Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
unsur mikro

unsur mikro

Ratings: (0)|Views: 71|Likes:
Published by Ainina A. Santoso

More info:

Published by: Ainina A. Santoso on Sep 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Litbang Pertanian, 27(3), 2008
99
U
nsur mineral merupakan salah satukomponen yang sangat diperlukanoleh makhluk hidup di samping karbo-hidrat, lemak, protein, dan vitamin, jugadikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu. Sebagai contoh, bila bahan biologisdibakar, semua senyawa organik akanrusak; sebagian besar karbon berubahmenjadi gas karbon dioksida (CO
2
),hidrogen menjadi uap air, dan nitrogenmenjadi uap nitrogen (N
2
). Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk abudalam bentuk senyawa anorganik se-derhana, serta akan terjadi penggabunganantarindividu atau dengan oksigen se-hingga terbentuk garam anorganik (Davisdan Mertz 1987).Berbagai unsur anorganik (mineral)terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak atau belum semua mineral tersebut terbuktiesensial, sehingga ada mineral esensialdan nonesensial. Mineral esensial yaitumineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukanorgan. Unsur-unsur mineral esensial dalamtubuh terdiri atas dua golongan, yaitumineral makro dan mineral mikro. Mineralmakro diperlukan untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh. Mineralmikro yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnyaterdapat dalam jaringan dengan konsen-trasi sangat kecil. Mineral nonesensialadalah logam yang perannya dalam tubuhmakhluk hidup belum diketahui dankandungannya dalam jaringan sangatkecil. Bila kandungannya tinggi dapatmerusak organ tubuh makhluk hidup yang bersangkutan. Di samping mengakibatkankeracunan, logam juga dapat menye- babkan penyakit defisiensi (McDonald
et al 
. 1988; Spears 1999; Inoue
et al 
. 2002).Tulisan ini menguraikan pentingnyamineral mikro esensial dalam kehidupanhewan. Sifat-sifat mineral seperti sifatkimia, biokimia maupun proses biologisdalam jaringan makhluk hidup, perludiketahui dalam upaya mendiagnosis penyakit defisiensi mineral pada hewan.
BEBERAPA UNSUR MINERAL ESENSIAL MIKRODALAM SISTEM BIOLOGI DAN METODEANALISISNYA
Zainal Arifin
 Balai Besar Penelitian Veteriner, Jalan R.E. Martadinata No. 30, Bogor 16114
ABSTRAK 
Mineral esensial adalah mineral yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk proses fisiologis, dan dibagi ke dalamdua kelompok yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, yangterdiri atas kalsium, klorin, magnesium, kalium, fosforus, natrium, dan sulfur. Mineral mikro diperlukan tubuhdalam jumlah kecil, seperti kobalt, tembaga, iodin, besi, mangan, selenium, dan seng. Keperluan optimum akan berbagai mineral tersebut belum banyak diketahui dengan pasti, sedangkan mineral mikro dapat ditemukan pada berbagai bagian tubuh walaupun dalam jumlah sedikit. Kekurangan (defisiensi) mineral, baik pada manusia maupunhewan, dapat menyebabkan penyakit. Sebaliknya pemberian mineral esensial yang berlebihan dapat menimbulkangejala keracunan. Analisis kandungan mineral dalam jaringan biologik dengan metode spektrofotometri serapanatom dapat mendiagnosis kasus defisiensi atau keracunan mineral.
Kata kunci:
Mineral esensial, defisiensi, toksisitas
ABSTRACT
 Some microminerals which are essential for biological system and its analysis methods
Essential minerals are important for physiological process in biological life, and divided into two groups that aremacrominerals and microminerals. Macrominerals are required by a body in gross, consisted of calcium, chlor,magnesium, potassium, phosphorus, sodium, and sulfur. Microminerals are needed in few like cobalt, copper,iodine, iron, manganese, selenium, and zinc. Optimum needs of those various minerals have not been exactlyknown yet, while microminerals can be found in almost all over the body although only in a small amount. Lacking(deficiency) of both minerals in human being or in animal can cause disease. On the contrary, high doses of theessential minerals can also cause toxicity. Mineral analysis by atomic absorption spectrophotometry in the biological tissues can diagnose the deficiency or toxicity of the minerals.
