Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
119Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Strategi Komunikasi

Strategi Komunikasi

Ratings: (0)|Views: 10,123 |Likes:
Published by agusrusmana

More info:

Published by: agusrusmana on Jun 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2014

pdf

text

original

 
Strategi Komunikasi Dalam Penghimpunan Koleksi Deposit
Oleh:
Agus Rusmana, Drs., M.A.
Dosen Jurusan Ilmu Informasi dan PerpustakaanFakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
1. Mengapa Perlu Komunikasi?
Diterbitkannya Peraturan Pemerintah mengenai pelaksanaan undang-undangserah simpan adalah untuk dipatuhi oleh setiap anggota masyarakat, baik peroranganmaupun organisasi, lembaga atau perusahaan agar seluruh tujuan untuk melestarikanhasil karya bangsa dapat tercapai demi pengembangan pengetahuan, ilmu dan teknologiseluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu peraturan ini harus dipatuhi agar bangsaIndonesia tetap memiliki dan mewariskan kebudayaan luhurnya bagi generasi berikut.Namun sampai saat terakhir ini, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihakpengelola deposit, jumlah karya cetak yang diserahkan masih sedikit yang dapat diartikanbahwa perhatian para
wajib serah simpan
 
(meminjam istilah ‘wajib pajak’ 
) masih rendah.Kondisi ini merupakan sebuah masalah besar yang harus dicarikan jalan pemecahannya.Setiap kewajiban (apalagi yang didasari oleh undang-undang) selalu bersifatmemaksa dan diperlakukan sebagai sebuah beban, dan untuk melakukannya seseorangharus “mengorbankan” kenyamanan pribadi. Sifat utama dari pemaksaan ini adalah “tidakmenyenangkan” dan “tidak menguntungkan” diri pribadi seseorang atau kelompok.Mungkin juga ditambah oleh pengalaman selama ini, pelanggaran terhadap kewajiban initerbukti tidak memiliki resiko karena tidak pernah ada sanksi yang diterima oleh siapapunyang melanggarnya. Kondisi ini kemudian menumbuhkan citra bahwa undang-undangtentang wajib serah simpan tidak mengikat dan tidak harus dipatuhi. Citra atau pandanganini bisa menjadi penyebab kurangnya kepatuhan masyarakat terhadap undang-undangdan peraturan pemerintah yang sudah berusia delapan belas tahun. Kekurang tahuanmasyarakat tentang undang-undang dan peraturan pemerintah juga bisa memberikanandil dalam terbentuknya citra yang keliru.Untuk dapat mematuhi apa yang telah diundangkan dan diatur, masyarakat perlumemiliki motivasi, dan motivasi akan muncul jika masyarakat memiliki cukup informasiyang lengkap dan terjadinya komunikasi efektif dari pihak deposit, seperti dikemukakanoleh para ahli:
If we want people to act on our decisions,
they have to be motivated to do so
. To act in theright way, it very much depends on the information they need to take the right course of action and to be motivated to do it. Motivation or the absence of it can quite often be traced back to
communications
and their influence on those receiving it.
(Jika kita ingin orangmengikuti keputusan kita, mereka harus dimotivasi untuk melakukannya. Agar dapatbertindak benar, tergantung pada informasi yang dibutuhkan sebagai acuan dan motivasiuntuk melakukannya. Ada atau tidak adanya motivasi dapat ditulusur dari kegiatankomunikasi dan pengaruhnya bagi orang yang menerimanya.)
2. Strategi KomunikasiDasar pemilihan Strategi
Sebelum seseorang memilih dan menggunakan strategi komunikasi yang tepat agar gagasan diperhatikan, dimengerti dan diikuti oleh orang lain yang menjadi sasarannya, dia
1
 
harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang
apa
yang akan disampaikan,
mengapa
harus disampaikan, dan
efek
yang dinginkan terjadi pada sasaran. Tanpa pengetahuan itusemua, pemilihan dan penggunaan strategi tidak dapat dilakukan, karena sebuah strategihanya dapat digunakan untuk pesan dan hasil tertentu. Hal ini juga berlaku bagi staf deposit yang berperan menyosialisasikan kewajiban serah simpan karya cetak dan karyarekam.Untuk itu seorang staf deposit harus memiliki pengetahuan tentang (a) pentingnyapelaksanaan UU No. 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak, termasuk juga (b)dasar pembentukan undang-undang tersebut, dan terutama sekali adalah (c) pendapatdan citra yang diberikan oleh masyarakat yang terkenai kewajiban ini terhadap undang-undang, atau bisa juga dirumuskan dalam pertanyaan seperti ini:- Apa pentingnya penghimpunan Koleksi Deposit?- Apa pentingnya bagi pembuat/ pencipta karya/ penerbit?- Apa pendapat dan citra publik pada kewajiban ini?Dengan pengetahuan ini barulah strategi komunikasi dapat dipilih dan digunakan.Pengetahuan tentang pentingnya penghimpunan koleksi bagi masyarakat dan bagipembuat/ pencipta karya rekam dan penerbit ini juga kemudian harus menjadipengetahuan para wajib serah simpan.
3. Strategi Komunikasi Efektif 
Tujuan utama digunakannya strategi komunikasi adalah terciptanya komunikasiefektif yaitu yang mampu melahirkan efek dari komunikasi yaitu (1) perubahan pendapat(2) perubahan sikap dan (3) perubahan perilaku para wajib serah simpan terhadap UU No.4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak,. Dalam hal ini komunikasi yangdilakukan oleh staf deposit diharapkan menghasilkan perubahan berupa:(1) wajib serah simpan
berpendapat
bahwa undang-undang ini adalah untuk
kepentingan umum
,(2) wajib serah simpan
setuju dan mendukung
undang-undang.(3) wajib serah simpan
menjalankan
semua aturan yang termuat dalam undang-undang.Jadi efektivitas komunikasi tidak diukur hanya dari pengetahuan tentang undang-undang yang dimiliki oleh wajib serah simpan, tetapi terutama adalah pada terjadinyaperubahan dalam diri mereka untuk mendorong mereka melakukan tindakan sesuaidengan undang-undang.
Komponen Utama Komunikasi
Pada prinsipnya terdapat 4 (empat) komponen utama komunikasi yaitu
communicator 
(penyampai pesan),
message
(pesan),
channel 
(saluran/ media),
communicatee
(penerima pesan). Berikut adalah penjelasan tiap komponen.1.
Communicator 
Seorang staf deposit yang berperan sebagai komunikator harus memenuhibeberapa kualifikasi:a. memiliki pengetahuan yang sangat cukup tentang undang-undang yang akandisosialisasikan,b.memiliki sikap positif terhadap undang-undangc. memiliki kecakapan berbicara (memilih kata dan lambang)d.memiliki kepedulian dan penilaian positif terhadap para wajib serah simpan sebagaisasaran komunikasi
2
 
