RANCANGANUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR ... TAHUN ...TENTANGPENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a.bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum yang bertujuan mewujudkan kehidupan masyarakat, bangsa, dannegara yang tertib, sejahtera, dan berkeadilan dalam rangkamencapai tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalamPembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b.bahwa tindak pidana korupsi yang selama ini terjadi telahmenimbulkan kerusakan dalam berbagai sendi kehidupanmasyarakat, bangsa, dan negara, karena itu upaya pencegahandan pemberantasan tindak pidana korupsi perlu dilakukansecara terus menerus dan berkesinambungan yang menuntut peningkatan kapasitas segala sumber daya baik kelembagaan,sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya, termasuk peningkatan penegakan hukum guna menumbuhkembangkankesadaran dan sikap tindak masyarakat anti korupsi;c.bahwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang dasar pembentukannya ditentukan dalam Pasal 53 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusidinyatakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, oleh karena itu pengaturan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi perlu diatur kembali dengan undang-undang yang baru;d.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi;Mengingat: 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 24A ayat (1) dan ayat (2),Pasal 25, dan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2.Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum AcaraPidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);3.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang MahkamahAgung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3316) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Perubahan atasUndang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah