Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
cedera kepala (penatalaksanaan)

cedera kepala (penatalaksanaan)

Ratings: (0)|Views: 121|Likes:
ners
ners

More info:

Categories:Presentations
Published by: Pitri Andriyana Kusumastuti on Sep 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2014

pdf

text

original

 
PERTOLONGAN PERTAMA PENDERITA CEDERA PRA RUMAH SAKIT
Fokus penanganan korban dengan cedera kepala pada area pra rumah sakit adalahmenyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan. Pada fase pra rumah sakit titik beratdiberikan pada menjaga kelancaran jalan nafas, kontrol adanya perdarahan dan syock,stabilisasi pasien dan transportasi ke rumah sakit terdekat.
Airway (jalan nafas
Gangguan oksigenasi otak dan jaringan vital lain merupakan pembunuh tercepat pada kasustrauma. Guna menghindari gangguan tersebut penanganan masalah airway menjadi prioritasdiatas segala masalah yang lainya. Beberapa kematian karena masalah airway disebabkanoleh karena kegagalan mengenali masalah airway yang tersumbat baik oleh karena aspirasi isigaster maupun kesalahan mengatur posisi sehingga jalan nafas tertutup lidah penderitasendiri.Pengenalan segera terhadap adanya gangguan jalan nafas harus segera di ketahui.Terganggunya jalan nafas dapat secara tiba-tiba dan komplit, perlahan maupun progresif.Pada pasien sadar yang dapat berbicara biasa bisa dijamin memiliki airway yang baik (walaupun sementara), karena itu tindakan pertama adalah berusaha mengajak bicara dengan penderita. Jawaban yang baik menjamin airway dan sirkulasi oksigen ke otak masih baik.Pada pasien dengan penurunan kesadaran mempunyai resiko tinggi untuk terjadinyagangguan jalan nafas., selain mengecek adanya benda asing, sumbatan jalan nafas dapatterjadi oleh karena pangkal lidahnya terjatuh ke belakang sehingga menutupi aliran udarakedalam paru. Selain itu aspirasi isi lambung juga menjadi bahaya yang mengancam airway.
Breathing (membantu bernafas) 
Tindakan kedua setelah meyakini bahwa jalan nafas tidak ada hambatan adalah membantu pernafasan. Pastikan pernafasan pasien masih ada. Karena henti nafas seringkali terjadi padakasus trauma kepala bagian belakang yang mengenai pusat pernafasan atau bisa juga penanganan yang salah pada pasien pada pasien cedera kepala justru membuat pusat pernafasan terganggu dan menimbulkan henti nafas. Keterlambatan dalam mengenaligangguan pernafasan dan membantu ventilasi/pernafasan akan dapat menimbulkan kematian.Sehingga kemampuan dalm memberikan bantuan pernafasan menjadi prioritas kedua.
Circulations (Mengontrol perdarahan) 
 
Upaya untuk mempertahnakan cirkulasi yang bisa dilakukan pra rumah sakit adalahmencegah hilangnya darah pada kasus-kasus trauma dengan perdarahan. Jika ditemukanadanya perdarahan, segera lakukan upaya mengontrol perdarahan itu dengan memberikan bebat tekan pada daerah luka. Pemberian cairan melalui oral mungkin dapat dilakukan untuk mengganti hilangnya cairan dari tubuh jika pasien dalam keadaan sadar. Perlu dipahamidalam tahap ini adalah mengenal tanda-tanda kehilangan cairan sehingga antisipasi terhadapkemungkinan terjadinya syock.
Stabilisasi (mempertahankan posisi
Seringkali perubahan posisi pasien yang tidak benar justru akan menambah cedera yangdialami. Tidak jarang pada kasus cedera tulang belakang yang penanganan stabilisasi tidak  baik justru menyebabkan cedera sekunder yang mengakibatkan gangguan menjadi lebih parah dan penyembuhan yang tidak sempurna. Pemasangan bidai pada trauma ekstremitas,long spine board pada kasus cedera tulang belakang dan neck colar pada cedera leher dapatserta alat-alat stabilisasi sederhana yang lain bisa mengurangi resiko kerusakan akibatsekunder karena posisi yang tidak stabil.
Transportasi (pengankutan menuji Rumah Sakit) 
Sebisa mungkin segeralah penderita di bawa ke rumah sakit terdekat agar penanganan dapatdilakukan secara menyeluruh dengan peralatan yang memadai. Namun perlu di ingatkesalahan dalam transportasi juga menyebabkan cedera yang diderita bisa bertambah berat.Pilihkah alat transportasi yang memungkinkan sehingga stabilisasi dapat di pertahankan,airway, breathing dan cirkulasi dapat selalu di pantau .PENATALAKSANAAN IN HOSPITALPENATALAKSANAAN CEDERA KEPALA RINGAN (GCS 13
 – 
15)1.
 
Observasi atau dirawat di rumah sakit bila CT Scan tidak ada atau hasil CT Scanabnormal, semua cedera tembus, riwayat hilang kesadaran, sakit kepala sedang
 – 
 berat, pasien dengan intoksikasi alkohol/obat-obatan, fraktur tengkorak, rinorea-otorea,cedera penyerta yang bermakna, tidak ada keluarga yang di rumah, tidak mungkinkembali ke rumah sakit dengan segera, dan adanya amnesia. Bila tidak memenuhikriteria rawat maka pasien dipulangkan dengan diberikan pengertian kemungkinankembali ke rumah sakit bila dijumpai tanda-tanda perburukan.2.
 
Observasi tanda vital serta pemeriksaan neurologis secara periodik setiap ½- 2 jam.3.
 
Pemeriksaan CT Scan kepala sangat ideal pada penderita CKR kecuali memang samasekali asimtomatik dan pemeriksaan neurologis normal.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->