e. memiliki kemampuan mengatur penampilan yang sesuai dengan konteks komunikasi(waktu, tempat dan suasana).2.
Message
Undang-undang yang akan disosialisasikan harus dikemas (bukan diubah ataudiganti isinya) sehingga mudah ditangkap dan dimengerti oleh penerima, seperti apa yangdisampaikan oleh ahli komunikasi:
Principals of effective communication: When communicating, the one thing you should ask yourself is 'Can this message or instruction be easily understood by the person receiving it?' Can you besure that those receiving your message actually understand what you are saying? 
(
Prinsip-prinsipkomunikasi efektif: ketika berkomunikasi, satu hal yang harus ditanyakan pada diri sendiri adalah‘Dapatkah pesan atau instruksi ini dengan mudah dimengerti oleh orang yang menerimanya?Yakinkah anda bahwa orang yang menerima pesan itu benar-benar mengerti apa yang andasampaikan?)
Jadi, sebelum pesan disampaikan, komunikator harus yakin benar bahwa apa yangdisampaikannya akan dapat dengan
mudah dan jelas dimengerti.
Dia juga harusmengetahui apa yang paling diinginkan didengar oleh wajib serah simpan (aturan, caradan sanksi, misalnya). Untuk itu jika kalimat dan istilah dalam undang-undangdiperkirakan masih terlalu sulit dimengerti atau ditafsirkan berbeda dari yang sebenarnya,staf deposit sebagai komunikator harus membuat sebuah petunjuk atau penafsiranmengenai undang-undang tersebut sesuai dengan
bahasa atau istilah yang umum danpopuler 
digunakan oleh mereka yang menjadi wajib serah simpan.3.
Channel 
(Saluran/ Media Komunikasi)Setelah dilakukan pemilihan istilah / penjelasan undang-undang, komponen yangdipilih berikutnya adalah media/ saluran (
media/ channel 
) komunikasi. Penggunaan mediadimaksudkan agar pesan dapat tersampaikan kepada wajib serah simpan yang tidakterjangkau dengan komunikasi tatap muka, dan agar pesan dapat terekam/ tersimpanuntuk diingat. Terdapat banyak sekali media yang dapat digunakan untuk menyampaikanpesan yang dikelompokkan ke dalam dua besar yaitu media cetak (
 printed media
) danmedia elektronik (
electronic media
). Kedua kelompok media ini dapat digunakan sebagaimedia komunikasi antar persona (surat, telp, e-mail), komunikasi kelompok (papanpengumuman, bulletin board, millis, teleconference), atau komunikasi massa (majalah,koran, TV, radio, website). Pemilihan media ditentukan oleh beberapa pertimbanganseperti:- Berapa besar jumlah sasaran pesan?- Berapa jauh jarak sasaran pesan?- Seberapa rinci pesan yang dapat diterima sasaran pesan?- Berapa banyak kepemilikan media oleh sasaran pesan?- Seberapa cepat pesan harus sampai kepada sasaran pesan?- (terakhir) berapa biaya yang tersedia?Pemilihan pesan harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kekeliruan pemilihanbisa berakibat media kehilangan manfaatnya, atau bahkan bisa membuat kekeliruanpenafsiran/ pemaknaan dari pesan awalnya.4.
Communicatee/ komunikan ( 
penerima pesan)Walaupun disebutkan sebagai komponen terakhir, tetapi sebenarnya para wajibserah simpan sebagai komunikan adalah komponen yang menjadi perhatian utamasebelum pesan dan media dipilih dan digunakan. Maka komunikator berupaya untuk
3

Activity (119)

You've already reviewed this. Edit your review.
Prabowo Nurwidagdyo added this note
boleh tau sumber refrensinya? terima kasih
1 thousand reads
1 hundred reads
Honeycute Honey liked this
vie_d_queen liked this
Prasomya Gunawan liked this
Gloria Manurung liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->