2
Bagi banyak kaum Kristen, sekularisasi dianggap satu keharusan yang tidak dapatditolak. Harvey Cox membuka buku terkenalnya,
The Secular City
, dengan bab
“TheBiblical Soruce of Secularization”,
yang diawali kutipan pendapat theolog JermanFriedrich Gogarten:
“Secularization is the legitimate consequence of the impact of biblical faith on history”
, bahwa sekularisasi adalah akibat logis dari dampakkepercayaan Bible terhadap sejarah. Menurut Cox, ada tiga komponen penting dalamBible yang menjadi kerangka asas kepada sekularisasi, yaitu:
disenchantment of nature
yang dikaitkan dengan penciptaan
(Creation)
,
‘disacralization of politics’
dengan migrasibesar-besaran
(Exodus)
kaum Yahudi dari Mesir, dan
‘decorrsecraton of values’
dengan Perjanjian Sinai
(Sinai Covenant).
Jadi, kata Cox, sekularisasi adalah pembebasan manusia dari asuhan agama danmetafisika, pengalihan perhatiannya dari ‘dunia lain’ menuju dunia kini
(Secularization isthe liberation of man from religious and metaphiysical tulelage, the turning of hisattention away from other worlds and towards this one).
Karena sudah menjadi satukeharusan, kata Cox, maka kaum kristen tidak seyogyanya menolak sekularisasi.Sebab sekularisasi merupakan konsekuensi otentik dari kepercayaan Bible. Maka tugaskaum Kristen adalah menyokong dan memelihara sekularisasi
(Far from being something Chrirtians should be against, secularization represent and authentic consequence of biblical faith Rather than oppose it, the task of Christians should be tosupport and nourish it).
Buku
The Secular City
termasuk buku yang luar biasa. Edisi pertama buku inidicetak tahun 1965. buku Cox ini mencetuskan cause celebre agama diluar jangkauanpengarang dan penerbitnya sendiri. Buku ini merupakan
best seller
di Amerika denganlebih 200 ribu naskah terjual dalam masa kurang dari setahun. Buku ini juga adalahkarya utama yang menarik perhatian masyarakat kepada isu sekularisasi. Menurut Dr.Marty, beberapa kalangan menjadikan buku tersebut sebagai buku panduan manualuntuk bebas lepas dari sembarang dongeng mitos dan agama.
Pengaruh buku ini ternyata juga melintasi batas negara dan agama. Di Yogyakarta,pada akhir dekadie 1960-an, sekelompok aktivis yang tergabung dalam LingkaranDiskusi Limitedc Group di bawah bimbingan Mukti Ali, sangat terpengaruh oleh
TheSecular City
nya Harvey Cox. Diantara sejumlah aktivis dalam diskusi itu adalahDawam Rahardjo, Djohan Effendi, dan Ahmad Wahib.
Tetapi, gagasan Cox ketika itu
1. Harvey Cox, The Secular City; Secularization and Urbanization in Theological Perspective, (New York: TheMacmillan Company, 1967), hal. 19-32.1.
Harvey Cox, The Secular City,
hal 15.2. Lihat Martin E. Marty,
Doen Secular Theology Have a Future
, dalam buku
The Great Ideas Today
. (New York;Encyclopedia Britanica Inc. 1967).3. Lihat, Karel Steenbrink,
‘Patterns of Muslim-Christian Dialogue in Indonesia, 1965-1998)’,
dalam JacquesWaadenburg,
Muslim-Christian Perceptions fo Dialogue Today,
(Leuven;Poeters, 2000), hal. 85. Steenbrink menggunakan redaksi
‘The book The Secular City by Harvey Cox had a great impact in these young students’.
Dalam catatan hariannya, Ahmad Wahib menulis; “Sejauh yang aku amati selama ini, agama terjadi telah
Leave a Comment
ijin donwload dong!