Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Draft RUU Tipikor Versi Pemerintah Agustus 2008

Draft RUU Tipikor Versi Pemerintah Agustus 2008

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 4,269|Likes:
Published by sarapan_politikana
Draft RUU Tipikor versi pemerintah
Draft RUU Tipikor versi pemerintah

More info:

Published by: sarapan_politikana on Jul 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

 
Draft RUU TipikorVersi Pemerintah Agustus 2008
RANCANGANUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR… TAHUN …TENTANGPEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a. bahwa dengan telah diratifikasinya
United Nations Convention Against Corruption, 2003
(Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi2003) dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006, maka Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PidanaKorupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20Tahun 2001 perlu disesuaikan dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi 2003 tersebut;b. bahwa tindak pidana korupsi yang sering dilakukan secara terencana dansistematis merupakan pelanggaran terhadap hak sosial dan ekonomimasyarakat secara luas dan endemik, merusak sendi-sendi ekonominasional, merendahkan martabat bangsa di forum internasional, telahdigolongkan sebagai kejahatan yang pemberantasannya harus dilakukansecara luar biasa, sehingga penindakan terhadap pelaku tindak pidanakorupsi harus diatur secara khusus;c. bahwa keseriusan masalah dan ancaman yang ditimbulkan oleh korupsiterhadap stabilitas dan keamanan masyarakat, yang melemahkan lembagadan nilai-nilai demokrasi, etika, dan keadilan serta membahayakanpembangunan berkelanjutan dan supremasi hukum;d. bahwa Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang PemberantasanTindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-UndangNomor 20 Tahun 2001 belum mengatur semua aspek korupsi secarakhusus dan menyeluruh;e. bahwa korupsi tidak lagi merupakan masalah lokal tetapi merupakanfenomena internasional yang mempengaruhi seluruh masyarakat danekonomi, yang menjadikan kerjasama internasional untuk mencegah danmengendalikannya sangat penting;f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e, perlu membentuk Undang-Undangtentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang baru;Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia 1945;2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3209);3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negarayang Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3851);4. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan
United NationsConvention Against Corruption, 2003
(Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2006 Nomor 32 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4620);
 
Draft RUU TipikorVersi Pemerintah Agustus 2008
Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANAKORUPSI.BAB IKETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1. Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakanbadan hukum maupun bukan badan hukum.2. Pejabat Publik adalah:a. setiap orang yang memegang jabatan legislatif, yudikatif, atau eksekutif yangditunjuk atau dipilih tetap atau sementara dibayar atau tidak dibayar terlepas darisenioritas orang itu;b. setiap orang yang melaksanakan fungsi publik termasukuntuk kepentingansuatuinstansi publik atau perusahaan publik atau suatu yang menyediakan pelayananpublik berdasarkanperaturan perundang-undangan;c. setiap orang yang ditetapkan sebagai pejabat publik dalamperaturan perundang-undangan.3. Pejabat Publik Asing adalah:a. setiap orang yang memegang jabatan eksekutif, legislatif, atau yudikatif suatunegara asing baik berdasarkan penunjukan atau pemilihan, termasuk semuatingkatan dan bagian pemerintahannya;b. setiap orang yang menjalankan fungsi publikuntuk kepentingan suatu negaraasing, termasuk instansi publik atau perusahaan publik asing; atauc. setiap pejabat atau perwakilan organisasi publik internasional.4. Pejabat Organisasi Internasional Publik adalah setiap pegawai sipil internasional atausetiap orang yang diberi kewenangan oleh organisasi tersebut untuk bertindak atas namaorganisasi tersebut.5. Kekayaan adalah aset bentuk apa pun,baik korporal atau nonkorporal,bergerak atau tidakbergerak, berwujud atau tidak berwujud, dan dokumen atau instrumen hukum yangmembuktikan hak atau kepentingan atas aset tersebut.6.Penyitaan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengambil alih dan/ataumenyimpan di bawah penguasaannya benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atautidak berwujud untuk kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan.7. Perampasan adalah pengambilalihansecarapermanen atas kekayaan dengan putusanpengadilan atau badan berwenang yang lain.8.Tindak PidanaAsal adalah setiap tindak pidana yang menimbulkan hasil tindak pidanayang menjadi obyek tindak pidana lain.9. Hasil Tindak Pidana adalah setiap kekayaan yang diperoleh secara langsung atau tidaklangsung dari suatu tindak pidana.10. Hadiah atau Janji adalah segala bentuk apapun yang memberikan manfaat ataukenikmatan bagi yang menerima.BAB II
 
