Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
120Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LANDASAN PENDIDIKAN

LANDASAN PENDIDIKAN

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 15,320 |Likes:
Published by borneoneo

More info:

Published by: borneoneo on Jul 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
LANDASAN PENDIDIKAN
 Nopember 16, 2007 olehsyamsulberau 
PENDAHULUANPendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakanmanusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya,sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menujukehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen.Pandangan klasik tentang pendidikan, pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankantiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranantertentu pada masa mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan.Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa pandidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengandemikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia.Landasan Pendidikan marupakan salah satu kajian yang dikembangkan dalam berkaitannya dengan dunia pendidikan. Pada makalah ini berusaha memuat tentang : landasan hukum,landasan filsafat,landasansejarah,landasan sosial budaya,landasan psikologi,dan landasan ekonomi .
1.
 
Landasan Hukum
Katalandasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau titik tolak.Sementara itu kata hukum dapatdipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati. Aturan baku yang sudah disahkan oleh pemerintah ini , bila dilanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku pula. Landasan hukum dapatdiartikan peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan – kegiatantertentu, dalam hal ini kegiatan pendidikan.
a.
 
Pendidikan menurut Undang-Undang 1945
Undang – Undang Dasar 1945 adalah merupakan hokum tertinggi di Indonesia.Pasal – pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang – Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal, yaitu pasal 31 dan Pasal 32. Yang satumenceritakan tentang pendidikan dan yang satu menceritakan tentang kebudayaan. Pasal 31 Ayat 1 berbunyi : Tiap – tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Dan ayat 2 pasal ini berbunyi :Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajar Pasal 32 pada Undang – UndangDasar berbunyi : Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.an nasional, yang diatur denganUndang – Undang.b.
 
Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Pendidikan
 
Nasional
Tidak semua pasal akan dibahas dalam buku ini. Yang dibahas adalah pasal – pasal penting terutama yangmembutuhkan penjelasan lebih mendalam serta sebagai acuan untuk mengembangkan pendidikan. Pertama – tama adalah Pasal 1 Ayat 2 dan Ayat 7. Ayat 2 berbunyi sebagai berikut : Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan nasional yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang – Undang Dasar 45. Undang – undang ini mengharuskan pendidikan berakar pada kebudayaan nasional yang berdasarkan pada pancasila dan Undang Undang dasar 1945, yang selanjutnya disebut kebudayaanIndonesia saja. Ini berarti teori – teori pendidikan dan praktek – praktek pendidikan yang diterapkan diIndonesia, tidak boleh tidak haruslah berakar pada kebudayaan Indonesia.“Selanjutnya Pasal 1 Ayat 7 berbunyi : Tenaga Pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurut ayat ini yang berhak menjadi tenaga kependidikan adalah setiap anggota masyarakatyang mengabdikan dirinya dalam penyelenggaraan pendidikan. Sedang yang dimaksud dengan TenagaKependidikan tertera dalam pasal 27 ayat 2, yang mengatakan tenaga kependidikan mencakup tenaga pendidik, pengelola/kepala lembaga pendidikan, penilik/pengawas, peneliti, dan pengembang pendidikan, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.”
2. Landasan Filsafat
Filsafat pendidikan ialahhasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai keakar – akarnya mengenai pendidikanAgar uraian tentang filsafat pendidikan ini menjadi lebih lengkap, berikut akan dipaparkan tentang beberapaaliran filsafat pendidikan yang dominan di dunia ini. Aliran itu ialah :1.
 
Esensialis2.
 
Parenialis3.
 
Progresivis4.
 
Rekonstruksionis5.
 
