3
“…mengingat korupsi di Indonesia terjadi secara sistematik dan meluassehingga tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga telahmelanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas, makapemberantasan korupsi perlu dilakukan dengan cara luar biasa…”
Demikian pula dalam penjelasan UU Nomor 30 Tahun 2002tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsidinyatakan bahwa:
“Tindak pidana korupsi di Indonesia sudah meluas dalam masyarakat.Perkembangannya terus meningkat dari Tahun ke Tahun, baik darijumlah kasus yang terjadi dan jumlah kerugian keuangan negaramaupun dari segi kualitas tindak pidana yang dilakukan semakinsistematis serta lingkupnya yang memasuki seluruh aspek kehidupanmasyarakat.Meningkatnya tindak pidana korupsi yang tidak terkendali akanmembawa bencana tidak saja terhadap kehidupan perekonomiannasional tetapi juga pada kehidupan berbangsa dan bernegara padaumumnya. Tindak pidana korupsi yang meluas dan sistematis jugamerupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan hak-hak ekonomimasyarakat, dan karena itu semua maka tindak pidana korupsi tidak lagi dapat digolongkan sebagai kejahatan biasa melainkan telah menjadisuatu
kejahatan luar biasa.
Begitu pun dalam upaya pemberantasannyatidak lagi dapat dilakukan secara biasa, tetapi dituntut cara-cara yang luar biasa”.
Gawatnya korupsi dan dampak yang ditimbulkan,tercermin pula dalam pembukaan (
preambule)
konvensi PBBantikorupsi (UNCAC, 2003). Konvensi yang yang telahdiratifikasi dengan UU Nomor 7 Tahun 2006, dalampembukaannya menyatakan bahwa:
“ Concerned about the seriousness of problems and threats posed by corruption to the stability and security of societies, undermining theinstitutions and values of democracy, ethical values and justice andjeopardizing sustainable development and the rule of law;”
Sederet data dan fakta berikut ini seakan memperjelas danmempertegas pernyataan Undang-Undang tersebut di atas. Betapatidak, sejak Soemitro Djojohadikusumo menyebutkan bahwa telahterjadi kebocoran dana pembangunan antara Tahun 1989-1993
Naskah Akademis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi