dengan menerima alasan yang mereka kemukakan karena tertindas. Dia mendefinisikan para mustadh'afin dengan sifat-sifat yang melekat pada diri mereka, yaitu ketidakberdayaan mereka atas bahaya yang mengancam diri mereka. Dalamhal ini juga termasuk orang yang tidak dapat mencari ilmu agama dengan sempurna; atau ada halangan berat yang tidaksanggup ia pikul, dalam mencari ilmu, karena fisik yang lemah; atau tidak mampu membiayai dirinya, sehingga ia tidakdapat keluar atau hijrah ke negara Islam untuk dapat bertemu dengan kaum Muslim. Contoh lain yaitu orang yang sudahberusaha tapi tidak dapat memahami ilmu agama dengan sempurna, sehingga akal pikirannya tidak dapat menerangidirinya dan pada saat yang sama ia tidak menolak kebenaran, bahkan jika kebenaran itu tampak atas dirinya, ia maumengikutinya.
Banyak sekali riwayat yang membicarakan orang-orang lemah dengan berbagai alasan yang dapatditerima. Dan mereka dikategorikan sebagai mustadh'afin. Allah SWT berfirman:
Dan ada pula orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan ada' kalanya Allah akan menerima tobat mereka. Dan AllabMaha Mengetabui lagi Mababijaksana
. (QS 9:106)Istilah "orang yang ditangguhkan" (
al-murjawna li amr Allah
) dikutip dari ayat di atas.Imam Al-Baqir mengomentari ayat tersebut sebagai berikut:
Ada suatu golongan yang dulunya musyrik kemudian terbunuh dalam suatu peperangan membela Islam sepeni Hamzah, Ja'far dankaum Muslim yang lain yang memiliki nasib seperti mereka. Mereka masuk lslam, kemudian men-tauhidkan Allah SWT,meninggalkan kemusyrikan, tapi mereka tidak tahu akan keimanan di dalam hati mereka. Mereka adalah orang mukmin ahli surga.Seandainya mereka tetap pada keingkarannya, maka mereka adalah ahli neraka. Dan mereka inilah yang disebut dengan "orang-orang yang di tangguhkan" (
al-mu'rjawna li amr Allah
). Apakah Allah akan menimpakan azab atas diri mereka atau menerimatobatnya?'
Di dalam tafsir
Al-'Iyasyi
diriwayatkan dari Hamran: "Saya bertanya" kepada Imam Shadiq tentang
mustadh'afin
." Imam Shadiq menjawab: "Mereka (
mustadh'afin
) tidaklah termasuk orang kafir. Merekaadalah yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah
(al-murjawna li amr Allah).
"Lebih jauh tentang ayat tersebut, dikatakan bahwa amal-amal mereka yang ditangguhkan akan dipilah-pilah lagi oleh Allah SWT, namun ayat tentang
mustadh'afin
mengisyaratkan akan adanya ampunandan maghfirah Allah untuk mereka.Kami mengambil kesimpulan dari hal-hal tersebut bahwa orang lemah (
al-qashir
) tidak disiksa oleh AllahSWT.Di dalam Al-Kafi diriwayatkan dari Hamzah bin Al-Thayyar yang berkata: "Imam Shadiq berkata kepadasaya: 'Manusia terbagi menjadi enam golongan yang dapat diperkecil lagi menjadi tiga golongan, yaitu:iman
(al-iman
), kekafiran
(al-kufr
), dan kesesatan
(al-dhalal
). Mereka adalah yang diambil janjinya olehAllah dengan surga dan neraka. Mereka terdiri atas orang-orang mukmin, kafir
, mustadh'afin
, danmereka yang ditangguhkan oleh Allah (al-murjautna li amr Allah), yangakan menerima, azab dari Allah atau akan diterima tobatnya. Serta orang-orang yang mengakui dosa-dosanya, dan orang-orang yang berbuat kebajikan'."Di dalam Al-Kafi menurut riwayat yang lain dari Zurarah dikatakan: "Saya bersama Hamran menghadapImam Baqir. Saya berkata kepadanya. Sesungguhnya saya membentangkan
al -mathmar
." " Apakahyang kau maksud dengan
al-mathmar
itu?" Imam Baqir balik bertanya. Saya berkata: “
Mathmar
adalahbenang yang kami bentangkan mengenai keturunan Ali atau orang lain. Jika mereka benar, saya akanmengikuti mereka. Tapi jika mereka salah, saya akan meninggalkan mereka."lalu Imam Baqir berkara: "Hai Zurarah, firman Allah lebih benar ketimbang perkataanmu. Manakahmereka yang termasuk dalam firman Allah ini:
Kecuali orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang tak mampu berusaha dan tidak mendapat
petuniuk jalan (untuk bijrah)
, dan manakah yang
al-murjawna li amr Allah
? Manakah yang termasuk golongan orang-orang yang mencampuradukkan amal saleh dengan perilaku buruk? Manakah yang termasukorang-orang yang sering berbuat kebajikan? Dan manakah yang termasuk orang yang barumasuk Islam?"Hamran menambahkan dalam riwayat tersebut:" Imam Baqir dan saya pada saat itu berbicaradengan suara yang keras sehingga kedengaran dari luar rumah."Jamil pun menambahkan dalam riwayat tersebut, dari Zurarah yang berkata: "Ketikapembicaraan telah larut antara aku dengan Imam Baqir, Imam Baqir berkata: 'Hai Zurarah,sungguh orang yang tersesat akan masuk surga'."Di dalam Al-Kafi diriwayatkan dari Imam Musa yang berkata:
3
Leave a Comment