EksistensialisFilsafat pendidikan Esensialis bertitik tolak darikebenaran yang telah terbukti berabad – abad lamanya. Kebenaran seperti itulah yang esensial, yang lainadalah suatu kebenaran secara kebetulan saja. Tekanan pendidikannya adalah pada pembentukan intelektualdan logika.Filsafat pendidikan Parenialis tidak jauh berbeda dengan filsafat pendidikan Esensialis. Kalaukebenaran yang esensial pada esensialis ada pada kebudayaan klasik dengan
Great Book 
nya, maka
 
kebenaran Parenialis ada pada wahyu Tuhan. Tokoh filsafat ini ialah Agustinus dan ThomasAquino.Demikianlah Filsafat Progresivisme mempunyai jiwa perubahan, relativitas, kebebasan, dinamika,ilmiah, dan perbuatan nyata. Menurut filsafat ini, tidak ada tujuan yang pasti. Tujuan dan kebenaran itu bersifat relative. Apa yang sekarang dipandang benar karena dituju dalam kehidupan, tahun depan belumtentu masih tetap benar. Ukuran kebenaran ialah yang berguna bagi kehidupan manusia hari ini. Tokohfilsafat pendidikan Progresivis ini adalah John Dewey.Filsafat pendidikan Rekonstruksionis merupakanvariasi dari Progresivisme, yang menginginkan kondisi manusia pada umumnya harus diperbaiki (Callahan,1983). Mereka bercita – cita mengkonstruksi kembali kehidupan manusia secara total.Filsafat pendidikanEksistensialis berpendapat bahwa kenyataan atau kebenaran adalah eksistensi atau adanya individu manusiaitu sendiri. Adanya manusia di dunia ini tidak punya tujuan dan kehidupan menjadi terserap karena adamanusia. Manusia adalah bebas. Akan menjadi apa orang itu ditentukan oleh keputusan dan komitmennyasendiri.
3. Landasan Sejarah
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian ataukegiatan yang dapat didasari oleh konsep konsep tertentu.
Sejarah pendidikan diIndonesia.
Pendidikan di Indonesia sudah ada sebelum Negara Indonesia berdiri. Sebab itu sejarah pendidikan di Indonesia juga cukup panjang. Pendidikan itu telah ada sejak zaman kuno, kemudianditeruskan dengan zaman pengaruh agama Hindu dan Budha, zaman pengaruh agama Islam, pendidikan pada zaman kemerdekaan. Pada waktu bangsa Indonesia berjuang merintis kemerdekaan ada tiga tokoh pendidikan sekaligus pejuang kemerdekaan, yang berjuang melalui pendidikan. Merka membina anak-anak dan para pemuda melalui lembaganya masing-masing untuk mengembalikan harga diri dan martabatnyayang hilang akibat penjajahan Belanda. Tokoh-tokoh pendidik itu adalah Mohamad Safei, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan (TIM MKDK, 1990). Mohamad Syafei mendirikan sekolah INSatau
 Indonesisch Nederlandse School 
di Sumatera Barat pada Tahun 1926. Sekolah ini lebih dikenal dengannama Sekolah Kayutanam, sebab sekolah ini didirikan di Kayutanam. Maksud ulama Syafei adalahmendidik anak-anak agar dapat berdiri sendiri atas usaha sendiri dengan jiwa yang merdeka. Tokoh pendidik nasional berikutnya yang akan dibahas adalah Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Taman Siswadi Yogyakarta. Sifat, system, dan metode pendidikannya diringkas ke dalam empat keemasan, yaitu asasTaman Siswa, Panca Darma, Adat Istiadat, dan semboyan atau perlambang.Asas Taman Siswa dirumuskan pada Tahun 1922, yang sebagian besar merupakan asas perjuangan untuk menentang penjajah Belanda padawaktu itu. Tokoh ketiga adalah Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi Agama Islam padatahun 1912 di Yogyakarta, yang kemudian berkembang menjadi pendidikan Agama Islam. PendidikanMuhammadiyah ini sebagian besar memusatkan diri pada pengembangan agama Islam, dengan beberapacirri seperti berikut (TIM MKDK, 1990).Asas pendidikannya adalah Islam dengan tujuan mewujudkanorang-orang muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya kepada diri sendiri, dan berguna bagimasyarakat serta Negara.Ada lima butir yang dijadikan dasar pendidikan yaitu :1.Perubahan cara berfiki2.Kemasyarakatan3.Aktivitas4.Kreativitas5.Optimisme 
4. Landasan Sosial Budaya
Sosial mengacu kepada hubungan antar individu, antarmasyarakat, danindividu secara alami, artinya aspek itu telah ada sejak manusia dilahirkan.Sama halnya dengan social,aspek budaya inipun sangat berperan dalam proses pendidikan. Malah dapat dikatakan tidak ada pendidikanyang tidak dimasuki unsure budaya. Materi yang dipelajari anak-anak adalah budaya, cara belajar merekaadalah budaya, begitu pula kegiatan-kegiatan mereka dan bentuk-bentuk yang dikerjakan juga budaya.
Sosiologi dan Pendidikan
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalamkelompok-kelompok dan struktur sosialnya.Proses sosial dimulai dari interaksi sosial dan dalam prosessosial itu selalu terjadi interaksi sosial. Interaksi dan proses social didasari oleh factor-faktor berikut :1.
 
