011:2002. Peserta juga diarahkan oleh instruktur un-tuk mengikuti simulasi audit. Dalam simulasi ini, semua peserta mendapatkan kesempatan untuk berperan sebagai auditor mapunauditee.Setelah mengikuti training tersebut, kesepuluh peserta merasa sangat puas baik terhadap materi ataupun simulasi yang diberi-kan. Diharapkan, semua pengetahuan yang diperoleh selama training dapat diterapkan di Universitas Lambung Mangkurat. (DA)
Training Auditor - UNLAM
 
HALAMAN 3
Quality Management Article
Things That Auditee Should Do and Don’t
QMC Newsletter
Edisi
 
18/V/Juni/2009
 
Kesuksesan suatu proses audit, tidak hanya tergantung padaauditor, namun juga terletak pada auditee. Sama halnya denganauditor, auditee merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dariproses audit. Pada bulletin edisi sebelumnya, sudah dibahas men-genai tips – tips untuk menjadi seorang auditor yang baik. Men-yambung artikel tersebut, pada edisi kali ini, akan dijelaskan men-genai auditee, hal yang harus dilakukan seorang auditee dan apasaja yang harus dihindari auditee demi mendukung kelancaranproses audit.Ada banyak definisi dari auditee dan salah satunya adalah or-ganisasi atau orang yang diaudit. Auditee ini akan menjadi obyek pada saat pelaksanaan audit dan yang akan menjawab semua per-tanyaan dari auditor.Untuk membantu pelaksanaan audit, ada beberapa hal yangharus dilakukan auditee, diantaranya:1. Komitmen, audit internal merupakan kegiatan yang rutin dilak-sanakan di dalam organisasi atau institusi. Oleh karena itu disini dituntut komitmen auditee agar menyediakan waktukhusus untuk diaudit dan siap sedia diaudit sesuai dengan jad-wal yang ditentukan.2. Mempersiapkan diri, yang dimaksud mempersiapkan diri disini adalah menyiapkan dokumen – dokumen yang diperlukanpada saat proses audit dan bukti perbaikan temuan periodesebelumnya.3. Memastikan kehadiran personil yang diperlukan selama audit4. Auditee hendaknya bersikap positif dalam menerima hasiltemuan. Auditee jangan memandang temuan sebagai sesuatuhal yang memberatkan melainkan sebagai
continuous improve-ment.
 5. Bersikap tenang dan profesional pada saat proses audit. Apa-bila auditee merasa tidak nyaman dengan sikap auditor yangterlalu menekan, hendaknya emosi auditee tidak terpancing.Auditee hendaknya tetap bersikap tenang dan memberikanpenjelasan ataupun dokumen yang ditanyakan oleh auditor.6. Bekerjasama dengan auditor (bersikap kooperatif) sehinggamenghasilkan hasil audit yang terbaik.7. Menjawab pertanyaan auditor dengan sejelas mungkin.8. Memberikan kesempatan kepada auditor untuk menyelesaikanaudit9. Mendokumentasikan dan mengabarkan hasil perbaikan yangdiambil10. Seorang auditee wajib mengingatkan auditor untuk memba-cakan hasil temuan. Tujuannya untuk menghindari kesalahpa-haman dan ketidaksetujuan ketika hasil audit sudah diumum-kan.Itu hanya sedikit dari sekian banyak hal yang harus dilakukanauditee. Ada yang hal yang harus dilakukan auditee, ada juga yangharus dihindari. Beberapa yang hal harus dihindari auditee padasaat proses audit berlangsung:1. Mengatur ulang jadwal audit dengan alasan “kami belum siap”.Alasan ini termasuk klise. Auditee harusnya mengetahuibahwa mereka akan diaudit dan memperhatikan jadwal yangsudah ditentukan. Kalau mereka sudah mengetahui jadwalyang ditentukan, harusnya tidak ada alasan untuk menghindardengan alasan apapun.2. Personil tidak lengkap. Ini merupakan alasan lain dari auditeeuntuk mengatur ulang jadwal audit. Sering terdengar alasan,ada personil yang cuti atau sedang ada urusan di luar kantor.3. Situasi di ruangan auditee pada saat proses audit berlangsungterlihat seperti ada masalah besar. Hal ini berdampak, padasaat proses audit berjalan, auditee terlihat seperti terlalusibuk untuk diaudit.4. Menyembunyikan dokumen yang ditanyakan auditor denganberbagai alasan.5. Menggunakan istilah istilah yang tidak umum dengan tujuanuntuk membuat bingung auditor6. Memberikan jawaban yang menyesatkan auditor7. Berkelit terus menerus dalam menjawab pertanyaan auditor8. Menolak setiap hasil temuan dengan berbagai alasan, misalnyadengan mengatakan: ”temuan itu bukan salah unit saya, ituterkait dengan unit lain”.9. Terlalu banyak bercanda pada saat proses audit berlangsung.Dalam proses audit, bercanda tidak dilarang, namun, akanlebih baik tidak melampaui batas karena tidak semua auditormemiliki sifat humoris.Tidak ada auditee yang menginginkan temuan major ataupunminor. Oleh karena itu, kunci kesuksesan dari proses audit adalahsejauh mana auditor dan auditee bisa saling bekerjasama. Auditortidak menekan auditee dan sebaliknya auditee tidak bersikapdefensif pada saat proses audit berlangsung. Biarkan proses auditberjalan dengan sebagaimana mestinya sehingga auditor danauditee bisa saling mengatakan....
Good Auditing 
!
(DB)
 
Source :
http://www.internal-auditor.com/Features/2001/02-Feb-Games.htm
http://books.google.com/books? id=wDVntwiR538C&pg=PA111&lpg=PA111&dq=things+that+auditee+should+do&source=bl&ots=MpT1p2RxJk&sig=z9FdPjHew eFyX1iHGkyjTfDc8uk&hl=en&ei=87YcSoqWNoOIkQWwiDk&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1#PPA112,M1
http://www.internal-auditor.com/Features/Archive/Challenges- Aug.htm
ISO 19011 :Guidelines for Quality and / or environmental Man-agement Systems Auditing 
ISO 9000:2000 series Auditor / Lead Auditor 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...