Keywords:
Essential minerals, deficiency, toxicity
 
100
 Jurnal Litbang Pertanian, 27(3), 2008
PENGGOLONGANMINERAL DALAM TUBUH
Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitaskehidupan, mineral (logam) dibagi menjadidua golongan, yaitu mineral logam esen-sial dan nonesensial. Logam esensialdiperlukan dalam proses fisiologis hewan,sehingga logam golongan ini merupakanunsur nutrisi penting yang jika kekurang-an dapat menyebabkan kelainan prosesfisiologis atau disebut penyakit defisiensimineral. Mineral ini biasanya terikatdengan protein, termasuk enzim untuk  proses metabolisme tubuh, yaitu kalsium(Ca), fosforus (P), kalium (K), natrium (Na),klorin (Cl), sulfur (S), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), mangan(Mn), kobalt (Co), iodin (I), dan selenium(Se). Logam nonesensial adalah golonganlogam yang tidak berguna, atau belumdiketahui kegunaannya dalam tubuhhewan, sehingga hadirnya unsur tersebutlebih dari normal dapat menyebabkankeracunan. Logam tersebut bahkan sangat berbahaya bagi makhluk hidup, sepertitimbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik (As),kadmium (Cd), dan aluminium (Al)(Gartenberg
et al 
. 1990; Darmono 1995;Spears 1999).Berdasarkan banyaknya, mineral di- bagi menjadi dua kelompok, yaitu mineralmakro dan mineral mikro. Mineral makrodiperlukan atau terdapat dalam jumlahrelatif besar, meliputi Ca, P, K, Na, Cl, S,dan Mg. Mineral mikro ialah mineral yangdiperlukan dalam jumlah sangat sedikitdan umumnya terdapat dalam jaringandengan konsentrasi sangat kecil, yaitu Fe,Mo, Cu, Zn, Mn, Co, I, dan Se (McDonald
et al 
. 1988; Spears 1999; Tabel 1).
BEBERAPA MINERALMIKRO ESENSIAL DALAMTUBUH
Tembaga (Cu) merupakan mineral mikrokarena keberadaannya dalam tubuhsangat sedikit namun diperlukan dalam proses fisiologis. Di alam, Cu ditemukandalam bentuk senyawa sulfida (CuS).Walaupun dibutuhkan tubuh dalam jumlahsedikit, bila kelebihan dapat mengganggukesehatan atau mengakibatkan keracunan. Namun bila terjadi kekurangan Cu dalamdarah dapat menyebabkan anemia yangmerupakan gejala umum, pertumbuhanterhambat, kerusakan tulang, depigmenta-si rambut dan bulu, pertumbuhan buluabnormal, dan gangguan gastrointestinal(Davis dan Mertz 1987; Baker 
et al 
. 1991;Clark 
et al 
. 1993).Besi (Fe) merupakan mineral makrodalam kerak bumi, tetapi dalam sistem biologi tubuh merupakan mineral mikro.Pada hewan, manusia, dan tanaman, Fetermasuk logam esensial, bersifat kurangstabil, dan secara perlahan berubahmenjadi ferro (Fe II) atau ferri (Fe III).Kandungan Fe dalam tubuh hewan ber-variasi, bergantung pada status kesehat-an, nutrisi, umur, jenis kelamin, dan spesies(Dhur 
et al 
. 1989; Graham 1991; Beard
et al 
. 1996). Besi dalam tubuh berasal daritiga sumber, yaitu hasil perusakan sel-seldarah merah (hemolisis), dari penyimpan-an di dalam tubuh, dan hasil penyerapan pada saluran pencernaan (Darmono 1995;King 2006). Dari ketiga sumber tersebut,Fe hasil hemolisis merupakan sumber utama. Bentuk-bentuk senyawa yang adaialah senyawa
heme
(hemoglobin, mio-globin, enzim
heme
) dan poliporfirin(tranfirin, ferritin, dan hemosiderin). Se- bagian besar Fe disimpan dalam hati, limpa,dan sumsum tulang (Brock dan Mainou-Fowler 1986; Desousa 1989; Brown e
t al 
.2004).Kobalt (Co) merupakan unsur mineralesensial untuk pertumbuhan hewan, danmerupakan bagian dari molekul vitaminB
12
. Konversi Co dari dalam tanah menjadivitamin B
12
pada makanan hingga dicernahewan nonruminansia kadang-kadangdisebut sebagai siklus kobalt. Ternak rumi-nansia (sapi, domba, dan kambing) me-makan hijauan pakan, di mana tanamanmenyerap kobalt dari dalam tanah dan bakteri-bakteri yang ada di dalam lambung(rumen) menggunakan kobalt dalam pe-nyusunan vitamin B
12
. Hewan menyerapvitamin B
12