Imitasi2.
 
Sugesti3.
 
Identifikasi4.
 
Simpati
 Kebudayaan dan Pendidikan
Kebudayaan menurut Taylor adalahtotalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, huku, moral, adapt, dankemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat(Imran Manan, 1989)Hassan (1983) misalnya mengatakan kebudayaan berisi (1) norma-norma, (2)
 folkways
yang mencakup kebiasaan, adapt, dan tradisi, dan (3)
mores
, sementara itu Imran Manan (1989)menunjukkan lima komponen kebudayaan sebagai berikut :1.
 
Gagasan2.
 
Ideologi3.
 
 Norma4.
 
Teknologi5.
 
 
BendaAgar menjadi lengkap, perlu ditambah beberapa komponen lagi yaitu :1.
 
Kesenian2.
 
Ilmu3.
 
KepandaianKebudayaan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :1.
 
Kebudayaan umum, misalnyakebudayaan Indonesia2.
 
Kebudayaan daerah, misalnya kebudayaan Jawa, Bali, Sunda, Nusa TenggaraTimur dan sebagainya3.
 
Kebudayaan popular, suatu kebudayaan yang masa berlakunya rata-rata lebih pendek daripada kedua macam kebudayaan terdahulu.
5. Landasan Psikologi
Psikologi atau ilmu jiwaadalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia. Jiwa itu sendiri adalah roh dalam keadaan mengendalikan jasmani, yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar. Karena itu jiwa atau psikis dapat dikatakan inti dankendali kehidupan manusia, yang berada dan melekat dalam manusia itu sendiri.
a. Psikologi Perkembangan
Ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan. Pendekatan-pendekatan yangdimaksud adalah : (Nana Syaodih, 1988)1.
 
Pendekatan pentahapan. Perkembangan individu berjalanmelalui tahapan-tahapan tertentu. Pada setiap tahap memiliki ciri-ciri pada tahap-tahap yang lain.2.
 
Pendekatan diferensial. Pendekatan ini memandang individu-individu itu memiliki kesamaan-kesamaandan perbedaan-perbedaan. Atas dasar ini lalu orang-orang membuat kelompok-kelompok3.
 
Pendekatanipsatif. Pendekatan ini berusaha melihat karakteristik setiap individu, dapat saja disebut sebagai pendekatanindividual. Melihat perkembangan seseorang secara individual. Sementara itu Stanley Hall penganut teoriEvolusi dan teori Rekapitulasi membagi masa perkembangan anak sebagai berikut (Nana Syaodih, 1988)1.
 
Masa
kanak-kanak 
ialah umur 0 – 4 tahun sebagai masa kehidupan binatang.2.
 
Masa
anak 
ialah umur 4 – 8 tahun merupakan masa sebagai manusia pemburu3.
 
