Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buku Strategi Pengorganisasian Buruh

Buku Strategi Pengorganisasian Buruh

Ratings: (0)|Views: 512 |Likes:
Published by olan_kps4709
Berisi tentang teknik pengorganisasian buruh perkebunan dan buruh industri
Berisi tentang teknik pengorganisasian buruh perkebunan dan buruh industri

More info:

Published by: olan_kps4709 on Jun 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
1
STRATEGI PENGORGANISASIAN BURUH 
(Panduan Bagi Organiser Buruh Perkebunan dan BuruhIndustri)
Based on true experiencesOrganizers from:Kelompok Pelita Sejahtera &Lentera Rakyat
By: Tua Hasiholan Hutabarat, M.Si Medan North Sumatera 2007 
 
2

 
Pengantar
Semua orang bicara tentang kemiskinan, penindasan dan penyakit-penyakitsosial lainnya. Semua juga mengklaim berusaha merubah kondisi sosial yangsemakin menghimpit kaum terpinggir. Berbagai strategipun kemudiandijalankan dengan harapan dapat mengubah situasi menjadi lebih baik.Tentu saja tiap orang berhak mengatasnamakan penderitaan yang dialamioleh orang-orang miskin yang ada di seluruh dunia. Atas namakemanusiaan, keberpihakan, bahkan cinta kasih banyak orang yang terketukdan kemudian bergerak memerangi kemiskinan, kelaparan, penindasan danketidakadilan. Banyak cara yang kemudian dilakukan orang, mulai dari yangberlandaskan ideologis, cinta kasih atau keperdulian sesama, ataupunsekedar motivasi filantropis.Namun dari begitu banyaknya orang yang berbuat untuk merubahkemiskinan dan ketidakadilan menuju keadaan yang lebih baik, tidaklahsebanyak orang yang memahami bahwasannya situasi yang terjadi saat iniadalah situasi yang dikondisikan secara struktural. Masih banyak dari kitayang beranggapan, kemiskinan, kemelaratan, dan penyakit sosial lainnyadisebabkan oleh kemalasan, budaya dan sistem ekonomi subsisten,rendahnya
need of achievement
(kebutuhan akan pembaharuan), sistem sosialyang tidak mendukung pembangunan dan sebagainya. Wajar saja jikakemudian sebahagian dari kita, seperti ORNOP, pemerintah, para pekerjasosial, dan relawan-relawan yang berjuang mengatasi kemiskinan lebihbanyak menggunakan cara-cara yang tidak menyentuh akar dari kemiskinan,seperti; upaya menumbuhkembangkan kewirausahaan, membangun budayamembangun, upaya-upaya kuratif, dan sebagainya. Intinya, strategi yangdikerjakan adalah seputaran membangkitkan fungsi-fungsi sub sistem sosialekonomi, politik, budaya, teknologi dan sebagainya. Fungsi-fungsi dari subsistem yang sedang terganggu dan tidak berperan sebagaimana mestinyatersebutlah yang diperbaiki.Untuk itulah kita sering mendengar beberapa kebijakan dan tindakan, baikitu dari pemerintah dan pekerja sosial yang menyentuh institusi-institusitertentu, dengan harapan menjadi lebih berdaya, berfungsi dan mampubekerjasama dengan institusi atau pranata sosial lainnya. Saat ini malahkebijakan tersebut lebih menyentuh kepentingan-kepentingan sesaat(
emergency
), seperti Sumbangan Tunai Langsung atau Bantuan TunaiLangsung (BLT) kepada masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.
 
3
Kemudian ada juga kebijakan subsidi untuk petani, jaring pengaman sosialuntuk warga miskin, dan sebagainya.Hal itu sangat berbeda dengan pandangan yang menyatakan kemiskinantimbul diakibatkan oleh terjadinya penghisapan dan penindasan yangdilakukan oleh modal dan kekuasaan. Untuk melanggengkan penghisapandan penindasan tersebut, kemudian modal dan kekuasan membangunsebuah sistem yang mampu meninabobokkan masyarakat, melegitimasiseluruh kebijakan dan aturan yang disusun, dan bisa menutupi segalakekurangan yang muncul akibat dijalankannya sebuah sistem.Dengan demikian, upaya perubahan yang dilakukan adalah yang bisamembongkar dan membuka kedok disebalik sistem yang dibangun olehkekuasan dan modal. Pembongkaran tersebut terutama ditargetkan padabangunan sistem nilai yang secara permanen telah ditanamkan kekuasaankepada masyarakat. Mau tidak mau perubahan yang dibangun haruslahditujukan pada sistem nilai palsu yang dianut oleh masyarakat. Sistem nilaitersebut ada di mana-mana. Di dalam lingkungan keluarga, komunitas,institusi pemerintah, industri, sekolah, bahkan institusi agama.Semakin dalamnya kualitas kemiskinan tentu harus dihadapi dengankualitas strategi perubahan yang akan dilakukan. Perubahan harusmenyentuh sendi-sendi masyarakat yang paling dasar, untuk itu strategiyang digunakan haruslah berkenaan pada nilai-nilai yang paling diyakinibenar oleh masyarakat. Pendekatan tambal sulam, karitatif, sekedar dilandasimotif humanistik hanya mampu menyelesaikan masalah secara parsial dantidak berdampak jangka panjang. Untuk itu, strategi yang dibangun dandigunakan tidaklah kompromistis, karena cara-cara kompromistismensyaratkan perubahan terjadi di dalam sistem, sedangkan sistem yang adadibangun bagi kepentingan kekuasaan dan modal.Hampir sama dengan negara-negara miskin lainnya, demokratisasi politikdan ekonomi di Indonesia berjalan secara cepat. Perubahan kebijakan politik,demokratisasi akses ekonomi menjadi jargon utama pemerintah. Mulai daripemerintahan pusat sampai daerah beramai-ramai mengeluarkan undang-undang dan peraturan dengan harapan akan menciptakan situasi yang lebihdemokratis. Namun tetap saja realita di masyarakat adalah kebalikannya. Jika dahulu pemerintah melakukan corporatisme lembaga-lembaga sosial,ekonomi dan politik, maka kini pemerintah sendiri yang berinisiatifmembangun institusi demokratis tersebut, seperti Dewan Pengupahan,Komisi Pemilihan Umum, lembaga arbitrase, dan sebagainya. Seluruh

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Siska Hidayati liked this
Fresa A Ranggawa liked this
Abu Mufakhir liked this
Cak Jimuha liked this
Dede Leo liked this
gemanisu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->