Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
20Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
biosekuriti ayam lokal

biosekuriti ayam lokal

Ratings: (0)|Views: 11,581|Likes:
Published by ossabrevia

More info:

Published by: ossabrevia on Jul 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
BAB VII
BIOSEKURITI DAN MANAJEMEN PENANGANAN
PENYAKIT AYAM LOKAL
Desmayati Zainuddin* dan I Wayan T Wibawan**`
Balai Penelitian Ternak, Pusat Penelitian Peternakan, Bogor ** Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor 
ABSTRACT
BIOSECURITY AND HANDLING MANAGEMENT OF
LOCAL
CHICKEN DISEASE.
I
n general,
the local chicken cultivation has not followed "good management practice" so that it isvery susceptible toward the attack of various diseases. Therefore, the restructurization
of animal husbandry management is very needed as one of the attemps to cut the main
chain
of 
dissemination
of 
disease among birds and between bird to human. The main
objectives
o
biosecurity are for 1) minimizing the disease existence, 2) minimizing the
opportunity of disease agent related to adoptive mother, and 3) making the environment
communication level by disease agent as minimal as possible. The biosecurity consists of 
three components i.e. conceptual biosecurity (based on the entire disease prevention
program), structural biosecurity (location and spatial of animal husbandry/farm), and
operational biosecurity (management procedure of prevention and dissemination of the
disease infection). The disease handling on local chicken comprises of control and removal
to prevent the appearing of disease and lessen the detriment due to disease attack. Theremoval of local chicken disease is conducted with test and slaughter, test and treatment
and stamping out methods. The often occurring diseases on local chicken are New Castle
Disease (ND), Bird Flu (Avian Influenza), Chronic Respiratory Disease (CRD), Gumboro
(Infectius Bursal Disease), Fowl Pox, Pullorum, Snot (Infectious Coryza), and Coccidiosis.
The disease prevention and medicinal treatment for local chicken beside with chemical
medicine, can also be used some medicinal plants as animal medicinal herb containing
active compound having the quality as antiviral, antibacterial and immunomodulator.
PENDAHULUAN
Ternak ayam lokal hampir semuanya dipelihara oleh peternak kecil di
perkotaan
maupun di pedesaan. Umumnya ayam dipelihara secara ekstensif 
(tidak dikandangkan) dan bila dikandangkan tempatnya sangat dekat bahkan
berbaur dengan pemukiman. Pembudidayaan ayam lokal belum mengikuti
good 
farming practice,
sehingga sangat rentan terhadap serangan berbagai penyakit.
Dengan kondisi tersebut, restrukturisasi manajemen peternakan unggas lokal
sangat diperlukan sebagai salah satu upaya pemutusan mata rantai utama
penyebaran penyakit antar unggas maupun antara unggas ke manusia.
Berjangkitnya wabah penyakit flu burung (Avian influenza) telah
menyebabkan kerugian cukup besar bagi industri perunggasan dan diperkirakan
mencapai sekitar Rp 4 triliun. Banyak ternak unggas yang mati maupun
dimusnahkan akibat penyakit ini. Konsumen ragu untuk mengkonsumsi produk
 Biosekyriti Qan Manajemen (Penanganan'Penyakit flyam Lo(g(
159
 