Masa
muda
ialah umur 8 – 12 tahun sebagaimanusia belum berbudaya4.
 
Masa
adolesen
ialah umur 12 – dewasa merupakan manusi berbudaya
b. Psikologi Belajar 
Belajar adalah perubahan perilaku yang relative permanent sebagai hasil pengalaman(bukan hasil perkembangan, pengaruh obat, atau kecelakaan) dan bias melaksanakannya pada pengetahuanlain serta mampu mengkomunikasikan kepada orang lain. Ada sejumlah prinsip belajar menurut Gagne(1979) sebagai berikut :1.
 
Kontiguitas, memberikan situasi atau materi yang mirip dengan harapan pendidik tentang respon anak yang diharapkan, beberapa kali secara berturut-turut.2.
 
Pengulangan,situasi dan respon anak diulang-ulang atau dipraktekkan agar belajar lebih sempurna dan lebih lamadiingat.3.
 
Penguatan, respon yang benar misalnya diberi hadiah untuk mempertahankan dan menguatkanrespon itu.4.
 
Motivasi positif dan percaya diri dalam belajar.5.
 
Tersedia materi pelajaran yang lengkapuntuk memancing aktivitas anak-anak6.
 
Ada upaya membangkitkan keterampilan intelektual untuk  belajar, seperti apersepsi dalam mengajar7.
 
Ada strategi yang tepat untuk mengaktifkan anak-anak dalam belajar8.
 
Aspek-aspek jiwa anak harus dapat dipengaruhi oleh factor-faktor dalam pengajaran.
6.Landasan Ekonomi
Pada zaman pasca modern atau globalisasi sekarang ini, yang sebagian besar manusianya cenderung mengutamakan kesejahteraan materi disbanding kesejahteraan rohani, membuatekonomi mendapat perhatian yang sangat besar. Tidak banyak orang mementingkan peningkatan spiritual.Sebagian besar dari mereka ingin hidup enak dalam arti jasmaniah. Seperti diketahui dana pendidikan diIndonesia sangat terbatas. Oleh sebab itu ada kewajiban suatu lembaga pendidikan untuk memperbanyak sumber-sumber dana yang mungkin bias digali adalah sebagai berikut :1.Dari pemerintah dalam bentuk proyek-proyek pembangunan, penelitian-penelitian bersaing, pertandingan karya ilmiah anak-anak, dan perlombaan-perlombaan lainnya.2.Dari kerjasama dengan instansi lain, baik pemerintah, swasta, maupun dunia usaha. Kerjasama ini bias dalam bentuk proyek penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan proyek pengembangan bersama.3.Membentuk pajak pendidikan, dapat dimulai dari satu desa yang sudah mapan, satu daerah kecil,dan sebagainya. Program ini dirancang bersama antara lembaga pendidikan dengan pemerintahsetempat dan masyarakat. Dengan cara ini bukan orang tua siswa saja yang akan membayar dana pendidikan, melainkan semua masyarakat.4.Usaha-usaha lain, misalnya :a.
 
Mengadakan seni pentas keliling atau dipentaskan di masyarakatb.
 
Menjual hasil karya nyata anak-anakc.
 
Membuat bazaard.
 
Mendirikan kafetariae.
 
Mendirikan took keperluan personalia pendidikandan anak-anakf.
 
Mencari donator tetapg.
 
Mengumpulkan sumbanganh.
 
Mengaktifkan BP 3 khususdalam meningkatkan dana pendidikan.Seperti diketahui setiap lembaga pendidikan mengelola sejumlahdana pendidikan yang bersumber dari pemerintah (untuk lembaga pendidikan negeri), masyarakat, danusaha lembaga itu sendiri. Menurut jenisnya pembiayaan pendidikan dijadikan tiga kelompok yaitu :

Activity (120)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nenty Novianti liked this
Eri Murti liked this
Muliadi Idris liked this
Thika Ajhaa liked this
Yopie Liliweri liked this
Arlin Cristina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->