Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
58Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rabies

Rabies

Ratings: (0)|Views: 4,061 |Likes:
Published by Bayu Prabowo

More info:

Published by: Bayu Prabowo on Jul 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
REFERAT
RABIES
 
Disusun OlehBayu Prabowo02. 34859.00052.09Pembimbing :dr. Carta Gunawan, Sp. PDDibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik Pada Bagian Ilmu Penyakit DalamFakultas KedokteranUniversitas MulawarmanSamarinda 2009
 
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Rabies merupakan penyakit virus akut dari sistem saraf pusat yang mengenai semuamamalia dan ditularkan oleh sekresi yang terinfeksi biasanya saliva. Sebagian besa pemajanan terhadap rabies melalui gigitan binatang yang terinfeksi, tapi kadang aerosol virusatau proses pencernaan atau transplantasi jaringan yang terinfeksi dapat memulai proses penyakit.
1
 
Virus yang menjadi penyebabnya adalah virus neurotropik, yang hanya dapat berkembang biak di dalam jaringan saraf. Dan ukurannya antara 100-150 milimikron. Virusini tahan terhadap kekeringan, akan tetapi mudah dimatikan dengan menggunakan antiseptic,sinar matahari langsung, pemanasan, dan radiasi dengan menggunakan sinar ultraviolet. MasaInkubasi pada hewan sekitar 3-6 minggu setelah gigitan hewan rabies, sedangkan padamanusia tergantung dari parah tidaknya luka gigitan, jauh tidaknya luka dengan susunan saraf  pusat, banyaknya saraf pada luka, jumlah virus yang masuk, serta jumlah luka gigitan
1
.Secara umum, penularan rabies terjadi diakibatkan infeksi karena gigitan binatang. Namun rabies juga dapat menular melalui beberapa cara antara lain melalui cakaran hewan,sekresi yang mengkontaminasi membrane mukosa, virus yang masuk melalui rongga pernapasan, dan transplantasi kornea. Virus rabies menyerang jaringan saraf, dan menyebar hingga system saraf pusat, dan dapat menyebabkan encephalomyelitis (radang yang mengenaiotak dan
medulla
 
 spinalis
)
2
Distribusi rabies tersebar di seluruh dunia dan hanya beberapa negara yang bebasrabies seperti Australia, sebagian besar Skandinavia, Inggris, Islandia, Yunani, Portugal,Uruguay, Chili, Papua Nugini, Brunai, Selandia Baru, Jepang, dan Taiwan. Di Indonesiasampai akhir tahun 1977 rabies tersebar di 20 provinsi dan 7 provinsi dinyatakan bebas rabiesadalah Bali, NTB, NTT, Maluku, Irian Jaya dan Kalimantan Barat. Data tahun 2001menunjukkan terdapat 7 provinsi yang bebas rabies adalah Jawa tengah, Jawa timur,Kalimantan Barat, Bali, NTB, Maluku dan Irian Jaya.
1
Kematian karena infeksi virus rabies boleh dikatakan 100% bila virus sudah mencapaisistem saraf pusat. Dari tahun 1857 sampai tahun 1972 dari kepustakaan dilaporkan 10 pasienyang sembuh dari rabies namun sejak tahun 1972 hingga sekarang belum ada pasien rabiesyang dilaporkan hidup. Prognosis seringkali fatal karena sekali gejala rabies telah tampak 2
 
hampir selalu kematian terjadi 2-3 hari sesudahnya sebagai akibat gagal nafas/henti jantungataupun paralisis generalisata. Berbagai penelitian dari tahun 1986 hingga 2000 yangmelibatkan lebih dari 800 kasus gigitan anjing pengidap rabies di negara endemis yang segeramendapat perawatan luka, pemberian VAR dan SAR, mendapatkan angka survival 100%.
3
Tidak ada terapi untuk penderita yang sudah menunjukkan gejala rabies; penangananhanya berupa tindakan suportif dalam penanganan gagal jantung dan gagal nafas. Walaupuntindakan perawatan intensif umumnya dilakukan, hasilnya tidak menggembirakan. perawatanintensif hanyalah metode untuk memperpanjang dan bila mungkin menyelamatkan hidup pasien dengan mencegah komplikasi respirasi dan kardiovaskuler yang sering terjadi. Olehkarena itu diperlukan tindakan penanganan yang efektif dan efisien baik penanganan profilaksis pra pajanan maupun penanganan pasca pajanan. Sehingga akibat buruk akibatvirus ini dapat diminimalkan. Berbagai penelitian dari tahun 1986 hingga 2000 yangmelibatkan lebih dari 800 kasus gigitan anjing pengidap rabies di negara endemis yang segeramendapat perawatan luka, pemberian VAR dan SAR, mendapatkan angka survival 100%.
4
1.2 Tujuan
Untuk dapat menjelaskan penyakit rabies mulai dari definisi, etiologi, epidemiologi, perjalanan penyakit hingga penanganan dan prognosis dari penyakit ini.3

Activity (58)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lindaaa added this note
makasih infonya
Ilham Sarif S liked this
Yudha Friatna liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->