unggas, secara tidak langsung berdampak pada sektor budidaya. Salah satupenyebab sutitnya penanggulangan penyakit Avian influenza adalah unggas
dipelihara pada lokasi tersebar, sehingga sulit dikontrol. Disamping itu pengelolaanpasar tradisional, pengawasan TPA (Tempat Pemotongan Ayam), pengumput dan
penjualan unggas hidup serta pengawasan lalutintas unggas masih belum sesuai
dengan harapan pernerintah. Penerapan biosekuriti, manajemen perkandangan,
tataruang, dan program vaksinasi beturn dilakukan secara komprehensif ataumasih bersifat parsial, karena berbagai keterbatasan yang dimitiki oteh usaha
peternakan unggas skala kecit.
BIOSEKURITI PADA TERNAK UNGGAS
Biosekuriti mencakup tiga hat utama :yaitu 1) Meminimalkan keberadaan
penyebab penyakit, 2) Meminimalkan kesempatan agen penyakit berhubungan
dengan induk semang dan 3) Membuat tingkat kontaminasi Lingkungan oleh agen
penyakit seminimal mungkin. Selanjutnya bila biosekuriti dilihat dari segi hirarki
terdiri atas tiga komponen yaikni biosekuriti konseptual, biosekuriti struktural
dan biosekuriti operasionat (Sudarisman, 2000).
Biosekuriti konseptual merupakan biosekuriti tingkat pertama dan
menjadi basis dari seluruh program pencegahan penyakit, meliputi pernitihan
lokasi kandang, pemisahan umur unggas, kontrot kepadatan dan kontak dengan
unggas liar, serta penetapan lokasi khusus untuk gudang pakan atau tempat
mencampur pakan. Biosekuriti struktural, merupakan biosekuriti tingkat kedua,
metiputi hat hat yang berhubungan dengan tataletak peternakan (farm),
pernbuatan pagar yang -benar, pembuatan saluran pembuangan, penyediaan
peralatan dekontaminasi, instalasi penyimpanan pakan, ruang ganti pakaian danperalatan kandang. Sedangkan biosekuriti operasional adalah biosekuriti tingkat
ketiga, terdiri dari prosedur manajemen untuk mencegah kejadian dan
penyebaran infeksi dalam suatu farm. Biosekuriti ini harus ditinjau secara berkala
dengan melibatkan seluruh karyawan, berbekal status kekebalan unggas terhadap
penyakit. Biosekuriti operasional terdiri atas tiga hat pokok, yakni a) pengaturan
traffic control,
b) pengaturan dalam farm dan, c) desinfeksi yang dipakai untuk
semprot kandang maupun
deeping 
seperti golongan fenol (atkohol, lisol dan
lainnya); formatin; kaporit; detergen, iodine dan vaksinasi.
Berdasarkan penerapan biosekuriti, sistem produksi unggas
dikelompokkan menjadi 4 sektor. Pembagian sektorat ini awalnya muncul dalam
upaya pemberantasan penyakit Avian influenza.
Guiding principles for HPAI surveillance and diagnostic networking in Asia,
Bangkok 
July 2004).
Keempat
sektor tersebut, yaitu:
Sektor 1: merupakan peternakan yang melaksanakan biosekuriti sangat
ketat
(high 
level biosecurity)
sesuai dengan prosedur standar. Dalam
sektor ini misalnya adalah golongan
industrial integrated 
system seperti
perbibitan
(breeding 
farm)
Sektor 2: merupakan peternakan komersial dengan
moderate to
high
level biosecurity.
Yang termasuk dalam sektor ini adalah peternakan
dimana ayam ditempatkan datam ruangan tertutup/indoors, sehingga
16 
0
?(eanekaragaman Sum6er(Daya JfayatiAyan: GokafIndonesia: Manfaat clan Potensi
 
unggas dan burung lain tidak dapat kontak dengan ternak ayam.
Penggunaan kandang
close house
atau
semi close house
Sektor 3: Peternakan komersial yang melaksanakan biosekuriti
alakadarnya dan masih terdapat kontak dengan unggas lain atau orang
yang masuk peternakan. Umumnya peternakan komersiat yang ada di
I
ndonesia masuk dalam sektor ini.
Sektor 4: Unggas (ayam) yang dipelihara secara tradisional dengan
minimal biosekuriti, produknya ditujukan untuk dikonsumsi atau dijual
untuk kebutuhan daerah setempat. Masuk dalam sektor ini adalah ayam
buras di kampung-kampung.
80 % kepemilikian skala kecil
Sistem Produksi Unggas
M
*
I
Kendala dalam pengendalian penyakit
Gambar 7.1. Sistem produksi unggas di Indonesia (Sumber : Yusdja. dkk., 2004)
PENANGANAN PENYAKIT
AYAM LOKAL
Usaha penanganan penyakit adalah pengendalian dan sekaligus
pembasmian. Tujuan penanganan penyakit adalah untuk mengurangi kejadian
penyakit menjadi sekecil mungkin, sehingga kerugian yang bersifat ekonomi dapat
ditekan seminimal mungkin. Dalam penanganan penyakit diperlukan program
pengelolaan kesehatan
(health
management)
kelompok, meliputi usaha untuk
mencegah timbulnya penyakit dan mengurangi kerugian akibat serangan penyakit.
Unsur yang termasuk dalam program pengelolaan kesehatan kelompok
menyangkut pemberian pakan yang layak, penggunaan bibit yang baik dan sehat,
pengelolaan serta pengamanan penyakit. Keempat unsur tersebut sating
mempengaruhi, misalnya penyakit yang dapat mempengaruhi kemampuan bibit,
 juga dapat mempengaruhi efisiensi pakan. Demikian juga pemberian pakan yang
tidak layak akan mempermudah timbulnya penyakit dan membahayakan
kesehatan ternak.
 Biosekuriti Lan 9Kanajemen (Penangartan iPenya/ jt J 
4yam Loka[ 161
Sektor 1:
Sektor 2
Sektor 3:
Sektor 4:
Industri TerintegrasiProduksi KomersialProduksi Komersial
Peternakan
(Biosekuriti tinggi)
(Biosekuriti rendah)Tradisional AyamLokal
Petemakan Besar 
Petemakan KecilPetemakan Kecil
Petemakan Tradisional
KomersialKomersialKomersialAyam Lokal20.000 - 500.000 ekor 
10.000 - 20.000 ekor10.000 - 20.000 eko
1
- 10 ekor 

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rico09001 liked this
Ugi Sugiarti liked this
Qur Ni Awan liked this
Qur Ni Awan liked this
Riza Fahlefi liked this
Farid Wajdi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->