TINDAK PIDANA KORUPSI DANTINDAK PIDANA LAIN YANG BERKAITAN DENGAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Pasal 2
(1) Setiap orang yang menjanjikan, menawarkan, atau memberikan secara langsung atautidak langsung kepada Pejabat Publik suatu keuntungan yang tidak semestinya untukkepentingan pejabat itu sendiri, orang lain, atau Korporasi, supaya pejabat tersebut
 
Draft RUU TipikorVersi Pemerintah Agustus 2008
berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam pelaksanaan tugas jabatannya,dipidana denganpidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun danpaling lama 5 (lima) tahundan/ataudenda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) danpaling banyak Rp.250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah).(2) Pejabat Publik yang meminta atau menerima secara langsung atau tidak langsung suatukeuntungan yang tidak semestinya untuk kepentingan pejabat itu sendiri, orang lain, atauKorporasi, supaya Pejabat Publik tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalampelaksanaan tugas jabatannya,dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu)tahun danpaling lama 7 (tujuh) tahun dan/ataudenda paling sedikit Rp. 50.000.000,00(lima puluh juta rupiah) danpaling banyak Rp. 350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh jutarupiah).(3) Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan olehhakim, ancamanpidana penjara ditambah dengan 1/3 (satu per tiga).
Pasal 3
(1) Setiap orang yang menjanjikan, menawarkan, atau memberikan secara langsung atautidak langsung kepada seorang Pejabat Publik Asing atau Pejabat OrganisasiInternasional Publik suatu keuntungan yang tidak semestinya untuk kepentingan pejabatitu sendiri, orang lain, atau Korporasi, supaya pejabat tersebut berbuat atau tidak berbuatsesuatu dalam pelaksanaan tugas jabatannya, atau untuk memperoleh, mempertahankanbisnis atau keuntungan lain yang tidak sah berkaitan dengan bisnis internasional,dipidanadengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun danpaling lama 7 (tujuh) tahundan/ataudenda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) danpalingbanyak Rp. 350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta rupiah).(2) Pejabat Publik Asing atau Pejabat Organisasi Internasional Publik yang meminta ataumenerima secara langsung atau tidak langsung suatu keuntungan yang tidak semestinyauntuk kepentingan pejabat itu sendiri, orang lain, atau Korporasi, supaya pejabat tersebutberbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam pelaksanaan tugas jabatannya,dipidana denganpidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun danpaling lama 9 (sembilan) tahun dan/ataudenda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) danpaling banyak Rp.450.000.000,00 (empat ratus lima puluh juta rupiah).
Pasal 4
(1) Setiap orang yang menjanjikan, menawarkan, atau memberikan secara langsung atautidak langsung kepada Pejabat Publik atau orang lain suatu keuntungan yang tidaksemestinya, supaya pejabat atau orang lain tersebut menyalahgunakan pengaruh karena jabatannya, dengan tujuan memperoleh suatu keuntungan yang tidak semestinya dariinstansi pemerintah atau otoritas publik,dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun danpaling lama 5 (lima) tahun dan/ataudenda paling sedikit Rp.50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) danpaling banyak Rp. 250.000.000,00 (dua ratuslima puluh juta rupiah).(2) Pejabat Publik atau orang lain yang meminta atau menerima secara langsung atau tidaklangsung suatu keuntungan yang tidak semestinya supaya pejabat tersebut atau oranglain menyalahgunakan pengaruh karena jabatannya, dengan tujuan memperoleh suatukeuntungan yang tidak semestinya dari instansi pemerintah atau otoritas publik,dipidanadengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun danpaling lama 9 (sembilan) tahundan/ataudenda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) danpalingbanyak Rp. 450.000.000,00 (empat ratus lima puluh juta rupiah).
Pasal 5
Pejabat Publik yang menyalahgunakan fungsi atau kedudukannya melakukan atau tidakmelakukan sesuatu yang berada dalam fungsinya secara melawan hukum, dengan maksudmemperoleh suatu keuntungan yang tidak semestinya untuk kepentingan diri sendiri, orang lain,atau Korporasi,dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun danpaling lama 6(enam) tahun dan/ataudenda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) danpaling

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ipul Hyvers liked this
Hendri Palty liked this
loginp liked this
arsiregifa liked this
arsiregifa liked this
Jundi Ernu liked this
Jundi Ernu liked this
Herman Ambi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->