dan mendistribusikannya keseluruh jaringan tubuh (Davis dan Mertz1987; Mills 1987; Darmono 1995). Semua bangsa hewan membutuhkan vitaminsehingga secara tidak langsung memer-lukan kobalt. Ternak babi dan unggastidak mempunyai mikroflora dalam saluran pencernaan untuk mengubah kobalt dalamransum sehingga harus mendapat vitaminB
12
yang cukup dalam ransum (Lee
et al 
.1999).Iodin (I) diperlukan tubuh untuk membentuk tiroksin, suatu hormon dalamkelenjar tiroid. Tiroksin merupakan hor-mon utama yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid. Setiap molekul tiroksin mengan-dung empat atom iodin (Darmono 1995).Sebagian besar iodin diserap melalui usushalus, dan sebagian kecil langsung masuk ke dalam saluran darah melalui dindinglambung. Sebagian iodin masuk ke dalamkelenjar tiroid, yang kadarnya 25 kali lebihtinggi dibanding yang ada dalam darah(Mills 1987). Namun bila jumlah yangsedikit ini tidak terdapat dalam bahan pakan maka ternak akan kekurangan iodin.Lebih dari setengah iodin dalam tubuh ter-dapat pada kelenjar perisai (tiroid). Meski- pun sebagian besar iodin tubuh terdapatdalam kelenjar tiroid, iodin juga ditemukandalam kelenjar ludah, lambung, usus halus,kulit, rambut, kelenjar susu, plasenta, danovarium (Puls 1994; Stangl
et al 
. 2000).Seng (Zn) ditemukan hampir dalamseluruh jaringan hewan. Seng lebih banyak terakumulasi dalam tulangdibanding dalam hati yang merupakanorgan utama penyimpan mineral mikro.Jumlah terbanyak terdapat dalam jaringanepidermal (kulit, rambut, dan bulu), dansedikit dalam tulang, otot, darah, dan enzim(Richards 1989; Puls 1994; Brown
et al 
.2004). Seng merupakan komponen pentingdalam enzim, seperti karbonik-anhidrasedalam sel darah merah serta karboksi peptidase dan dehidrogenase dalam hati.
Tabel 1.Nutrisi mineral esensial dan jumlahnya dalam tubuh hewan.
Mineral makrog/kgMineral mikromg/kgKalsium (Ca)15Besi (Fe)20
80Fosforus (P)10Seng (Zn)10
50Kalium (K)2Tembaga (Cu)1
5 Natrium (Na)1,60Molibdenum (Mo)1
4Klorin (Cl)1,10Selenium (Se)1
2Sulfur (S)1,50Iodin (I)0,30
0,60Magnesium (Mg)0,40Mangan (Mn)0,20
0,60Kobalt (Co)0,02
0,10Sumber: McDonald
et al 
. (1988).
 
 Jurnal Litbang Pertanian, 27(3), 2008
101Sebagai kofaktor, seng dapat meningkat-kan aktivitas enzim. Seng dalam proteinnabati kurang tersedia dan lebih sulitdigunakan tubuh daripada seng dalam protein hewani. Hal tersebut mungkindisebabkan adanya asam fitrat yangmampu mengikat ion-ion logam (Mills1987; Puls 1994; Sharma
et al 
. 2003).
PERAN MINERAL MIKROESENSIAL DALAM TUBUH
Secara garis besar, mineral esensial dapatdikelompokkan menurut fungsi metabolik-nya atau fungsinya dalam proses meta- bolisme zat makanan. Dalam tubuh, mineralada yang bergabung dengan zat organik,ada pula yang berbentuk ion-ion bebas.Tiap unsur esensial mempunyai fungsiyang berbeda-beda (Tabel 2), bergantung pada bentuk atau senyawa kimia sertatempatnya dalam cairan dan jaringantubuh (Puls 1994).Tembaga merupakan unsur esensialyang bila kekurangan dapat menghambat pertumbuhan dan pembentukan hemo-globin. Tembaga sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme, pembentukan hemo-globin, dan proses fisiologis dalam tubuhhewan (Richards 1989; Ahmed
et al 
. 2002).Tembaga ditemukan dalam protein plasma,seperti seruloplasmin yang berperandalam pembebasan besi dari sel ke plasma.Tembaga juga merupakan komponen dari protein darah, antara lain eritrokuprin,yang ditemukan dalam eritrosit (sel darahmerah) yang berperan dalam metabolismeoksigen (Darmono 1995; 2001). Selain ikut berperan dalam sintesis hemoglobin,tembaga merupakan bagian dari enzim-enzim dalam sel jaringan. Tembaga ber- peran dalam aktivitas enzim pernapasan,sebagai kofaktor bagi enzim tirosinase dansitokrom oksidase. Tirosinase meng-kristalisasi reaksi oksidasi tirosin menjadi pigmen melanin (pigmen gelap pada kulitdan rambut). Sitokrom oksidase, suatuenzim dari gugus
heme
dan atom-atomtembaga, dapat mereduksi oksigen (Davisdan Mertz 1987; Mills 1987; Sharma
et al 
