organisasi sosial, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), para praktisi pengembangan masyarakat,cendikiawan, dam mitra kepemudaan lainnya, guna kemajuan dalam kemandirian dan independensiorganisasinya dan cita-cita kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan gerakannya.
BAB IIIKeanggotaan
Pasal 61. Keanggotaan KT Mitra Taruna Bakti menganut sistem stelsel pasif, yaitu bahwa setiap generasimuda yang berusia 11 sampai dengan 45 tahun di wilayah Dusun Budug, yang mempunya hak dankewajiban yang sama tanpa membedakan agama, suku, asal keturunan, jenis kelamin , kedudukansosial ekonomi, dan pendirian politik, adalah anggota yang selanjutnya disebut Warga Karang TarunaMitra Taruna Bakti.2. Pengaturan lebih lanjut ketentuan dimaksud ayat 1 tersebut diatas, ditetapkan dalam Anggaran rumahtangga KT Mitra Taruna Bakti.
BAB IVKelembagaan
Pasal 71. Struktur kelembagaan KT Mitra Taruna Bakti adalah sebagaimana terlampir dalam “ProposalPembentukan Karang Taruna Mitra Taruna Bakti”.2.Secara hierarki struktur kepengurusan menunjukkan kedudukan dan arah pertanggungjawaban.3.Pengaturan lebih lanjut tentang Kelembagaan ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga KT MitraTaruna Bakti.
BAB VMajelis Permusyawaratan
Pasal 8Majelis Perwusyawaratan dalam KT Mitra Taruna Bakti adalah sebagai berikut :1.Majelis Akbar 2.Majelis Triwulan3. MajelisPasal 9Definisi tugas, kewenangan dan lain-lainnya mengenai Majelis Perwusyawaratan ini diatur dalamAnggaran Rumah Tangga.