You are on page 1of 7

LAPORAN PENDAHULUAN MANAJEMEN KEPERAWATAN PERAN : PERAWAT PELAKSANA ( PP )

Disusun Oleh : Delima Fitri Partilia Nainggolan N1. 12. 009

PROGRAM PROFESI NERS STIKES TELOGOREJO SEMARANG 2013

LAPORAN PENDAHULUAN MANAJEMEN KEPERAWATAN PERAN : PERAWAT PELAKSANA ( PP )

A. Definisi Perawat Pelaksana (PP) Keperawatan primer (primary nursing) adalah sistem pemberian asuhan keperawatan di tingkat rawat inap yang dapat mempermudah realisasi praktek keperawatan profesional.

Sistem ini menyediakan asuhan yang berfokus pada pasien yang secara individual dan komprehensif, berkesinambungan sejak pasien dirawat di rumah sakit sampai keluar pindah ke institusi lain (Modul pelatihan manajemen bangsal keperawatan, 2009).

B. Metode Perawat Primer Metode primer ini ditandai dengan keterkaitan kuat dan terus-menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan, melakukan, dan mengkoordinasi asuhan keperawatan selama pasien dirawat. Metode dengan menggunakan perawat primer/ pelaksana dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan karena : 1. Hanya ada 1 perawat yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan koordinasi asuhan keperawatan. 2. Jangkauan observasi setiap perawat hanya 4-6 klien. 3. Perawat primer/ pelaksana (PP) bertanggung jawab 24 jam. 4. Rencana pulang klien dapat diberikan lebih awal. 5. Rencana ahuan keperawatan dan rencana medik dapat berjalan paralel.

Perawat primer pemula adalah perawat lulusan DIII keperawatan dengan pengalaman minimal 4 tahun dan pada MPKP tingkat I adalah perawat Skep/Ners dengan pengalaman minimal 1 tahun.

Perawat dapat bertugas pagi, sore atau malam hari, namun sebaiknya perawat primer (PP) hanya bertugas pagi atau sore saja karena bila bertugas pada malam hari, perawat primer (PP) akan libur beberapa hari sehingga sulit menilai perkembangan klien (Sitorus, 2006, hlm. 26).

C. Kelebihan dalam Perawat Primer Kelebihan dalam keperawatan primer adalah : 1. Bersifat kontinu dan komprehensif. 2. Perawat primer mendapatkan akuntabilitas yang tinggi terhadap hasil dan kemungkinan pengembangan diri. 3. Keuntungan antara lain terhadap pasien, perawat dan rumah sakit (Billies, 1998).

Kelebihan yang dirasakan klien adalah merasa dihargai karena terpenuhinya kebutuhan secara individu, selain itu asuhan yang diberikan bermutu tinggi dan akan tercapai pelayanan yang efektif terhadap pengobatan, dukungan, proteksi dan informasi serta advokasi.

D. Kelemahan dalam Perawat Primer Kelemahan dari metode ini : Hanya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai dengan kriteria asertif, self direction, memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat, menguasai keperawatan klinik, akuntabel serta berkolaborasi dengan berbagai disiplin (Suarli, 2009, hlm. 49-50).

E. Konsep Dasar Perawat Primer Konsep dasar keperawatan primer adalah : 1. Ada tanggung jawab dan tanggung gugat. 2. Ada otonomi 3. Ada keterlibatan pasien dan keluarga.

F. Tugas Pokok 1. Memberikan perawatan secara langsung berdasarkan proses keperawatan dengan sentuhan kasih sayang a. Melaksanakan tindakan keperawatan yang telah disusun. b. Mengevaluasi tindakan keperawatan yang telah diberikan c. Mencatat dan melaporkan semua tindakan keperawatan dan respon klien dan catatan keperawatan.

2. Melaksanakan program medik dengan penuh tanggung jawab a. Memberi obat b. Pemeriksaan laboratorium c. Persiapan klien yang akan di operasi. 3. Memperhatikan keseimbangan kebutuhan fisik, dan spiritual dari klien a. Memelihara kebersihan klien dan lingkungan b. Mengurangi penderitaan klien dengan memberi rasa aman, nyaman dan ketenangan. 4. Mempersiapkan klien secara fisik dan mental untuk menghadapi tindakan perawatan dan pengobatan secara diagnostik 5. Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri sesuai kemampuan. 6. Memberi pertolongan segera pada klien gawat atau sakaratul maut. 7. Membantu kepala ruang dalam pelaksanaan ruangan secara administratif a. Menyiapkan data klien baru, pulang atau meninggal dunia. b. Sensus harian dan formulir c. Rujukan atau penyuluhan PKMRS 8. Mengantar dan menyiapkan alat-alat yang ada diruangan. 9. Menciptakan dan memelihara kebersihan, keamanan, kenyamanan dan keindahan ruangan. 10. Melaksanakan tugas dinas pagi, siang atau malam secara bergantian. 11. Memberi penyuluhan kesehatan kepada klien sehubungan dengan penyakitnya. 12. Melaporkan segala sesuatu mengenai keadaan klien baik lisan maupun tertulis. 13. Membuat laporan harian.

G. Aplikasi Peran sebagai Perawat Primer 1. Membaca rencana keperawatan yang telah ditetapkan oleh ketua tim. 2. Membina hubungan terapeutik dengan klien atau keluarga sebagai lanjutan kontrak yang telah dilakukan perawat primer (PP). 3. Menerima klien baru bila ada dan melaksanakan orientasi. 4. Melakukan tindakan keperawatan berdasarkan rencana keperawatan. 5. Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan dan mendokumentasikan. 6. Mengikuti visite dokter. 7. Memeriksa kerapihan dan kelengkapan status keperawatan. 8. Membuat laporan pergantian dinas.

9. Mengkomunikasikan dengan PP atau PJ-shift atau ketua tim, bila menemukan masalah yang pasien yang perlu diselesaikan. 10. Menyiapkan klien untuk pemeriksaan diagnostik, laborat pengobatan. 11. Berperan serta dalam memberikan pendidikan kesehatan. 12. Membantu tim lainnya yang membutuhkan.

Rencana Kegiatan Waktu 06.45 06.50 Berdoa bersama Mengikuti pre conference bersama kepala ruang, CCM, ketua tim dan perawat primer lain. 07.50 Melaksanakan tugas asuhan keperawatan terhadap pasien yang menjadi kelolaan. 08.00 08.20 Ronde keperawatan ke pasien sesuai yang ditugaskan oleh ketua tim. Melaksanakan pemberian terapi kepada pasien kelolaan sesuai dengan peranan medis 09.00 10.00 12.00 13.00 13.30 13.45 Istirahat pagi Melanjutkan asuhan keperawatan pasien kelolaan Istirahat siang Melaporkan hasil evaluasi asuhan keperawatan kepada ketua tim Mengikuti siang klinik Mengikuti post conference Rencana Kegiatan

DAFTAR PUSTAKA

Sitorus, Ratna. 2006. Model praktik keperawatan profesional di Rumah Sakit. Jakarta : EGC Suarli, Yayan Bachtiar. 2009. Manajemen keperawatan dengan pendekatan praktik. Jakarta: Erlangga Pusat Pelayanan Kesehatan Carolus. 2009. Manajemen bangsal keperawatan

You might also like