.2003).Zat besi dalam tubuh berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia,antara lain dalam memproduksi sel darahmerah. Sel ini sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringantubuh. Zat besi berperan sebagai pembawaoksigen, bukan saja oksigen pernapasanmenuju jaringan, tetapi juga dalam ja-ringan atau dalam sel (Brock dan Mainou-Fowler 1986; King 2006). Zat besi bukanhanya diperlukan dalam pembentukandarah, tetapi juga sebagai bagian dari beberapa enzim hemoprotein (Dhur 
et al 
.1989). Enzim ini memegang peran pentingdalam proses oksidasi-reduksi dalam sel.Sitokrom merupakan senyawa
heme
 protein yang bertindak sebagai agensdalam perpindahan elektron pada reaksioksidasi-reduksi di dalam sel. Zat besimungkin diperlukan tidak hanya untuk  pigmentasi bulu merah yang diketahuimengandung
 ferrum
, tetapi juga berfungsidalam susunan enzim dalam proses pigmentasi (Desousa 1989; Beard
et al 
.1996; Lee
et al 
. 1999).Kobalt dalam pakan domba dan sapidapat ditemukan dalam vitamin B
12
. Sapidan biri-biri tidak membutuhkan vitaminB
12
dari pakan, karena rumen flora dapatmensintesis vitamin tersebut (Darmono1995). Apabila vitamin B
12
diberikan dalam pakan, sebagian besar vitamin akan rusak dan tidak berguna bagi ternak. Apabilakobalt tersebut disuntikkan atau diberikanmelalui pakan maka kebutuhan kobaltuntuk vitamin B
12
tercukupi (Kennedy
et al 
. 1991; Stangl
et al 
. 2000).Iodin merupakan komponen esensialtiroksin dan kelenjar tiroid. Tiroksin ber- peran dalam meningkatkan laju oksidasidalam sel sehingga meningkatkan
 Basal  Metabolic Rate
(BMR). Tiroksin juga berperan menghambat proses fosforilasioksidatif sehingga pembentukan Adeno-sin Trifosfat (ATP) berkurang dan lebih banyak dihasilkan panas. Tiroksin jugamempengaruhi sintesis protein (Mills1987; Darmono 1995). Iodin secara per-lahan-lahan diserap dari dinding saluran pencernaan ke dalam darah. Penyerapantersebut terutama terjadi dalam usus halus,meskipun dapat berlangsung pula dalamlambung. Dalam usus, iodin bebas atauiodat mengalami reduksi menjadi iodidasebelum diserap tubuh. Dalam peredarandarah, iodida menyebar ke dalam cairanekstraseluler seperti halnya klorida. Iodidayang masuk ke dalam kelenjar tiroiddengan cepat dioksidasi dan diubah men- jadi iodin organik melalui penggabungandengan tiroksin. Proses tersebut terjadi pula secara terbatas dalam ovum (Graham1991; Puls 1994; Lee
et al 
. 1999).Seng merupakan komponen penting pada struktur dan fungsi membran sel,sebagai antioksidan, dan melindungitubuh dari serangan lipid peroksidase.Seng berperan dalam sintesis dan trans-kripsi protein, yaitu dalam regulasi gen.Pada suhu tinggi, hewan banyak me-ngeluarkan keringat dan seng dapat hilang bersama keringat sehingga perlu penam- bahan (Richards 1989; Ahmed
et al 
. 2002).Ikatan enzim seng yang merupakan katalisreaksi hidrolitik melibatkan enzim pada bagian aktif yang bertindak ”super efisien”. Enzim karbonik anhidrase meng-katalisis CO
2
dalam darah, enzim karboksi peptidase mengkatalisis protein dalam prankreas, enzim alkalin fosfatase meng-
Tabel 2.Peran mineral mikro esensial dalam tubuh.
MineralFungsiSumbeBesi (Fe)Membentuk hemoglobin danTelur, tanah, makanan hijauanmioglobin, bagian dari susunandan butiran, injeksi besi,enzimbabi, FeSO
4
Tembaga (Cu)Eritropoiesis, susunanBahan makanan dan CuSO
4
Co enzim, fungsi jantung yang(0,25
0,50%) CuSO
4
ditambahkan baik, pigmentasi bulu, reproduksipada garamIodin (I)Membentuk hormon trioksin,Garam beriodin (kalium iodidasebagai komponen esensialpada garam, minyak ikan)tiroksin dan kelenjar tiroksinKobalt (Co)Bagian dari vitamin B
12
Pelet kobalt (untuk ruminansia),0,50 ppm garam kobaltditambahkan pada ransum(injeksi vitamin B
12
untuk menghilangkan defisiensi kobalt)Seng (Zn)Carbonic anhydraseZnO atau ZnCO
3
ditambahkan pada ransum pakan hijauanSumber: McDonald
et al 
. (1988).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->